Tipisnya Cuma 6,1mm, HP Baru Honor Ini Kalahkan Skor Geekbench Galaxy S26
- Honor
Gadget – Anggapan lama bahwa "ponsel kecil berarti performa disunat" secara efektif telah dipatahkan oleh daftar Geekbench baru yang muncul hari ini. Sebuah perangkat dengan kode model Honor LDY-AN00, yang diidentifikasi sebagai Honor Magic 8 Pro Air, mencatatkan skor yang menyaingi ponsel varian "Ultra" terbesar di pasar. Dengan skor single-core 2.969 dan multi-core 9.892, perangkat berlayar 6,3 inci ini bukanlah versi "Mini" yang dipangkas spesifikasinya; ini adalah mesin flagship yang dipadatkan ke dalam sasis yang sangat tipis. Kebocoran data ini muncul hanya beberapa hari sebelum peluncuran domestik di China pada 19 Januari, mengonfirmasi target Honor untuk memikat segmen antusias yang menolak membawa ponsel bongsor berukuran 6,8 inci.
Validasi Performa Dimensity 9500
Metadata Geekbench memberikan validasi nyata pertama mengenai konfigurasi MediaTek Dimensity 9500. Silikon ini menggunakan arsitektur octa-core agresif dengan inti utama (prime core) yang dipacu hingga kecepatan 4,21GHz, didukung oleh tiga inti performa pada 3,50GHz, dan empat inti efisiensi pada 2,70GHz. Dipadukan dengan RAM 16GB dan GPU Mali-G1-Ultra-MC12, Magic 8 Pro Air tampaknya dirancang untuk menangani beban kerja AI secara lokal di perangkat (on-device). Konfigurasi ini menempatkannya dalam persaingan langsung dengan Samsung Galaxy S26 model dasar dan iPhone 17, namun dengan kecepatan clock yang jauh lebih tinggi. Tantangan utamanya tentu pada manajemen panas, mengingat Honor harus mendinginkan chip secepat ini dalam ruang yang sangat sempit.
Melawan Fisika: Baterai dan Dimensi
Aspek paling mengganggu nalar dari kebocoran ini bukanlah prosesornya, melainkan dimensi fisik relatif terhadap kapasitas baterai. Laporan rantai pasokan menunjukkan perangkat ini hanya memiliki ketebalan 6,1mm dengan bobot 155 gram. Pada tahun-tahun sebelumnya, ponsel seringan ini hanya akan memuat baterai di bawah 4.000mAh. Namun, Magic 8 Pro Air tercatat membawa sel baterai 5.500mAh. Kepadatan energi ini kemungkinan besar dicapai melalui teknologi anoda silikon-karbon (silicon-carbon anode) generasi kedua, yang memungkinkan Honor memuat lebih banyak milliampere-hour ke dalam jejak fisik yang lebih kecil. Perangkat ini juga mendukung pengisian daya kabel 80W dan nirkabel 50W, memastikan tangki daya tersebut dapat terisi kembali dengan cepat.
Optik dan Layar Tanpa Kompromi
Sektor visual tetap dipertahankan pada standar tinggi tanpa pemangkasan. Bagian depan didominasi oleh panel LTPO AMOLED 6,31 inci yang berjalan pada resolusi 1,5K dengan kecepatan refresh variabel 120Hz. Di bagian belakang, pulau kamera menampung trio sensor resolusi tinggi: sensor utama 50 megapiksel (1/1,3 inci), ultra-lebar 50 megapiksel, dan telefoto periskop 64 megapiksel dengan kemampuan zoom optik 3x. Masuknya lensa periskop ke dalam bodi setipis 6,1mm adalah pencapaian rekayasa yang signifikan, mengingat modul jenis ini biasanya memerlukan kedalaman lebih untuk sistem optik lipatnya.
Harga dan Ketersediaan Pasar
Meskipun harga resmi masih di bawah embargo hingga 19 Januari, data historis dari seri "Air" menunjukkan harga peluncuran domestik sekitar CNY 4.499 (sekitar $630 USD). Jika dikonversi ke Rupiah dengan memperhitungkan pajak dan bea masuk, harga estimasinya bisa mencapai kisaran Rp 10 juta hingga Rp 11 juta. Titik harga ini akan memotong tier flagship standar yang biasanya dimulai dari $999 (Rp 15 jutaan), sambil menawarkan kepadatan baterai yang superior. Sayangnya, kehadiran resmi Honor di pasar Indonesia masih terbatas, menjadikan perangkat ini kemungkinan besar hanya tersedia melalui jalur importir umum atau marketplace internasional.
Honor Magic 8 Pro Air mewakili pergeseran signifikan dalam rekayasa seluler karena membuktikan industri akhirnya memecahkan persamaan rumit antara kapasitas baterai dan ketebalan bodi. Bagi penggemar teknologi di Indonesia, ini adalah perangkat Android kompak paling menarik di kuartal pertama 2026. Namun, kami menyarankan untuk menunggu ulasan pengujian termal sebelum membeli. Memasukkan chip berkecepatan 4,21GHz ke dalam bodi 6,1mm tanpa kipas pendingin aktif berpotensi menimbulkan masalah throttling (penurunan performa) saat digunakan untuk sesi gaming yang panjang, tidak peduli seberapa canggih sistem vapor chamber yang mereka gunakan.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |