Lonjakan Kapasitas Pusat Data Indonesia: IDPRO Proyeksi 120 MW
- Istimewa
- Kapasitas Pusat Data Indonesia diproyeksikan bertambah minimal 80 MW hingga 120 MW pada tahun 2026.
- Ekspansi didorong oleh tingginya permintaan layanan Cloud, Kecerdasan Buatan (AI), dan kewajiban penyimpanan data lokal.
- IDPRO mencatat 5–8 pemain global siap memasuki pasar Indonesia dalam 1 hingga 3 tahun ke depan.
- Indonesia saat ini mengoperasikan 180 pusat data, dengan total kapasitas nasional tercatat 290 MW per Juni 2025.
Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) memproyeksikan adanya lonjakan signifikan dalam Kapasitas Pusat Data Indonesia. Organisasi tersebut memperkirakan penambahan kapasitas minimal sebesar 80 megawatt (MW) hingga mencapai 120 MW sepanjang tahun 2026. Kenaikan ini bergantung pada kesiapan infrastruktur dan stabilitas ekonomi makro nasional.
Ketua IDPRO, Hendra Suryakusuma, menyampaikan bahwa survei internal menunjukkan mayoritas operator pusat data nasional memiliki agenda peningkatan kapasitas yang ambisius pada tahun ini. Ekspansi besar ini sangat penting untuk menopang pertumbuhan pesat sektor digital.
Faktor Pendorong Ekspansi dan Target Dekarbonisasi
Terdapat sejumlah faktor mendasar yang mendorong operator untuk segera meningkatkan Kapasitas Pusat Data Indonesia. Faktor-faktor ini meliputi peningkatan permintaan agresif terhadap layanan cloud dan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), baik dari sektor publik maupun swasta.
Selain itu, regulasi pemerintah mewajibkan penyimpanan data di dalam negeri, yang secara langsung menstimulasi pembangunan fasilitas data center baru.
Data Center Hijau dan Kewajiban Regulasi
IDPRO menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap lingkungan juga menjadi pertimbangan utama. Banyak operator mulai mengadopsi konsep green data center. Konsep ini adalah bagian esensial dari upaya dekarbonisasi untuk mencapai target keberlanjutan nasional.
IDPRO juga mencatat tingginya minat dari pelaku industri global untuk segera memasuki pasar Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 5 hingga 8 pemain baru diperkirakan akan hadir di Indonesia dalam kurun waktu 1-3 tahun ke depan. Calon investor ini berasal dari Asia Timur, Amerika Utara, hingga Eropa.
Minat Investor Global Menguat: Ekonomi Digital Menjadi Magnet
Masuknya pemain global didorong oleh pertumbuhan masif ekonomi digital nasional. Hendra Suryakusuma menyoroti proyeksi gross merchandise value (GMV) Indonesia yang diperkirakan mencapai USD 350 miliar pada tahun 2030. Angka ini setara dengan sekitar Rp5.943 triliun.
Peningkatan kebutuhan layanan cloud lokal dan kebijakan pemerintah yang semakin pro-investasi turut memuluskan jalan bagi modal asing. IDPRO berperan vital sebagai penghubung antara pemerintah, pelaku industri, dan investor, baik domestik maupun global.
Peran Strategis IDPRO dalam Mendorong Investasi
Untuk mendukung arus investasi dan mengoptimalkan Kapasitas Pusat Data Indonesia, IDPRO menerapkan empat strategi utama:
1. Advokasi Regulasi: IDPRO bekerja sama dengan instansi pemerintah untuk mendorong kebijakan yang suportif terhadap iklim investasi. Ini mencakup kemudahan perizinan, ketersediaan lahan, dan insentif fiskal.
2. Promosi Kolaboratif: IDPRO aktif memfasilitasi forum investasi dan diskusi terbuka bersama calon investor global. Kolaborasi ini melibatkan mitra strategis seperti BKPM dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
3. Penguatan SDM dan Ekosistem: Organisasi ini berupaya meningkatkan kapasitas SDM lokal serta mengembangkan ekosistem pendukung, termasuk penyedia energi hijau dan konektivitas jaringan.
4. Standardisasi Nasional: IDPRO mendorong adopsi standar internasional seperti ISO dan Uptime Tier Certification. Langkah ini bertujuan meningkatkan daya saing operator lokal di pasar global.
Proyeksi Kapasitas Jangka Panjang dan Tantangan Infrastruktur
Hingga April 2025, tercatat sebanyak 180 pusat data telah beroperasi di seluruh Indonesia dengan skala yang beragam. Delapan fasilitas telah memenuhi kategori Tier 4, yang menunjukkan kemampuan operasional tertinggi.
Total Kapasitas Pusat Data Indonesia tercatat sebesar 190 MW pada Oktober 2024 dan meningkat menjadi 290 MW pada Juni 2025. Penambahan 120 MW pada 2026 akan semakin memperkuat infrastruktur digital negara.
Sementara itu, Komdigi memiliki target ambisius. Melalui Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029, Komdigi menargetkan kapasitas pusat data nasional mencapai sekitar 2,81 watt per kapita pada tahun 2026. Target ini melonjak sekitar 91% dibandingkan target 2025 yang berada pada kisaran 1,47 watt per kapita. Proyeksi ini mengindikasikan bahwa laju ekspansi infrastruktur digital harus terus dipercepat untuk memenuhi kebutuhan masa depan.