Lenovo Akui Dampak Krisis RAM Global, Harga Laptop Tak Terjamin
- Istimewa
- Harga laptop dan smartphone akan mengalami kenaikan imbas krisis RAM global yang tak terhindarkan.
- Lenovo memastikan tidak bisa menjamin stabilitas harga ke depan karena kelangkaan komponen memori.
- Alokasi produksi memori untuk 12 bulan ke depan (hingga 2026) sudah habis terjual, mengindikasikan kelangkaan ekstrem.
- Prioritas Lenovo kini bergeser pada jaminan ketersediaan produk dan solusi layanan komputasi pelanggan.
Krisis RAM Global kini menjadi tantangan besar yang dihadapi industri teknologi, langsung mendorong kenaikan harga pada perangkat seperti laptop dan smartphone. Lenovo, sebagai salah satu pemain utama di pasar komputasi, mengakui dampak signifikan ini. Dalam acara Lenovo Tech Day di Jakarta pada Selasa (13/1), Fan Ho, ED & GM Solutions & Services Group Lenovo Asia Pasific, memberikan pandangan objektif mengenai situasi pasar memori. Meskipun tidak dapat mengendalikan lonjakan harga, Fan Ho menjamin komitmen Lenovo menyediakan solusi dan produk yang relevan bagi pelanggan saat mereka paling membutuhkannya.
Alokasi Memori Terkunci: Kenapa Harga Komponen Melonjak?
Lenovo menjelaskan bahwa kondisi pasar memori saat ini jauh dari stabil. Kenaikan harga adalah konsekuensi langsung dari kelangkaan pasokan global. Fan Ho secara tegas menyatakan pihaknya tidak mungkin menjamin harga akan tetap sama.
Dia mengungkapkan data penting terkait alokasi pasokan. Fan Ho menyebutkan, persediaan memori yang dibutuhkan untuk produksi hingga tahun 2026 secara keseluruhan telah dialokasikan. Ini berarti kapasitas produksi global untuk 12 bulan ke depan hampir sepenuhnya sudah dipesan.
Siapa yang Terlambat Mendapatkan Pasokan?
Situasi ini memunculkan urgensi ekstrem di pasar komponen. Menurut Fan Ho, perusahaan yang berencana membeli memori saat ini dipastikan sudah terlambat. Ketersediaan komponen menjadi isu krusial yang mengalahkan pertimbangan harga. Dengan demikian, pasar hardware komputasi diprediksi akan mengalami masa sulit terkait ketersediaan material inti.
Strategi Mitigasi Lenovo Fokus pada Solusi Pelanggan
Alih-alih bersaing hanya dalam perang harga, Lenovo kini mengubah fokus bisnisnya. Pihaknya memprioritaskan kebutuhan mendesak para penggunanya. Fan Ho menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan adalah pada lini produk dan layanan yang mampu memberikan nilai maksimal kepada pelanggan.