Resmi: Asus Setop Rilis Smartphone Baru 2026, Fokus Total ke AI

Resmi: Asus Setop Rilis Smartphone Baru 2026, Fokus Total ke AI
Sumber :
  • Istimewa

Red Magic 11 Pro Golden Saga Meluncur Global: Desain Carbon Fiber & Pendingin Berlapis Emas!
  • Asus secara resmi menghentikan pengembangan dan peluncuran model smartphone baru, termasuk lini Zenfone dan ROG Phone, mulai tahun 2026.
  • Perusahaan mengalihkan fokus dan sumber daya penuh ke sektor teknologi Kecerdasan Buatan (AI), robotik, dan perangkat komputasi canggih.
  • Pengguna perangkat Asus yang sudah ada tetap akan menerima layanan purna jual, pembaruan perangkat lunak, dan dukungan garansi.

iQOO 15 Ultra Buka Pre-Order: Kipas Pendingin Aktif Tampil

Produsen teknologi terkemuka asal Taiwan, Asus, mengambil langkah restrukturisasi bisnis yang mengejutkan pasar global. Secara resmi, Chairman Asus Jonney Shih mengonfirmasi bahwa perusahaan ini memutuskan Asus setop smartphone baru mulai tahun 2026. Keputusan strategis ini mengakhiri kiprah Asus dalam persaingan ponsel pintar yang sangat ketat, termasuk penghentian pengembangan Zenfone dan ROG Phone.

Asus menegaskan, fokus utama perusahaan sekarang beralih penuh ke inovasi di luar sektor ponsel. Mereka berencana mengalokasikan seluruh sumber daya riset dan pengembangan ke teknologi Kecerdasan Buatan (AI), robotik, serta perangkat komputasi dan server berbasis AI. Keputusan ini mencerminkan upaya perusahaan untuk merespons dinamika pasar yang terus berubah.

Infinix GT 50 Pro Bocor: Dimensity 8400 Ultimate & Baterai 6.000mAh!

Mengapa Asus Memutuskan Setop Smartphone?

Keputusan menghentikan rilis perangkat baru ini bukan muncul tanpa alasan. Analisis mendalam menunjukkan adanya tekanan kompetitif yang sangat tinggi di segmen pasar premium dan menengah. Persaingan ketat dari merek global besar membuat margin keuntungan di bisnis smartphone semakin menipis.

Oleh karena itu, strategi bisnis Asus ini bertujuan memfokuskan investasi di area yang memiliki potensi pertumbuhan lebih besar. Segmen AI dan komputasi kelas atas saat ini menunjukkan tren adopsi yang masif.

Pergeseran Fokus ke AI dan Komputasi Kelas Atas

Asus melihat peluang emas pada sektor Kecerdasan Buatan. Perusahaan telah menunjukkan pertumbuhan signifikan di segmen server dan perangkat AI dalam beberapa tahun terakhir.

Mengalihkan sumber daya dari divisi smartphone akan mempercepat inovasi di sektor baru tersebut. Asus kini berinvestasi pada hardware inovatif dan solusi AI untuk menghadapi kebutuhan pasar di masa depan.

Dampak ke Lini Zenfone dan ROG Phone

Keputusan Asus setop smartphone baru secara langsung memukul lini produk unggulan mereka. Zenfone, yang debut pada tahun 2014, dikenal sebagai seri mainstream yang menawarkan spesifikasi solid dengan harga kompetitif.

Sementara itu, ROG Phone merupakan lini ponsel gaming kelas atas. Lini ini sempat menjadi pilar utama Asus di kalangan penggemar game mobile berkat fitur dan performa ekstremnya.

Jaminan Dukungan untuk Pengguna Lama

Meskipun menghentikan peluncuran model baru, Asus memberikan kepastian kepada basis penggunanya. Perusahaan memastikan bahwa langkah ini bukan penutupan total divisi ponsel atau penghentian dukungan.

Pemilik perangkat seperti Zenfone 12 Ultra atau seri ROG Phone yang sudah beredar tetap menerima dukungan penuh. Asus berkomitmen menyediakan pembaruan perangkat lunak, dukungan garansi, dan layanan purna jual (after-sales service) sesuai standar yang berlaku.

Analisis Masa Depan Industri Teknologi

Langkah restrukturisasi yang diambil Asus merupakan sinyal kuat bagi seluruh industri. Hal ini menunjukkan bahwa era ponsel pintar tradisional semakin menantang bagi produsen di luar tiga besar (Samsung, Apple, dan beberapa merek Tiongkok).

Strategi bisnis Asus ini mungkin menjadi preseden bagi perusahaan teknologi lain untuk memilih fokus di ceruk pasar yang lebih spesifik. Penarikan diri dari pasar ponsel membuka jalan bagi Asus untuk mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci di ekosistem AI dan server, sebuah bidang yang berkembang jauh lebih cepat daripada pasar perangkat genggam. Secara keseluruhan, Asus memilih pertumbuhan jangka panjang di teknologi transformatif daripada melanjutkan perang harga di segmen smartphone.