Strategi Baru Samsung Galaxy S26: Desain Ultra Berubah Drastis
- Istimewa
Untuk urusan performa, Samsung tetap menerapkan strategi dual-chipset di pasar global. Seri Samsung Galaxy S26 Ultra diperkirakan menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 secara global.
Qualcomm mengklaim chip terbaru ini menawarkan peningkatan performa yang dramatis. Chip tersebut 20% lebih cepat dan 35% lebih hemat daya dibandingkan generasi pendahulunya.
Peran Exynos yang Semakin Kuat
Di sisi lain, model Galaxy S26 dan S26 Plus di beberapa pasar kemungkinan masih mengandalkan Exynos 2600. Bocoran pengujian awal mengindikasikan bahwa performa Exynos 2600 telah mendekati level Snapdragon generasi terbaru. Untuk memori, kapasitas RAM standar diperkirakan naik, berada di kisaran 12GB hingga 16GB.
Perubahan juga terjadi pada S Pen. Pena digital ini dikabarkan mendapat rombakan desain agar kompatibel sepenuhnya dengan aksesori pengisian daya nirkabel berbasis standar Qi2. Standar Qi2 membuka peluang peningkatan kecepatan pengisian nirkabel hingga 25 watt.
Kapasitas Daya dan Peningkatan Fitur Kamera Ultra
Peningkatan kamera pada Galaxy S26 dan S26 Plus dinilai minim. Kedua model ini masih mengandalkan konfigurasi kamera utama 50MP. Namun, Samsung Galaxy S26 Ultra mendapat upgrade penting.
Ultra diperkirakan mempertahankan sensor utama 200MP, tetapi dengan aperture f/1.4 yang lebih besar. Aperture lebih besar ini akan sangat meningkatkan performa fotografi di kondisi minim cahaya. Android Headlines juga melaporkan adanya opsi resolusi 24MP eksklusif yang dapat diaktifkan melalui pengaturan lanjutan.
Dari sisi daya, Galaxy S26 Ultra berpotensi membawa baterai masif 5.400 mAh. Ponsel ini juga mendukung pengisian cepat hingga 60 watt.
Integrasi AI Baru dan Potensi Kenaikan Harga
Di ranah perangkat lunak, Galaxy S26 Series diprediksi menjalankan One UI 8 atau 8.5 yang berbasis Android 16. Samsung terus memperdalam integrasi AI-nya. Selain tetap mengandalkan Google Gemini, Samsung menjajaki kerjasama dengan Perplexity. Perplexity, mesin pencari berbasis AI, dikabarkan akan diintegrasikan langsung ke dalam browser bawaan dan asisten virtual Bixby.
Inovasi ini menempatkan seri Samsung Galaxy S26 sebagai perangkat yang didorong oleh kecerdasan buatan, menawarkan pengalaman pencarian yang jauh lebih kontekstual dan mendalam.