Casion Lolos GVV Batch 8: Kolaborasi Grab Genjot EV Charging

Casion Lolos GVV Batch 8: Kolaborasi Grab Genjot EV Charging
Sumber :
  • Istimewa

Saham GoTo Melesat! CEO Baru Hans Patuwo Bawa Angin Perubahan & Isu Merger
  • Casion menjadi salah satu dari lima startup yang lolos program akselerator Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8.
  • Kolaborasi Grab Casion bertujuan membangun infrastruktur pengisian daya EV yang disesuaikan dengan pola kebutuhan mitra pengemudi.
  • Inovasi utama Casion mencakup pendekatan berbasis data dan sistem pembayaran Cash Pass yang mempermudah proses pengisian daya.

Viral Sedunia! Aksi Warganet Malaysia & 18 Negara Lain 'Banjiri' Ojol Indonesia dengan Makanan Gratis, Ini yang Terjadi!

Casion, sebuah startup inovatif yang fokus pada infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik (EV), baru saja menorehkan prestasi signifikan. Mereka resmi menjadi salah satu peserta terpilih dalam program akselerator prestisius, Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8. Keberhasilan ini membuka jalan bagi Kolaborasi Grab Casion yang sangat strategis.

Grab menyeleksi lima startup dari sekitar 180 pendaftar. Casion mencuri perhatian karena fokusnya yang relevan dengan strategi jangka panjang Grab, yaitu memperkuat layanan e-mobilitas. Startup ini kini membuka peluang pengembangan solusi pengisian daya yang terintegrasi langsung dengan ekosistem mitra pengemudi Grab.

Bonus Hari Raya Grab: Ini Kriteria Mitra Pengemudi yang Mendapatkan BHR

Casion EV Charging: Menopang Ambisi E-Mobilitas Grab

Integrasi Casion ke dalam ekosistem Grab sangat mendukung rencana ekspansi armada kendaraan listrik Grab. Kevin Pudjiadi, CEO dan Co-founder Casion, melihat adanya sinergi yang luar biasa antara kedua perusahaan.

Kevin menjelaskan, perusahaannya siap mendukung pertumbuhan masif Grab di sektor e-livery. Mereka tidak hanya menyediakan titik pengisian daya, tetapi juga membantu menentukan area strategis untuk ekspansi.

"Sinergi dengan Grab ini sangat cocok. Kami bisa membantu mendukung ambisi

growth-nya Grab untuk e-livery, baik dari sisi charging maupun penentuan pin point area ekspansi," ujar Kevin di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Pendekatan Berbasis Data untuk Pengemudi EV

Keunggulan utama Casion terletak pada pendekatannya yang berbasis data mendalam. Sejak awal, startup ini melakukan riset intensif, termasuk focus group discussion, untuk memahami secara pasti kebiasaan pengemudi kendaraan listrik. Mereka ingin tahu kapan dan di mana pengemudi melakukan pengisian daya.

Hasil riset Casion menunjukkan bahwa pengemudi umumnya mengisi daya dua kali sehari: sebelum mulai beroperasi dan setelah menyelesaikan pekerjaannya. Temuan ini krusial untuk menentukan lokasi stasiun pengisian.

Kevin menjelaskan, Casion berfokus menempatkan charging station yang dekat dengan alamat tinggal pengemudi. Pendekatan ini mengatasi masalah minimnya fasilitas pengisian di area-area permukiman padat seperti Bekasi.

Inovasi Pembayaran: Cash Pass Sederhanakan Pengisian

Selain lokasi, Casion juga mengoptimalkan pengalaman pengguna melalui penyederhanaan proses. Mereka memperkenalkan sistem pembayaran yang disebut Cash Pass.

Melalui fitur Cash Pass, pemilik kendaraan listrik dapat berlangganan dan memberikan akses akun kepada pengemudi mereka. Pengemudi tidak perlu lagi berurusan dengan aplikasi kompleks atau metode pembayaran yang rumit; mereka cukup datang dan menghubungkan kendaraan ke stasiun pengisian daya.

"Kami berupaya membuat charging lebih mudah, bukan hanya dari pemakaian tapi juga dari cara pembayarannya. Kami memikirkan customer journey dari awal sampai akhir, ini yang membuat adopsi Casion EV Charging kuat," kata Kevin.

Momentum Akselerasi Teknologi Hijau Indonesia

Program Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 berfokus pada tema "Driving Sustainable Future." Hal ini sejalan dengan komitmen Grab untuk mendukung inovasi teknologi hijau di Indonesia.

Dari lebih dari 160 pendaftar, GVV resmi meluluskan lima startup terpilih. Semua startup lolos bergerak di bidang teknologi hijau dan solusi berkelanjutan. Casion, yang didirikan sejak 2023, kini telah memasang stasiun pengisian daya di sekitar 90 hingga 100 lokasi, awalnya di apartemen dan kini merambah ruang ritel.

Grab turut berperan dalam strategi ekspansi Casion. Kevin menyebut, ketika Grab menginformasikan kebutuhan stasiun pengisian daya untuk ekspansi ke kota baru, Casion segera memulai perencanaan untuk berekspansi ke sana.

Director of Digital Sustainability Grab Indonesia, Rifana Mezaya, menekankan bahwa ekosistem startup Indonesia memiliki potensi besar melahirkan inovasi yang memberikan dampak nyata. Grab menjalankan GVV sejak 2018 sebagai upaya nyata mendukung startup lokal.