Strategi Baru Samsung Galaxy S26: Desain Ultra Berubah Drastis

Strategi Baru Samsung Galaxy S26: Desain Ultra Berubah Drastis
Sumber :
  • Istimewa

iQOO 15 Ultra Pamer Desain Futuristik; Skor AnTuTu Tembus 4,5 Juta!
  • Lineup hanya tiga model: Varian Edge resmi dihapus karena performa penjualan yang kurang optimal.
  • Desain kamera S26 Plus mengadopsi modul persegi panjang, menyerupai kompetitor utama.
  • Integrasi kecerdasan buatan (AI) diperluas dengan memasukkan mesin pencari Perplexity.
  • Harga jual diperkirakan naik sekitar Rp1 juta per unit akibat kelangkaan komponen RAM.

3 Deretan Konsol Ayaneo Paling Relevan Januari 2026, dari Ringan hingga Flagship Bertenaga

Raksasa teknologi Samsung sedang bersiap meluncurkan seri flagship terbarunya, Samsung Galaxy S26. Berbagai bocoran dari sumber terpercaya mengindikasikan bahwa perusahaan asal Korea Selatan ini telah merombak strategi produk secara fundamental. Perubahan ini dilakukan untuk mempertahankan daya saing di segmen pasar ponsel premium global yang semakin ketat. Konsumen dapat mengharapkan adanya perubahan signifikan, mulai dari desain fisik, kapabilitas kecerdasan buatan (AI), hingga potensi kenaikan harga. Seri Galaxy S26 kemungkinan akan menjadi tolak ukur baru bagi inovasi smartphone Android.

Perombakan Desain dan Penghapusan Varian Edge

Wajib Beli! 3 HP Samsung Harga 2 Jutaan Terbaik 2026

Samsung memutuskan merampingkan jajaran produk awal untuk Samsung Galaxy S26. Laporan dari PC Mag menyebutkan bahwa seri ini hanya akan hadir dalam tiga model: S26 standar, S26 Plus, dan S26 Ultra. Samsung menghilangkan varian Edge karena performa penjualannya dinilai kurang optimal di pasar. Varian Fan Edition (FE) mungkin akan menyusul di masa mendatang.

Estetika Kamera Mirip Pesaing Utama

Perubahan mencolok terlihat pada aspek desain bodi dan kamera. Bocoran gambar dummy yang diunggah pembocor Sonny Dickson menunjukkan Galaxy S26 Plus mengadopsi pendekatan desain yang serupa dengan Apple. Model Plus ini diduga kuat menggunakan modul kamera berbentuk persegi panjang.

Sementara itu, Galaxy S26 Ultra mempertahankan tonjolan kamera yang lebih menonjol. Modul vertikal berisi tiga kamera, dilengkapi dengan satu kamera tambahan yang ditempatkan di samping. Desain ini memastikan flagship Ultra tetap terlihat premium dan berbeda.

Spekulasi lain muncul terkait material bodi. Pilihan warna yang beredar tidak lagi menyertakan embel-embel “Titanium”. Hal ini memicu dugaan bahwa Samsung kemungkinan beralih kembali dari material titanium ke aluminium untuk rangka bodi seri Samsung Galaxy S26.

Evolusi Dapur Pacu: Snapdragon Elite vs Exynos 2600

Untuk urusan performa, Samsung tetap menerapkan strategi dual-chipset di pasar global. Seri Samsung Galaxy S26 Ultra diperkirakan menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 secara global.

Qualcomm mengklaim chip terbaru ini menawarkan peningkatan performa yang dramatis. Chip tersebut 20% lebih cepat dan 35% lebih hemat daya dibandingkan generasi pendahulunya.

Peran Exynos yang Semakin Kuat

Di sisi lain, model Galaxy S26 dan S26 Plus di beberapa pasar kemungkinan masih mengandalkan Exynos 2600. Bocoran pengujian awal mengindikasikan bahwa performa Exynos 2600 telah mendekati level Snapdragon generasi terbaru. Untuk memori, kapasitas RAM standar diperkirakan naik, berada di kisaran 12GB hingga 16GB.

Perubahan juga terjadi pada S Pen. Pena digital ini dikabarkan mendapat rombakan desain agar kompatibel sepenuhnya dengan aksesori pengisian daya nirkabel berbasis standar Qi2. Standar Qi2 membuka peluang peningkatan kecepatan pengisian nirkabel hingga 25 watt.

Kapasitas Daya dan Peningkatan Fitur Kamera Ultra

Peningkatan kamera pada Galaxy S26 dan S26 Plus dinilai minim. Kedua model ini masih mengandalkan konfigurasi kamera utama 50MP. Namun, Samsung Galaxy S26 Ultra mendapat upgrade penting.

Ultra diperkirakan mempertahankan sensor utama 200MP, tetapi dengan aperture f/1.4 yang lebih besar. Aperture lebih besar ini akan sangat meningkatkan performa fotografi di kondisi minim cahaya. Android Headlines juga melaporkan adanya opsi resolusi 24MP eksklusif yang dapat diaktifkan melalui pengaturan lanjutan.

Dari sisi daya, Galaxy S26 Ultra berpotensi membawa baterai masif 5.400 mAh. Ponsel ini juga mendukung pengisian cepat hingga 60 watt.

Integrasi AI Baru dan Potensi Kenaikan Harga

Di ranah perangkat lunak, Galaxy S26 Series diprediksi menjalankan One UI 8 atau 8.5 yang berbasis Android 16. Samsung terus memperdalam integrasi AI-nya. Selain tetap mengandalkan Google Gemini, Samsung menjajaki kerjasama dengan Perplexity. Perplexity, mesin pencari berbasis AI, dikabarkan akan diintegrasikan langsung ke dalam browser bawaan dan asisten virtual Bixby.

Inovasi ini menempatkan seri Samsung Galaxy S26 sebagai perangkat yang didorong oleh kecerdasan buatan, menawarkan pengalaman pencarian yang jauh lebih kontekstual dan mendalam.

Dampak Kenaikan Harga Komponen Global

Peningkatan spesifikasi dan tekanan biaya produksi diperkirakan menaikkan harga jual global. Kelangkaan komponen, khususnya RAM DDR, menjadi penyebab utama. Samsung mengindikasikan adanya kenaikan harga sekitar US$40–US$60 (setara Rp676.000 hingga Rp1,02 juta) per unit untuk varian penyimpanan 256GB. Jika prediksi ini akurat, harga awal Galaxy S26 diperkirakan mulai dari sekitar US$850, menjadikan flagship ini sebagai investasi teknologi yang lebih mahal bagi konsumen.