OpenAI Siapkan SweetPea, Earbud AI Saingan AirPods dengan Desain Revolusioner!
- Gizmochina
Gadget – Dunia teknologi sedang dihantam gelombang baru: OpenAI, raksasa kecerdasan buatan di balik ChatGPT, kini melangkah ke ranah perangkat keras konsumen. Menurut laporan terbaru dari sumber di Tiongkok, perusahaan tersebut sedang mengembangkan earbud pintar bernama kode “SweetPea” sebuah proyek ambisius yang berpotensi mengganggu dominasi Apple AirPods dan bahkan menggeser peran ponsel dalam kehidupan sehari-hari.
Yang membuat SweetPea bukan sekadar gosip biasa adalah keterlibatan Jony Ive, mantan Chief Design Officer Apple yang legendaris. Ive, arsitek desain iPhone, MacBook, dan AirPods, kini bekerja langsung untuk OpenAI setelah perusahaannya, LoveFrom (melalui entitas io hardware), diakuisisi oleh OpenAI pada Mei 2024 senilai 6,5 miliar dolar AS.
SweetPea diproyeksikan menjadi produk fisik pertama hasil akuisisi monumental itu dan jika berhasil, ia bisa menjadi titik balik dalam evolusi asisten digital: dari responsif menjadi proaktif, kontekstual, dan benar-benar otonom.
Artikel ini mengupas tuntas desain inovatif, teknologi canggih, visi OpenAI, serta tantangan besar yang menghadang SweetPea sebelum peluncurannya pada September 2028.
Desain Radikal: Bukan Earbud Biasa, Tapi Sistem AI Portabel
Berbeda dengan true wireless earbuds konvensional yang menyisipkan driver kecil ke dalam saluran telinga, SweetPea mengadopsi arsitektur tiga bagian yang revolusioner:
- Unit utama berbentuk kerikil (pebble-shaped) terbuat dari logam, ditempatkan di antara kedua telinga (kemungkinan di leher atau digantung).
- Dua komponen kapsul yang diletakkan di belakang telinga, bukan di dalamnya.
Desain ini sengaja dibuat untuk menghindari batasan ruang pada earbud tradisional. Dengan lebih banyak volume internal, OpenAI bisa memasukkan:
- Chip AI khusus berbasis proses 2nm
- Baterai berkapasitas lebih besar
- Sensor multimodal (mikrofon + kamera mini)
Hasilnya? Sebuah perangkat yang tidak hanya mendengar, tapi juga melihat dan memahami lingkungan secara real-time.
Chip AI 2nm: Komputasi Lokal Tanpa Bergantung pada Cloud
Salah satu terobosan terbesar SweetPea adalah penggunaan prosesor khusus 2nm generasi chip paling mutakhir yang bahkan belum tersedia secara komersial luas hingga 2025.
Chip ini memungkinkan pemrosesan AI secara lokal (on-device), artinya:
- Tidak perlu mengirim data suara ke server cloud
- Respons jauh lebih cepat (latensi mendekati nol)
- Privasi pengguna lebih terjaga
- Bisa berfungsi meski tanpa koneksi internet
Fungsi AI yang dijalankan secara lokal meliputi:
- Pemahaman konteks percakapan
- Pengenalan objek melalui kamera
- Prediksi kebutuhan pengguna berdasarkan pola perilaku
- Terjemahan real-time tanpa delay
Ini adalah lompatan besar dari model asisten suara saat ini (seperti Siri atau Google Assistant) yang masih sangat bergantung pada koneksi internet dan server pusat.
Asisten Proaktif: Tak Perlu Ucapkan “Hey”, AI Langsung Bertindak
SweetPea dirancang untuk menghilangkan frasa pemicu seperti “Hey Siri” atau “OK Google”. Berkat sensor yang terus aktif, perangkat ini akan:
- Mendengarkan percakapan secara pasif (tanpa merekam permanen)
- Mengamati lingkungan melalui kamera mini
- Menganalisis konteks sosial dan fisik
Contoh skenario penggunaan:
Anda berjalan di toko buku, melihat rak novel fiksi ilmiah. SweetPea mendeteksi minat Anda, lalu berbisik lembut: “Buku terbaru Liu Cixin baru saja rilis. Mau saya baca sinopsisnya?”
