Krisis Pasokan Chip Memori: AI Serap 70% Produksi Global 2026

Krisis Pasokan Chip Memori: AI Serap 70% Produksi Global 2026
Sumber :
  • Istimewa

Lenovo Idea Tab Mulai Terima Android 16: Peningkatan Produktivitas Besar
  • Kebutuhan Data Center untuk Kecerdasan Buatan (AI) diprediksi menyerap hingga 70% produksi chip memori global pada tahun 2026.
  • Kelangkaan pasokan menciptakan efek domino, mengancam industri yang tidak berbasis AI, termasuk sektor otomotif dan elektronik konsumen.
  • Analis menyebut situasi ini sebagai perubahan struktural pasar memori paling ekstrem dalam dua dekade terakhir.

Daftar Spesifikasi OPPO A6t Series: Baterai Monster dan Rilis 30 Januari

Kenaikan permintaan masif terhadap teknologi Kecerdasan Buatan (AI) menciptakan ketegangan serius pada rantai pasok global. Laporan terbaru memproyeksikan lonjakan tersebut akan mengubah peta pasokan chip memori dunia. Analisis mengkhawatirkan hingga 70 persen produksi chip memori global akan diserap oleh operasional data center AI pada 2026.

Situasi ini memicu risiko kelangkaan komponen kritis yang berpotensi merembet luas ke berbagai sektor industri. Publikasi dari Wall Street Journal menyoroti dampak serius ini, menunjukkan bahwa tekanan pasokan sudah mulai terasa dan bersifat mendesak. Dunia kini menghadapi kondisi darurat pasokan yang menuntut respons cepat dari produsen dan pemerintah.

iPhone Lipat 2026 Rilis: Apple Ganti Face ID dengan Touch ID Biometrik

Dampak Domino Kelangkaan Pasokan

Tekanan pasokan komponen mikroelektronik ini tidak hanya memengaruhi industri komputasi berteknologi tinggi. Analisis menunjukkan bahwa kekurangan chip memori berpotensi menimbulkan efek domino yang mengingatkan pada gangguan rantai pasok selama pandemi Covid-19.

Industri yang mengandalkan memori generasi lama, seperti sektor otomotif, menjadi salah satu yang paling rentan terdampak. Meskipun kendaraan umumnya tidak menggunakan memori canggih untuk AI, mereka tetap menghadapi kesulitan suplai.

Ancaman ke Industri Non-AI

Produsen chip memori secara struktural telah mengurangi, bahkan menghentikan, produksi chip generasi lama. Mereka memindahkan kapasitas manufaktur dan investasi utama ke segmen AI dan data center yang menawarkan margin keuntungan lebih besar.

Akibatnya, sektor yang tidak secara langsung berhubungan dengan komputasi canggih, seperti pembuatan televisi atau perangkat elektronik rumah tangga, kini menghadapi kesulitan pasokan yang signifikan. Analis dari Counterpoint Research, Hwang, menggambarkan situasi ini sebagai kondisi yang sangat genting. Ia bahkan menyebutkan bahwa alokasi kapasitas manufaktur untuk tahun 2028 sudah mulai dipesan sejak saat ini.

Risiko Kenaikan Harga Elektronik Konsumen

Kelangkaan chip memori memiliki dampak langsung yang merugikan bagi konsumen. Perangkat elektronik sehari-hari diperkirakan akan mengalami kenaikan harga tajam. Produk-produk seperti televisi, speaker Bluetooth, set-top box, hingga peralatan rumah tangga pintar sangat bergantung pada komponen memori.

Memori merupakan komponen vital dengan margin keuntungan yang relatif tipis bagi produsen perangkat. Dalam skenario ekstrem, biaya chip memori dapat menyumbang hingga 10 persen dari harga jual perangkat elektronik. Angka ini bahkan melonjak hingga 30 persen dari total biaya produksi sebuah smartphone.

Apabila harga komponen terus melonjak, produsen tidak memiliki pilihan selain meneruskan beban biaya tersebut kepada konsumen. IDC telah merevisi prakiraan pasarnya. Mereka memprediksi terjadi penurunan penjualan smartphone sebesar 5 persen dan pasar PC turun hingga 9 persen pada 2026, sebagai refleksi dari pergeseran pasokan ke data center berbasis AI.

Pergeseran Struktural Pasar Chip Memori Global

Para pakar pasar sepakat bahwa situasi pasokan saat ini bukanlah anomali sementara. Analis dari TrendForce, Avril Wu, menyatakan bahwa kondisi pasar memori kali ini adalah yang paling ekstrem selama hampir dua dekade pengamatannya. Ini menandakan terjadinya perubahan struktural permanen.

IDC menilai, dunia sedang menyaksikan pergeseran permanen kapasitas pemasok yang secara eksklusif berorientasi pada kebutuhan data center AI. Dominasi kebutuhan AI semakin kuat, menempatkan pasokan chip memori di bawah tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ketahanan Rantai Pasok dalam Era AI

Ke depan, kelangkaan chip memori dipastikan akan menjadi tantangan lintas industri yang serius. Permintaan agresif dari sektor Kecerdasan Buatan menguji ketahanan rantai pasok global di luar batas sektor teknologi tinggi. Produsen dan regulator dituntut mencari solusi untuk menyeimbangkan kebutuhan komputasi canggih dengan kebutuhan dasar industri lainnya. Jika tidak ditangani, risiko inflasi harga elektronik dan perlambatan produksi industri non-AI akan menjadi ancaman nyata.