Xiaomi 2026: Jack Audio 3.5mm Mati? Ini Daftar HP yang Masih Punya
- Istimewa
- Flagship Xiaomi menghilangkan port 3.5mm karena kebutuhan ruang internal yang besar untuk komponen canggih dan fitur tahan air (IP68).
- Model kelas menengah dan budget seperti Redmi 15C dan POCO M6 Pro menjadi benteng pertahanan terakhir port jack audio 3.5mm hingga tahun 2026.
- Pengguna flagship dapat meningkatkan kualitas audio berkabel mereka secara signifikan menggunakan solusi adaptor USB-C DAC aktif.
Meskipun revolusi nirkabel telah mengubah lanskap audio, banyak pengguna premium—terutama para gamer dan audiophile—tetap setia pada keunggulan koneksi analog. Mereka mengutamakan ketiadaan lag dan superioritas suara yang ditawarkan oleh driver berkabel. Oleh karena itu, port jack audio 3.5mm tetap menjadi konektor yang sangat diinginkan di pasar. Kami mengamati proses pengembangan perangkat keras Xiaomi, dan situasinya sangat dinamis. Meskipun lini flagship mereka kini merangkul paradigma desain "portless-adjacent" di bawah Xiaomi HyperOS, perusahaan masih melayani pengguna "hanya berkabel" melalui kategori tertentu.
Mengapa Jack Audio 3.5mm Dibuang dari Flagship Xiaomi?
Banyak pengguna sering bertanya tentang alasan Xiaomi menghapus port sederhana ini. Penghapusan fitur ini berkaitan erat dengan yang dikenal sebagai "perang real estate" internal. Chip pemrosesan bertenaga, seperti Snapdragon 8 Elite, membutuhkan ruang yang masif.
Para insinyur harus memasang ruang uap (Vapor Chambers) yang besar untuk manajemen panas optimal. Komponen vital ini sering kali mendesak keluar port analog.
Selain itu, pertimbangan durabilitas juga berperan besar. Jauh lebih mudah dan murah membuat ponsel tahan air dengan rating IP68 tanpa adanya lubang terbuka untuk jack 3.5mm. Tren ini terlihat jelas pada Redmi Note 14 Pro+, di mana fokus pada ketahanan membuat perusahaan melepaskan jack tersebut demi penyegelan yang lebih baik.
Benteng Terakhir: Daftar HP Xiaomi yang Masih Punya Jack Audio 3.5mm
Jika Anda sedang mencari smartphone baru pada tahun 2026 yang kompatibel dengan IEM (In-Ear Monitors) favorit Anda, pilihannya kini semakin terbatas. Konsumen harus memfokuskan pencarian pada ponsel kelas menengah dan budget.
POCO X6 5G masih menonjol sebagai salah satu ponsel "hibrida" di pasaran. Perangkat ini didukung prosesor Snapdragon 7s Gen 2 dan menawarkan output analog yang layak.
Pilihan Entry-Level Paling Relevan
Dalam hal kategori budget, Redmi 15C dan POCO M6 Pro adalah pilihan utama ketika membahas audio berkabel. Kedua model ini ditujukan bagi mereka yang tidak ingin mengeluarkan biaya tambahan untuk sepasang headphone Bluetooth. Model dasar dalam lini Redmi Note, seperti Redmi Note 14 (4G) dan Redmi Note 14 5G, juga diprediksi tetap mempertahankan fitur ini hingga tahun 2025/2026.
Sebagai contoh, Redmi Note 14 Pro (Global 4G) yang rilis Januari 2025 tetap menyertakan jack 3.5mm dan mendukung fitur Hi-Res Audio, menargetkan pasar yang menghargai multimedia berkabel.
Solusi Audio Berkabel: Upgrade Menggunakan USB-C DAC Aktif
Anda tidak perlu khawatir jika sudah membeli ponsel tanpa jack audio 3.5mm seperti POCO F6 atau perangkat flagship yang akan datang. Masih ada solusi yang menawarkan kualitas suara superior.
Kami sangat merekomendasikan penggunaan Active USB-C DAC (Digital-to-Analog Converter). Produk seperti FiiO KA11 atau Xiaomi ANC Type-C Earphones adalah pilihan yang solid. Perangkat eksternal ini memungkinkan Anda mengatasi keterbatasan ponsel. Bahkan, DAC aktif mampu memberikan kualitas panggung suara yang jauh melampaui apa yang dimungkinkan oleh jack 3.5mm standar internal.
Proyeksi Masa Depan Audio Xiaomi di Bawah HyperOS
Kami memperkirakan jack 3.5mm akan menjadi semakin langka. Perkembangan ekosistem Xiaomi HyperConnect akan terus berfokus pada peningkatan latensi nirkabel, membuat koneksi Bluetooth semakin andal.
Meskipun demikian, untuk tahun yang akan datang, model "Base" dari lini Redmi Note tampaknya akan tetap menjadi benteng terakhir konektor analog ini. Pengguna setia audio berkabel harus menyesuaikan ekspektasi mereka: port 3.5mm kini telah bergeser posisinya dari fitur premium menjadi ciri khas perangkat kelas budget.