Keamanan Siber Indonesia Merosot: IDPRO Dorong Investasi Data Center
- Istimewa
Kolaborasi Kunci Perkuat Keamanan
Sektor industri juga mempererat kolaborasi dengan regulator. Hendra menyebutkan kolaborasi erat dilakukan dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Tujuannya jelas: memperkuat ketahanan siber nasional secara menyeluruh.
IDPRO juga meyakini Indonesia masih memiliki sejumlah keunggulan kompetitif. Keunggulan ini mampu menarik investasi pusat data meski di tengah isu keamanan. Keunggulan tersebut meliputi lokasi strategis di kawasan Asia Tenggara, populasi digital yang besar, serta pertumbuhan ekonomi digital yang cepat.
Kritik Terhadap Indeks NCSI dan Tantangan Internal
Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, memberikan perspektif berbeda. Alfons menilai penilaian NCSI sangat bergantung pada keterbukaan dokumen dari pihak pemerintah. Dia mencontohkan, NCSI bahkan tidak memasukkan Thailand dan Vietnam dalam pemeringkatan 2025 karena kurangnya data.
Alfons menyarankan Indonesia perlu belajar dari hasil tersebut, tetapi tidak menelannya mentah-mentah. Menurutnya, NCSI bukan termasuk indeks top tier dalam mengukur kesiapan siber suatu negara. Terdapat lembaga internasional yang lebih independen dan reliabel, seperti Global Cybersecurity Index (GCI) yang dikeluarkan International Telecommunication Union (ITU).
Meskipun demikian, Alfons mengakui kebocoran data di Indonesia selama 2024–2025 memang tergolong parah. Salah satu penyebab utamanya adalah pengelolaan yang dinilai bermasalah, seperti yang terjadi pada PDNS. Masalah ini diperparah oleh kurangnya kesadaran pengamanan data dan kompleksitas antarlembaga di Indonesia.
Rekomendasi Aksi Nyata Memperkuat Keamanan Siber Indonesia
IDPRO optimis bahwa dengan langkah-langkah perbaikan yang konkret dan kolaboratif, kepercayaan investor tetap bisa dijaga. Bahkan, kepercayaan tersebut dapat meningkat jika Indonesia mampu menunjukkan komitmen dan transparansi dalam membangun Keamanan Siber Indonesia yang kuat.
Insiden dan penurunan skor NCSI ini harus dilihat sebagai momentum emas. Momen ini menuntut pembenahan mendasar dan berkelanjutan dalam tata kelola keamanan digital. Konsistensi dalam compliance dan peningkatan standar sistem adalah kunci menjaga daya saing Indonesia sebagai hub utama Investasi Data Center di Asia Tenggara.