Meta Tutup Tiga Studio VR: Fokus Penuh ke Teknologi Wearable

Meta Tutup Tiga Studio VR: Fokus Penuh ke Teknologi Wearable
Sumber :
  • Istimewa

Vivo Siapkan Headset Mixed Reality Pertamanya, Vivo Vision! Apa Keunggulannya?
  • Meta resmi menutup tiga studio game VR internalnya: Armature Studio, Sanzaru Games, dan Twisted Pixel.
  • Penutupan ini menandai pergeseran fokus investasi besar-besaran dari ekosistem Metaverse ke sektor perangkat wearable.
  • Aplikasi kebugaran VR populer, Supernatural, juga menghentikan produksi konten dan pembaruan fitur baru.
  • Penghematan dana dari restrukturisasi ini akan dialokasikan untuk mendukung pertumbuhan bisnis kacamata pintar dan perangkat berbasis AI.

Smartwatch vs Smart Ring: Mana yang Terbaik untuk Kesehatan & Gaya Hidupmu?

Meta, perusahaan induk Facebook, baru saja mengambil langkah strategis yang mengejutkan industri teknologi. Mereka resmi mengumumkan penutupan tiga studio VR terkemuka sekaligus: Armature Studio, Sanzaru Games, dan Twisted Pixel. Keputusan drastis ini mengindikasikan pergeseran prioritas investasi yang sangat besar. Jelas terlihat, Meta kini mengalihkan fokus dari ambisi Realitas Virtual dan Metaverse ke pengembangan teknologi wearable yang dinilai lebih menjanjikan serta cepat diadopsi pasar. Langkah ini menjadi sinyal kuat terkait perubahan arah strategi bisnis perusahaan sepanjang tahun ini.

Tiga Raksasa Pengembang VR Resmi Menghentikan Operasi

Samsung Galaxy Ring Hadirkan Beragam Ukuran

Kabar mengenai penutupan studio ini pertama kali mencuat melalui unggahan dari para staf yang terdampak di media sosial. Selanjutnya, laporan dari Engadget mengonfirmasi restrukturisasi internal Meta ini. Tiga studio yang ditutup selama ini dikenal sebagai tulang punggung konten berkualitas tinggi di platform headset Quest.

Studio Legendaris yang Terdampak

Twisted Pixel menjadi salah satu studio yang harus menghentikan operasionalnya. Studio ini sebelumnya dikenal sukses merilis gim "Marvel’s Deadpool VR" pada November tahun lalu. Sementara itu, Sanzaru Games—populer berkat gim legendaris “Asgard’s Wrath”—juga mengumumkan secara resmi penghentian aktivitasnya.

Tidak ketinggalan, Armature Studio yang berhasil membawa “Resident Evil 4” ke headset Quest pada tahun 2021 juga termasuk dalam daftar studio yang ditutup. Dengan demikian, Meta kini kehilangan studio kunci yang bertanggung jawab atas pengembangan konten eksklusif VR miliknya.

Efek Domino: Aplikasi Kebugaran Supernatural Ikut Terdampak

Gelombang restrukturisasi ini tidak hanya mengenai studio game VR. Meta juga memutuskan untuk menghentikan pengembangan aplikasi kebugaran VR miliknya yang cukup populer, Supernatural.

Informasi ini disampaikan langsung oleh pihak Supernatural melalui unggahan resmi di Facebook. Mereka menyebutkan aplikasi tersebut tidak akan lagi menerima konten atau pembaruan fitur baru.

Pihak Supernatural menjelaskan, “Karena perubahan organisasi terbaru di studio kami, Supernatural tidak lagi menerima konten atau pembaruan fitur baru mulai hari ini.” Meskipun demikian, aplikasi kebugaran VR tersebut masih dapat diakses oleh pengguna lama. Pelanggan yang sudah berlangganan tetap dapat menggunakan layanan yang ada, meskipun tanpa konten baru ke depannya.

Transisi Strategis: Dari Metaverse ke Masa Depan Wearable

Juru bicara Meta secara resmi membenarkan penutupan Studio VR Meta ini. Menurut mereka, keputusan ini merupakan bagian dari perubahan prioritas investasi yang telah diumumkan jauh sebelumnya. Meta secara tegas kini memindahkan sumber daya dari Metaverse ke sektor perangkat wearable.

Konfirmasi dan Alasan Perubahan Prioritas

Juru bicara tersebut menjelaskan kepada Engadget, “Kami telah menyampaikan bulan lalu bahwa kami mengalihkan sebagian investasi dari Metaverse ke wearable. Ini adalah bagian dari upaya tersebut.” Penghematan yang didapatkan dari penutupan studio VR ini akan dialokasikan kembali. Dana tersebut secara spesifik mendukung pertumbuhan bisnis wearable Meta sepanjang tahun ini.

Meta kini fokus membangun masa depan teknologi yang lebih dekat dan mudah diintegrasikan ke kehidupan sehari-hari pengguna. Hal ini berbeda dengan pengalaman VR yang membutuhkan perangkat khusus dan lingkungan yang lebih tertutup.

Mengapa Fokus Metaverse Meredup?

Dalam beberapa tahun terakhir, Meta sangat agresif dalam membangun ekosistem Metaverse, termasuk investasi besar pada headset Quest. Namun, antusiasme pasar global terhadap Metaverse ternyata tidak secepat yang diharapkan perusahaan. Penjualan perangkat VR cenderung stagnan, sementara biaya pengembangan konten terus membengkak tinggi.

Oleh karena itu, Meta memutuskan mengatur ulang strategi wearable yang lebih realistis. Perusahaan kini lebih memilih teknologi wearable seperti kacamata pintar, smart glasses, dan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI). Perangkat ini dinilai jauh lebih mudah diadopsi oleh masyarakat luas dan sejalan dengan tren global teknologi portabel.

Proyeksi Dampak Penutupan Studio VR Meta bagi Ekosistem Konten

Keputusan menutup tiga studio kunci ini tentu menjadi pukulan serius bagi industri game Realitas Virtual. Armature, Sanzaru, dan Twisted Pixel dikenal karena menghasilkan gim berkualitas tinggi yang menjadi daya tarik platform Quest.

Namun demikian, Meta memastikan bahwa ekosistem VR mereka yang tersisa tetap berjalan. Perusahaan tetap akan mendukung para pengembang pihak ketiga dan menjaga ketersediaan konten yang sudah ada. Restrukturisasi ini menegaskan bahwa masa depan jangka pendek Meta terletak pada inovasi perangkat wearable, menandai babak baru dalam perjalanan ambisi teknologi mereka. Keputusan ini menunjukkan prioritas yang mendesak untuk mencapai profitabilitas melalui adopsi teknologi yang lebih luas.