Meta Tutup Tiga Studio VR: Fokus Penuh ke Teknologi Wearable
- Istimewa
Informasi ini disampaikan langsung oleh pihak Supernatural melalui unggahan resmi di Facebook. Mereka menyebutkan aplikasi tersebut tidak akan lagi menerima konten atau pembaruan fitur baru.
Pihak Supernatural menjelaskan, “Karena perubahan organisasi terbaru di studio kami, Supernatural tidak lagi menerima konten atau pembaruan fitur baru mulai hari ini.” Meskipun demikian, aplikasi kebugaran VR tersebut masih dapat diakses oleh pengguna lama. Pelanggan yang sudah berlangganan tetap dapat menggunakan layanan yang ada, meskipun tanpa konten baru ke depannya.
Transisi Strategis: Dari Metaverse ke Masa Depan Wearable
Juru bicara Meta secara resmi membenarkan penutupan Studio VR Meta ini. Menurut mereka, keputusan ini merupakan bagian dari perubahan prioritas investasi yang telah diumumkan jauh sebelumnya. Meta secara tegas kini memindahkan sumber daya dari Metaverse ke sektor perangkat wearable.
Konfirmasi dan Alasan Perubahan Prioritas
Juru bicara tersebut menjelaskan kepada Engadget, “Kami telah menyampaikan bulan lalu bahwa kami mengalihkan sebagian investasi dari Metaverse ke wearable. Ini adalah bagian dari upaya tersebut.” Penghematan yang didapatkan dari penutupan studio VR ini akan dialokasikan kembali. Dana tersebut secara spesifik mendukung pertumbuhan bisnis wearable Meta sepanjang tahun ini.
Meta kini fokus membangun masa depan teknologi yang lebih dekat dan mudah diintegrasikan ke kehidupan sehari-hari pengguna. Hal ini berbeda dengan pengalaman VR yang membutuhkan perangkat khusus dan lingkungan yang lebih tertutup.
Mengapa Fokus Metaverse Meredup?
Dalam beberapa tahun terakhir, Meta sangat agresif dalam membangun ekosistem Metaverse, termasuk investasi besar pada headset Quest. Namun, antusiasme pasar global terhadap Metaverse ternyata tidak secepat yang diharapkan perusahaan. Penjualan perangkat VR cenderung stagnan, sementara biaya pengembangan konten terus membengkak tinggi.
Oleh karena itu, Meta memutuskan mengatur ulang strategi wearable yang lebih realistis. Perusahaan kini lebih memilih teknologi wearable seperti kacamata pintar, smart glasses, dan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI). Perangkat ini dinilai jauh lebih mudah diadopsi oleh masyarakat luas dan sejalan dengan tren global teknologi portabel.