Atau:
Saat Anda lupa nama rekan bisnis, SweetPea mengenali wajahnya dari kamera dan berbisik: “Itu Rina Wijaya, CEO TechNova. Kalian bertemu di acara AI Summit 2024.”
Ini bukan fiksi ini visi OpenAI tentang komputasi ambient: teknologi yang hadir tanpa diminta, namun tetap sopan dan relevan.
Menggantikan Ponsel? Ambisi Tersembunyi OpenAI
Laporan menyebut bahwa SweetPea bisa menggantikan banyak fungsi dasar ponsel. Dengan integrasi mendalam ke layanan digital (email, kalender, navigasi, pembayaran), pengguna mungkin:
- Mengirim pesan hanya dengan berbicara
- Memesan taksi tanpa membuka aplikasi
- Mencatat ide langsung ke memo suara
- Mengontrol smart home dengan perintah alami
Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan pada layar ponsel dan menciptakan interaksi yang lebih manusiawi lewat suara, gerak tubuh, dan konteks.
Namun, ini juga menimbulkan pertanyaan besar: apakah masyarakat siap dengan perangkat yang selalu “mengawasi” demi membantu?
Privasi vs. Kenyamanan: Tantangan Etika Terbesar
Meski OpenAI menjanjikan pemrosesan lokal untuk menjaga privasi, keberadaan kamera dan mikrofon yang aktif terus-menerus pasti memicu kekhawatiran.
Pertanyaan kritis yang harus dijawab sebelum 2028:
- Bagaimana data sensor disimpan dan dihapus?
- Apakah ada indikator fisik saat kamera aktif?
- Bisakah pengguna sepenuhnya mematikan sensor?
- Apakah OpenAI akan transparan tentang algoritma pengambilan keputusan AI?
Tanpa jawaban yang meyakinkan, SweetPea berisiko dianggap sebagai perangkat pengintai yang dikemas sebagai asisten bukan solusi, tapi ancaman.
Target Penjualan Ambisius: 50 Juta Unit di Tahun Pertama
OpenAI menargetkan pengiriman 40–50 juta unit SweetPea pada tahun pertama setelah peluncuran September 2028. Angka ini sangat mengejutkan, mengingat:
- Ini adalah produk pertama OpenAI di kategori perangkat keras
- Harga diperkirakan premium (kemungkinan di atas $300)
- Persaingan ketat dari Apple, Samsung, dan Google
Namun, ambisi ini mencerminkan keyakinan OpenAI bahwa SweetPea bukan sekadar aksesori tapi platform baru. Seperti iPhone yang menggantikan iPod dan ponsel biasa, SweetPea ingin menjadi gerbang utama ke dunia digital berbasis AI.
Masih Lama Sampai 2028 Apa yang Bisa Berubah?
Empat tahun adalah waktu yang sangat panjang di dunia teknologi. Banyak hal bisa terjadi sebelum SweetPea benar-benar dirilis:
- Regulasi AI global bisa membatasi fitur pengenalan wajah atau rekaman suara
- Kemajuan chip 2nm mungkin tertunda
- Apple atau Google bisa meluncurkan pesaing lebih awal
- Publik mungkin menolak konsep “asisten yang selalu mengamati”
Namun, satu hal pasti: dengan Jony Ive di kemudi desain dan Sam Altman memimpin visi AI, SweetPea bukan mimpi kosong ia adalah strategi jangka panjang OpenAI untuk menguasai antarmuka manusia-AI generasi berikutnya.
Kesimpulan: SweetPea Bukan Hanya Earbud Ini Masa Depan Interaksi Manusia dengan Teknologi
SweetPea mewakili pergeseran paradigma: dari perangkat yang ditanyai menjadi perangkat yang memahami. Ia menawarkan kenyamanan luar biasa, tetapi dengan harga potensial pada privasi dan otonomi pribadi.
Jika OpenAI berhasil menyeimbangkan inovasi dengan etika, SweetPea bisa menjadi landmark sejarah teknologi seperti iPhone pada 2007. Tapi jika gagal, ia akan jadi pengingat bahwa teknologi paling canggih pun harus tunduk pada kepercayaan manusia.
Sampai 2028 tiba, dunia akan terus mengamati: apakah SweetPea benar-benar manis atau justru pahit bagi kebebasan digital kita?
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |