EarFun Air Pro 4+: TWS Dual-Driver Rp1 Jutaan dengan Kualitas Suara Premium
- GSMArena
Kekuatan Konfigurasi Dual-Driver
Earbud ini mengandalkan desain dual-driver hybrid. Konfigurasi tersebut terdiri dari driver dinamis 10mm dan unit balanced armature (BA). Perpaduan ini memastikan reproduksi suara yang detail dan bertenaga.
EarFun tampaknya telah berhasil menyempurnakan kurva target Harman yang populer. Hasilnya, pengguna mendapatkan dorongan bass yang tepat. Selain itu, ada sedikit penurunan yang terkontrol di midrange dan ekstensi treble yang baik. Bass yang dihasilkan memiliki bobot dan kepadatan yang pas, tanpa menjadi mendominasi.
Standar Codec Premium
Dukungan codec pada EarFun Air Pro 4+ sangat luas. Ia mendukung standar dasar SBC dan AAC. Lebih penting lagi, hadir pula codec resolusi tinggi seperti LDAC, aptX Adaptive, dan bahkan aptX Lossless.
Fitur aptX Lossless saat ini masih sangat langka pada perangkat sekelasnya. Ketersediaan codec ini menjadi nilai jual utama TWS ini. Sayangnya, keterbatasan perangkat kompatibel menghalangi pengujian codec aptX Lossless secara maksimal. Namun, pengujian menggunakan LDAC menunjukkan kualitas suara yang tetap superior. Mereka juga menambahkan dukungan LC3 dan Auracast saat menggunakan Bluetooth LE.
Perangkat Lunak dan Fitur Terjemahan AI
Pengoperasian EarFun Air Pro 4+ didukung oleh aplikasi EarFun Audio. Aplikasi ini tersedia untuk Android dan iOS. Antarmuka aplikasi ini sangat lugas dan fungsional. Semua opsi pengaturan yang relevan tersedia dan mudah diakses pengguna.
Fitur AI yang Belum Matang
Ada fitur baru yang ditambahkan ke dalam aplikasi: AI Translation. Secara teoritis, fitur ini dimaksudkan bekerja mirip dengan yang ada di AirPods Pro 3. Aplikasi seharusnya menerjemahkan bahasa asing yang didengar secara real-time. Pengguna juga dapat berbicara ke earbud untuk diterjemahkan menjadi teks yang dapat ditunjukkan kepada orang lain.
Namun, dalam praktiknya, fitur ini sering tidak bekerja optimal. Kecepatan terjemahan jauh lebih lambat dibandingkan pesaing di pasar. Jika Anda harus menunggu beberapa detik setelah lawan bicara selesai, fitur ini menjadi tidak praktis. Meskipun fitur ini berpotensi besar, saat ini ia belum sepenuhnya siap untuk skenario dunia nyata. Kami yakin fitur ini akan ditingkatkan seiring waktu.