Strategi Tencent Cloud: Dorong AI Inklusif Global di WEF Davos
- Istimewa
- Tencent Cloud hadir di WEF Davos 2025, menekankan pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang inklusif dan efisien.
- Perusahaan mengadopsi strategi model-agnostic, memberikan kebebasan penuh bagi klien untuk memilih model AI terbaik sesuai kebutuhan mereka.
- Integrasi internal masif melalui CodeBuddy dan Hunyuan 2.0 memangkas waktu pengembangan kode hingga 40 persen.
- Peningkatan adopsi AI terbukti meningkatkan pendapatan pemasaran (21%) dan divisi gim (22,8%) Tencent.
Perusahaan teknologi raksasa Tiongkok, Tencent Cloud, menarik perhatian global saat berpartisipasi dalam World Economic Forum (WEF) 2025 di Davos. Kehadiran ini sekaligus menandai komitmen serius mereka. Tencent ingin menghadirkan [KEYWORD UTAMA] yang efisien dan memberikan nilai nyata bagi berbagai sektor industri.
Dowson Tong, Senior Executive Vice President Tencent dan CEO Tencent Cloud, memberikan penegasan penting. Ia menjelaskan bahwa AI bukan sistem tunggal yang serba bisa. Sebaliknya, AI adalah ekosistem beragam model. Model tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pelanggan.
Strategi Model-Agnostic: Memecah Batasan Adopsi AI
Tencent Cloud kini menggunakan pendekatan revolusioner, yaitu strategi model-agnostic. Strategi ini memberi kebebasan penuh bagi para pelanggan. Mereka dapat memilih model AI yang paling relevan.
Pilihan ini mencakup model hasil pengembangan internal maupun kolaborasi inovasi global. Fleksibilitas ini memastikan AI benar-benar berfungsi sebagai alat pendukung. Selain itu, strategi model-agnostic juga mencegah ketergantungan pada satu jenis teknologi. Hal ini mempercepat adopsi AI di tingkat perusahaan.
Efisiensi Internal Melalui Hunyuan 2.0 dan CodeBuddy
Tencent telah menerapkan integrasi AI secara masif dalam operasional internal. Hasilnya menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan. Efisiensi tersebut didukung oleh dua pilar teknologi utama.
Revolusi Produktivitas dengan CodeBuddy
Lebih dari 12.000 insinyur kini menggunakan asisten pemrograman CodeBuddy. Alat berbasis AI ini sangat efektif. CodeBuddy telah menghasilkan lebih dari separuh kode baru perusahaan.
Bahkan, penggunaan CodeBuddy mampu memangkas waktu pengembangan proyek hingga 40 persen. Ini membuktikan bahwa AI generatif mampu merevolusi produktivitas teknis secara drastis.
Arsitektur Canggih Hunyuan: 406 Miliar Parameter
Seri Hunyuan menjadi tulang punggung inovasi kecerdasan buatan Tencent. Versi terbarunya, Hunyuan 2.0, menggunakan arsitektur Mixture-of-Experts. Arsitektur canggih ini memiliki 406 miliar parameter.