vivo Dominasi Pasar Smartphone India 2025, Apple Melesat
- GSMArena
- vivo berhasil menguasai 21% pangsa pasar tahunan di India pada 2025.
- Apple mencatat lonjakan pertumbuhan tahunan tertinggi, mencapai angka 28% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Total volume pengiriman smartphone di India secara keseluruhan mengalami kontraksi sebesar 1%.
- Analis memproyeksikan penurunan pengiriman sebesar 5% pada tahun 2026 karena faktor harga yang tinggi.
Perubahan signifikan terjadi di arena kompetisi vendor gawai di India. Berdasarkan data terbaru dari firma riset Omdia, vivo pasar smartphone India berhasil memimpin sepanjang tahun 2025. Raksasa ponsel asal China ini sukses merebut 21% pangsa pasar, mengalahkan rival utamanya.
vivo mencatatkan volume pengiriman hingga 32,1 juta unit selama periode tersebut. Keberhasilan ini menegaskan dominasi mereka meskipun pasar secara keseluruhan menghadapi tantangan perlambatan.
Peta Persaingan Pangsa Pasar Smartphone India 2025
Data Omdia memaparkan secara rinci bagaimana vendor-vendor besar saling berebut posisi di pangsa pasar smartphone 2025 India. Setelah vivo, beberapa merek lain berupaya keras mempertahankan posisinya.
Samsung menduduki peringkat kedua dengan perolehan 15% pangsa pasar. Mereka mengirimkan sekitar 23 juta unit. Sementara itu, Oppo dan Xiaomi bersaing ketat di posisi berikutnya. Oppo dan Xiaomi masing-masing meraih 13% pangsa pasar. Oppo mengirimkan 20 juta unit, sedangkan Xiaomi 19,7 juta unit.
Di kelompok premium, Apple berhasil mengamankan 10% pangsa pasar. Perusahaan yang dipimpin Tim Cook ini mengirimkan 15,1 juta unit gawai, menunjukkan daya tarik yang terus meningkat di kalangan konsumen India.
Kontras Pertumbuhan Tahunan Vendor Utama
Meskipun vivo pasar smartphone India memimpin dalam volume, data pertumbuhan tahunan menunjukkan kinerja yang sangat kontras antar vendor. Pertumbuhan vivo mencapai 19% dibandingkan tahun 2024. Oppo juga menunjukkan kenaikan sehat sebesar 10%.
Namun, Apple-lah yang mencuri perhatian. Apple mencatat lonjakan pertumbuhan tahunan fantastis, mencapai 28%. Ini menjadi peningkatan tertinggi di antara semua vendor papan atas.
Sebaliknya, dua vendor raksasa mengalami kemunduran serius. Pengiriman Samsung anjlok 11%. Lebih parah lagi, Xiaomi melihat penurunan drastis sebesar 26% dalam volume pengiriman tahunannya. Secara agregat, penjualan smartphone di India pada tahun 2025 turun 1% dibandingkan tahun 2024, mencapai 154,2 juta unit.
Analisis Kinerja Spesifik Kuartal Keempat (Q4)
vivo melanjutkan momentum positifnya hingga kuartal keempat 2025. Dalam periode krusial ini, vivo mengirimkan 7,9 juta unit smartphone, mengamankan 23% pangsa pasar Q4.
Merek unggulan seperti Y31 5G, Y19s 5G, T4x 5G, dan V60e menjadi pahlawan penjualan vivo selama Q4. Oppo juga melihat pertumbuhan 10% di Q4, didorong oleh seri A yang populer dan peningkatan volume seri K di ritel utama.
Di sisi lain, Samsung kembali menghadapi tantangan dengan penurunan pengiriman 11% di Q4, hanya mencatat 4,9 juta unit (14% pangsa pasar). Xiaomi, dengan produk terlarisnya Redmi 14C 5G dan Poco C75, juga mengalami penurunan pengiriman 26%. Bahkan Apple, meskipun sukses secara tahunan, melihat penurunan pengiriman 1% di Q4 2025.
Proyeksi dan Tantangan Pasar ke Depan
Analis Omdia memberikan peringatan terkait proyeksi pasar India ke depan. Mereka memperkirakan pengiriman smartphone akan melambat pada tahun 2026. Penurunan ini diperkirakan mencapai kisaran pertengahan satu digit, atau sekitar 5%.
Para analis menjelaskan bahwa perlambatan ini disebabkan oleh dua faktor utama: kenaikan harga perangkat dan adanya "penundaan peningkatan nilai tambahan" (incremental value delay upgrades). Konsumen cenderung menunda pembelian gawai baru karena peningkatan nilai yang ditawarkan model baru tidak signifikan dibandingkan harga yang harus dibayar.
Jika prediksi ini terwujud, para vendor, termasuk yang mendominasi vivo pasar smartphone India, harus merumuskan strategi inovatif. Mereka harus meyakinkan konsumen untuk melakukan penggantian perangkat di tengah kondisi pasar yang dipenuhi kehati-hatian finansial.