Waspada! Apple Desak Segera Update iOS 26 atau Jadi Target Spyware

Waspada! Apple Desak Segera Update iOS 26 atau Jadi Target Spyware
Sumber :
  • Istimewa

Daftar iPhone yang Dapat iOS 27: Dari SE 3 hingga iPhone 17 Pro Max!
  • Apple menghentikan dukungan keamanan untuk iOS 18 pada perangkat yang kompatibel dengan iOS 26.
  • Ratusan juta iPhone berpotensi menjadi target spyware jenis baru akibat celah keamanan lama.
  • Satu-satunya mitigasi risiko bagi perangkat modern adalah migrasi segera ke Update iOS 26 terkini.
  • Badan keamanan siber global menyarankan proses reboot mingguan sebagai lapisan pertahanan tambahan.

Kontrol Kamera iPhone 17: Panduan Lengkap Fitur Fotografi Baru

Raksasa teknologi Apple mengeluarkan imbauan yang sangat mendesak. Perusahaan meminta ratusan juta pengguna iPhone di seluruh dunia untuk segera melakukan Update iOS 26. Imbauan ini muncul setelah manajemen Apple menegaskan bahwa sistem operasi lama, seperti iOS 18, tidak lagi memadai melindungi perangkat modern dari serangan siber. Keengganan bermigrasi membuat perangkat terekspos kerentanan serius terhadap serangan spyware jenis baru. Langkah strategis ini diambil Apple untuk menanggulangi celah keamanan. Data operasional menunjukkan bahwa lebih dari setengah iPhone yang mampu menjalankan Update iOS 26 belum juga memperbarui sistemnya.

Mengapa Update iOS 26 Menjadi Mandatori Keamanan?

vivo Dominasi Pasar Smartphone India 2025, Apple Melesat

Apple secara efektif telah mengakhiri dukungan keamanan utama bagi perangkat yang masih bertahan di iOS 18. Keputusan strategis ini diambil pada Desember lalu, mengakhiri rilis pembaruan untuk sistem operasi lama tersebut.

Oleh karena itu, pengguna perangkat modern yang belum melakukan pembaruan kini menghadapi risiko keamanan data serius. Serangan siber terkini dirancang khusus untuk mengeksploitasi celah pada arsitektur perangkat lunak yang usang.

Menurut laporan The Standard pada Selasa (20/1/2026), Apple menjelaskan bahwa hanya migrasi ke iOS 26 yang memuat patch keamanan berkala yang mampu memberikan mitigasi risiko. Bagi pengguna yang sudah menjalankan versi 26.2, posisi keamanan perangkat mereka dinilai jauh lebih aman.

Penghentian Transisi Dukungan

Sebelum ini, Apple sempat menerapkan strategi transisi dukungan sistem operasi. Saat peluncuran iOS 26 pada September lalu, perusahaan masih merilis pembaruan untuk iOS 18 (seperti iOS 18.7) bersamaan dengan perbaikan untuk sistem yang lebih baru.

Strategi tersebut berubah total di akhir tahun lalu. Apple kini telah menarik iOS 18 dari rilis umum bagi perangkat yang secara teknis kompatibel dengan iOS 26, yakni model iPhone 11 dan versi yang lebih baru.

Saat ini, pembaruan keamanan untuk iOS 18 hanya tersedia eksklusif bagi perangkat lawas. Perangkat ini mencakup iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone XR, yang memang tidak dapat ditingkatkan ke iOS 26. Bagi perangkat ini, penggunaan iOS 18.7.3 menjadi standar keamanan minimal yang disarankan.

Analisis Dampak Jangka Pendek dan Cara Migrasi

Dampak dari kerentanan ini diperkirakan masif, menargetkan ratusan juta perangkat secara global. Kerentanan ini tidak hanya memengaruhi data pribadi, tetapi juga informasi korporat sensitif yang tersimpan dalam perangkat.

Untuk mengamankan perangkat dari serangan siber, Apple menyarankan pengguna segera melakukan pencadangan (backup) data sebelum instalasi. Pengguna harus memastikan informasi pribadi dan pekerjaan telah tersimpan dengan aman.

Lapisan Pertahanan Tambahan: Kekuatan Reboot

Selain pembaruan perangkat lunak, aspek teknis lain turut menjadi sorotan. Proses reboot, atau mematikan dan menyalakan ulang perangkat, dinilai krusial untuk keamanan siber.

Instalasi Update iOS 26 secara otomatis memaksa perangkat melakukan reboot. Langkah teknis ini berfungsi menghentikan semua proses yang berjalan di memori perangkat. Pemutusan proses ini dapat memutus rantai eksekusi spyware non-persisten tertentu yang mungkin menyusup.

Badan keamanan siber global, termasuk ANSSI di Prancis dan Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat, merekomendasikan pengguna rutin mematikan total ponsel cerdas setidaknya sepekan sekali.

Pengguna dapat memeriksa ketersediaan pembaruan melalui menu Pengaturan, kemudian memilih opsi Umum dan Pembaruan Perangkat Lunak. Tekan "Unduh dan Instal" untuk memastikan proteksi perangkat yang optimal.