Apple M2 Ultra vs Apple M3 Ultra: Adu Performa Chip Desktop Paling Kencang

Apple M2 Ultra vs Apple M3 Ultra
Sumber :
  • ilustrasi

Apple kembali menunjukkan keseriusannya di pasar komputasi desktop kelas atas lewat dua chipset andalan, yakni Apple M2 Ultra dan Apple M3 Ultra. Keduanya dirancang khusus untuk perangkat desktop profesional seperti Mac Studio dan Mac Pro, dengan fokus pada performa tinggi, efisiensi daya, serta integrasi ekosistem Apple. Namun demikian, meskipun sama-sama mengusung embel-embel “Ultra”, terdapat perbedaan signifikan yang patut diperhatikan sebelum menentukan pilihan.

iPhone 17 Kuasai China: Jual Lebih Banyak dari Rival Gabungan

Secara umum, baik Apple M2 Ultra maupun Apple M3 Ultra sama-sama menyasar segmen desktop profesional. Keduanya telah dibekali GPU terintegrasi, sehingga pengguna tidak perlu lagi membeli kartu grafis terpisah. Hal ini tentu menjadi nilai tambah, terutama bagi kreator konten, editor video, hingga pengembang aplikasi yang menginginkan sistem ringkas namun tetap bertenaga.

Dari sisi waktu peluncuran, Apple M2 Ultra lebih dulu hadir sekitar dua tahun lalu, tepatnya dalam varian GPU 76-core. Sementara itu, Apple M3 Ultra tergolong lebih baru karena dirilis sekitar 10 bulan terakhir dengan konfigurasi CPU 32-core dan GPU 80-core. Perbedaan generasi ini menjadi faktor penting yang memengaruhi lompatan teknologi di dalamnya.

iPhone Lipat 2026 Rilis: Apple Ganti Face ID dengan Touch ID Biometrik

Jika menilik aspek fabrikasi, Apple M2 Ultra masih menggunakan proses 5 nm, sedangkan Apple M3 Ultra sudah beralih ke teknologi 3 nm. Peralihan ini membawa dampak besar, karena ukuran semikonduktor yang lebih kecil memungkinkan jumlah transistor lebih padat, efisiensi daya lebih baik, serta performa yang lebih tinggi. Tak heran jika M3 Ultra dianggap sebagai chipset yang lebih modern dan siap menghadapi beban kerja masa depan.

Menariknya, kedua chipset ini memiliki Thermal Design Power (TDP) yang sama, yakni 80 watt. Artinya, meskipun performa M3 Ultra meningkat, konsumsi dayanya tetap dijaga agar tidak melonjak drastis. Dengan kata lain, Apple berhasil meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan stabilitas termal.

Konsol vs PC Gaming: Mana yang Lebih Masuk Akal di 2026

Beralih ke sektor CPU, Apple M2 Ultra mengandalkan konfigurasi 16 core performa dengan kecepatan 3,7 GHz serta 8 core efisiensi di 3,4 GHz. Totalnya, chipset ini memiliki 24 thread. Di sisi lain, Apple M3 Ultra melangkah lebih jauh dengan 24 core performa dan 8 core efisiensi, sehingga total thread meningkat menjadi 32. Kombinasi ini membuat M3 Ultra unggul dalam skenario multitasking berat dan komputasi paralel.

Halaman Selanjutnya
img_title