Peran Ibu Kunci Sukses Perlindungan Anak di Ruang Siber
- Istimewa
Strategi Memperkuat 'Benteng' Keamanan Digital Keluarga
Komitmen pemerintah tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur digital. Pemerintah juga berupaya memperkuat ekosistem manusianya. Menkomdigi memaparkan beberapa strategi kunci yang sedang dimasifkan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat.
Tiga Fokus Utama Literasi dan Kontrol Orang Tua
1. Masifikasi Literasi Digital Berkelanjutan: Pemerintah fokus pada sosialisasi tentang pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Selain itu, masyarakat harus mengenali tanda-tanda akun atau aktivitas mencurigakan.
2. Penyebaran Konten Edukatif: Komdigi memanfaatkan kanal media sosial dan jaringan organisasi kemasyarakatan. Tujuannya adalah menyebarkan konten edukatif yang mudah dipahami oleh orang tua dan anak-anak.
3. Mendorong Penggunaan Parental Control: Orang tua didorong menggunakan fitur kendali orang tua (parental control) pada perangkat elektronik. Fitur ini sangat penting untuk menyaring konten yang tidak sesuai usia anak.
Meutya Hafid menambahkan, pemerintah ingin agar perempuan yang aktif di ranah digital menjadi lebih berdaya. Mereka harus berdaya untuk memperkuat ekonomi keluarga, meningkatkan edukasi, sekaligus memastikan Perlindungan Anak di Ruang Siber.
Menyongsong Masa Depan Ekosistem Digital yang Sehat
Dengan perpaduan antara regulasi yang kuat, peran aktif orang tua, dan dukungan organisasi masyarakat, risiko penipuan digital yang menyasar anak-anak dapat diminimalisir signifikan. Pemerintah bersama masyarakat sipil berkomitmen menciptakan ruang digital yang kondusif. Ini memastikan bahwa generasi muda dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan produktif.
Meutya menegaskan bahwa keamanan digital adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kolaborasi erat ini menjadi kunci untuk membentuk masyarakat digital yang cerdas dan tangguh di masa depan.