Strategi Xiaomi Hadapi Kelangkaan Chipset: Rilis Produk Tetap Agresif
- Istimewa
- Xiaomi Indonesia memastikan tidak ada penundaan peluncuran produk baru, termasuk Poco, meskipun terjadi kelangkaan semikonduktor global.
- Perusahaan telah menyiapkan peta jalan (roadmap) produk secara matang sejak tahun 2025 untuk mengamankan stok komponen hingga 2026.
- Xiaomi berfokus memberikan nilai terbaik kepada konsumen dan mempertahankan portofolio yang merata di semua segmen (entry, menengah, flagship).
Gangguan pada pasokan komponen dan semikonduktor global, seperti chipset dan RAM, kini menjadi tantangan berat bagi industri teknologi. Namun, kondisi ini tidak membuat langkah Xiaomi Indonesia goyah. Raksasa teknologi asal China ini menegaskan kesiapan mereka untuk tetap agresif dalam menghadirkan produk baru ke pasar domestik. Xiaomi bahkan telah menyiapkan strategi jangka panjang guna memastikan peluncuran lini produk berjalan sesuai rencana, terlepas dari isu Kelangkaan Chipset yang masif.
Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia, menjelaskan bahwa tekanan permintaan tinggi di tengah stok terbatas memang berpotensi menaikkan harga. Walau begitu, Strategi Xiaomi memilih fokus mempertahankan value terbaik bagi konsumen. Mereka tidak mau menunda peluncuran di semua segmen ponsel.
"Kalau misalnya penundaan [perilisan produk], saya rasa enggak,” ujar Andi kepada Bisnis di sela-sela peluncuran Redmi Note 15 Series di Jakarta. Peluncuran produk agresif ini menjadi bukti kesiapan Xiaomi menghadapi gejolak pasar. Bahkan, merek ponsel entry level mereka, Poco, siap menyusul ke pasar Indonesia dalam waktu dekat.
Memastikan Roadmap Produk Jangka Panjang
Xiaomi meyakini perencanaan produk adalah kunci mengatasi disrupsi rantai pasok. Menurut Andi, seluruh perencanaan produk selalu dipersiapkan secara matang. Hal ini membuktikan bahwa isu keterbatasan chip—yang sebagian besar dipicu lonjakan kebutuhan teknologi berbasis AI—tidak berdampak signifikan terhadap peta jalan perusahaan.
Kesiapan Stok Hingga 2026
Xiaomi telah memetakan kebutuhan produk jauh sebelum fenomena kelangkaan semikonduktor ini merebak. Andi menjelaskan, setiap produk yang akan diluncurkan pada 2026 sudah memiliki pemetaan produk sejak tahun 2025.
"Sejauh ini, tidak ada perubahan. Intinya, kita sudah sangat always ready untuk 2026,” tegasnya. Perusahaan menyikapi tantangan ini sebagai sebuah rintangan kecil yang pasti bisa dilewati. Mereka mengambil pelajaran dari krisis global 2020.