Lenovo Akui Dampak Krisis RAM Global, Harga Laptop Tak Terjamin

Lenovo Akui Dampak Krisis RAM Global, Harga Laptop Tak Terjamin
Sumber :
  • Istimewa

ASUS Vivobook Go 14 E1404G, Laptop Ringkas Tangguh untuk Aktivitas Pelajar
  • Harga laptop dan smartphone akan mengalami kenaikan imbas krisis RAM global yang tak terhindarkan.
  • Lenovo memastikan tidak bisa menjamin stabilitas harga ke depan karena kelangkaan komponen memori.
  • Alokasi produksi memori untuk 12 bulan ke depan (hingga 2026) sudah habis terjual, mengindikasikan kelangkaan ekstrem.
  • Prioritas Lenovo kini bergeser pada jaminan ketersediaan produk dan solusi layanan komputasi pelanggan.

Advan Workplus Air: Laptop Tipis dengan Performa Gahar di Bawah Rp10 Juta!

Krisis RAM Global kini menjadi tantangan besar yang dihadapi industri teknologi, langsung mendorong kenaikan harga pada perangkat seperti laptop dan smartphone. Lenovo, sebagai salah satu pemain utama di pasar komputasi, mengakui dampak signifikan ini. Dalam acara Lenovo Tech Day di Jakarta pada Selasa (13/1), Fan Ho, ED & GM Solutions & Services Group Lenovo Asia Pasific, memberikan pandangan objektif mengenai situasi pasar memori. Meskipun tidak dapat mengendalikan lonjakan harga, Fan Ho menjamin komitmen Lenovo menyediakan solusi dan produk yang relevan bagi pelanggan saat mereka paling membutuhkannya.

Alokasi Memori Terkunci: Kenapa Harga Komponen Melonjak?

Laptop Tipis 10–15 Juta Terbaik 2025: Pilihan Paling Ringan dan Bertenaga

Lenovo menjelaskan bahwa kondisi pasar memori saat ini jauh dari stabil. Kenaikan harga adalah konsekuensi langsung dari kelangkaan pasokan global. Fan Ho secara tegas menyatakan pihaknya tidak mungkin menjamin harga akan tetap sama.

Dia mengungkapkan data penting terkait alokasi pasokan. Fan Ho menyebutkan, persediaan memori yang dibutuhkan untuk produksi hingga tahun 2026 secara keseluruhan telah dialokasikan. Ini berarti kapasitas produksi global untuk 12 bulan ke depan hampir sepenuhnya sudah dipesan.

Siapa yang Terlambat Mendapatkan Pasokan?

Situasi ini memunculkan urgensi ekstrem di pasar komponen. Menurut Fan Ho, perusahaan yang berencana membeli memori saat ini dipastikan sudah terlambat. Ketersediaan komponen menjadi isu krusial yang mengalahkan pertimbangan harga. Dengan demikian, pasar hardware komputasi diprediksi akan mengalami masa sulit terkait ketersediaan material inti.

Strategi Mitigasi Lenovo Fokus pada Solusi Pelanggan

Alih-alih bersaing hanya dalam perang harga, Lenovo kini mengubah fokus bisnisnya. Pihaknya memprioritaskan kebutuhan mendesak para penggunanya. Fan Ho menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan adalah pada lini produk dan layanan yang mampu memberikan nilai maksimal kepada pelanggan.

Untuk memastikan ketersediaan produk, Lenovo secara aktif memperkuat kemitraan dengan para pemasok utama. Kemitraan strategis ini menjadi kunci utama untuk mengamankan komponen yang dibutuhkan. Tujuannya hanya satu: memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat di tengah Krisis RAM Global.

Konsultasi Komputasi dan Ketersediaan Produk

Lenovo juga telah membentuk tim khusus yang berorientasi pada solusi dan layanan. Tim ini bertugas mencari tahu preferensi spesifik pelanggan dan menawarkan konsultasi yang mendalam. Mereka tidak hanya menjual produk, tetapi mencari tahu hasil apa yang ingin dicapai pelanggan dari perangkat mereka.

Setelah memahami tujuan pelanggan, perusahaan menentukan seberapa cepat kemampuan komputasi yang sebenarnya mereka butuhkan. Proses ini memastikan pelanggan mendapatkan solusi paling efisien, bukan sekadar perangkat keras standar.

Proyeksi Pasar dan Layanan Jangka Panjang

Situasi kelangkaan global ini memaksa perusahaan teknologi untuk lebih inovatif dalam layanan. Lenovo mengambil langkah maju dengan mengintegrasikan layanan konsultasi sebagai bagian integral dari penawaran mereka.

Fokus ini memastikan bahwa di tengah ketidakpastian harga dan ketersediaan, setidaknya pelanggan mendapatkan produk yang dioptimalkan sesuai kebutuhan mereka. Dengan fokus pada solusi, Lenovo berharap dapat mempertahankan loyalitas pelanggan dan menavigasi turbulensi pasar yang diciptakan oleh Krisis RAM Global saat ini. Ini merupakan langkah proaktif untuk bertahan di tengah gejolak rantai pasok.