HP 'Kedua' Ini Diciptakan Khusus Bagi Mereka yang Membenci Layar Sentuh

HP 'Kedua' Ini Diciptakan Khusus Bagi Mereka yang Membenci Layar Sentuh
Sumber :
  • Unihertz

Gadget – Kemenangan layar sentuh kapasitif atas tombol fisik tampaknya sudah absolut selama hampir dua dekade, namun gelaran CES 2026 mengungkap adanya retakan dalam konsensus tersebut. Kebangkitan tak terduga ini didorong oleh dua pengumuman perangkat keras yang memprioritaskan umpan balik taktil di atas luas layar: Clicks Communicator dan Unihertz Titan 2 Elite. Fenomena ini bukanlah upaya menghidupkan kembali merek BlackBerry yang tetap mati suri meski banyak proyek modifikasi dari para antusias, melainkan sebuah taruhan terhitung bahwa frustrasi pengguna terhadap akurasi keyboard perangkat lunak telah mencapai titik didih.

Tipisnya Cuma 6,1mm, HP Baru Honor Ini Kalahkan Skor Geekbench Galaxy S26

Konteks: Strategi Perangkat Pendamping

Berbeda dengan era kejayaan BlackBerry di mana perangkat QWERTY adalah nyawa utama komunikasi dan produktivitas, gelombang perangkat baru ini diposisikan secara berbeda. Clicks Communicator secara eksplisit dipasarkan sebagai "ponsel kedua" atau terminal pesan khusus. Target demografisnya adalah mereka yang merasa algoritma koreksi otomatis (autocorrect) pada iOS dan Android modern semakin intrusif dan tidak akurat. Pivot strategis ini mengakui realitas bahwa meskipun pengguna lebih suka mengonsumsi media di layar OLED 6,8 inci, mereka sering kali lebih memilih tombol fisik untuk memproduksi teks panjang.

Lupakan Powerbank: Baterai 6.000 mAh Galaxy A07 5G Kuat Dua Hari Tanpa Cas

Click Communicator

Photo :
  • Click

Layar 120Hz di HP Sejutaan? Tecno Spark Go 3 Rusak Harga Pasar Entry-Level

Spesifikasi: Clicks vs Unihertz

Diumumkan dengan banderol harga $500, Clicks Communicator adalah proposisi yang ambisius sekaligus sangat niche. Perangkat ini dirancang secara ketat untuk output teks volume tinggi seperti DM, utas Slack, dan email. Meskipun unit yang dipamerkan di CES masih berupa mockup non-fungsional, niat desainnya jelas terlihat dari pengorbanan ukuran layar demi akurasi pengetikan dengan tombol gaya chiclet.

Di sisi lain, Unihertz yang dikenal dengan ponsel Android rugged juga menggoda pasar dengan Titan 2 Elite. Perangkat ini tampaknya merupakan penyempurnaan dari seri Titan sebelumnya, membuang layar belakang persegi yang dianggap gimmick demi desain yang lebih utilitarian. Tata letak keyboard pada Titan 2 Elite terlihat lebih setia pada estetika klasik BlackBerry dibandingkan tombol individual yang terpisah pada model Clicks.

Jejak Rantai Pasokan Shenzhen

Inspeksi lebih dekat terhadap kedua perangkat mengungkap adanya garis keturunan rantai pasokan yang mencurigakan. Baik Clicks Communicator maupun Titan 2 Elite menampilkan panel layar dengan radius sudut yang identik serta posisi kamera hole-punch yang berada di koordinat kiri atas yang persis sama. Kesamaan fisik ini mengindikasikan ketersediaan komponen white-label dari satu pemasok hulu di Shenzhen. Besar kemungkinan sebuah pabrikan layar menggunakan kembali cetakan panel tertentu, yang kemudian mendorong beberapa merek niche untuk merancang sasis di sekitarnya. Hal ini menandakan bahwa tren ini lebih merupakan dorongan dari sisi pasokan (supply-side push) ketimbang lonjakan permintaan organik dari konsumen.

Halaman Selanjutnya
img_title