eSIM Ternyata Punya Banyak Kelemahan! Apakah Masih Layak Dipakai?

eSIM Ternyata Punya Banyak Kelemahan! Apakah Masih Layak Dipakai?
Sumber :
  • Honor

Gadget – Perkembangan teknologi mobile terus menggeser batas kenyamanan pengguna dan salah satu inovasi terbaru yang mulai mendominasi adalah eSIM (embedded SIM). Berbeda dari kartu SIM fisik yang harus dipasang manual, eSIM adalah chip digital yang tertanam langsung di perangkat, diaktifkan secara nirkabel, dan bisa menyimpan beberapa profil operator sekaligus.

HyperOS 3 Global Akhirnya Secepat Versi China: Apa Dampaknya?

Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, eSIM juga menyimpan tantangan tersendiri, terutama bagi pengguna awam atau mereka yang sering ganti perangkat. Lalu, apakah eSIM benar-benar layak menggantikan SIM fisik?

Artikel ini mengupas tuntas kelebihan dan kekurangan eSIM secara objektif dari sisi teknis, praktis, hingga dampak lingkungan agar Anda bisa memutuskan: apakah sudah waktunya beralih ke eSIM?

Desain Samsung Galaxy A57 Terungkap di TENAA, Lebih Tipis dan Kamera Baru

Apa Itu eSIM? Singkatnya, SIM Tanpa Plastik

eSIM adalah kartu SIM digital yang tidak berbentuk fisik. Chip-nya sudah ditanam pabrik ke dalam perangkat (seperti iPhone, Samsung Galaxy, atau iPad), dan aktivasi layanan dilakukan melalui pemindaian QR code atau konfigurasi OTA (Over-The-Air) dari operator seluler.

10 Desain Smartphone Paling Nyeleneh yang Pernah Bikin Heboh

Teknologi ini pertama kali populer di jam pintar (smartwatch), lalu merambah ke smartphone flagship, dan kini mulai masuk ke tablet serta laptop. Tujuannya jelas: menghilangkan ketergantungan pada plastik, mempercepat aktivasi, dan meningkatkan fleksibilitas pengguna.

Kelebihan eSIM: Fleksibilitas, Keamanan, dan Ramah Lingkungan

1. Aktivasi Jarak Jauh & Dukungan Multi-Profil Operator
Salah satu keunggulan terbesar eSIM adalah kemampuannya untuk diaktifkan dari mana saja. Traveler yang tiba di luar negeri, misalnya, bisa langsung membeli paket data lokal melalui aplikasi operator, lalu mengaktifkannya tanpa perlu mencari gerai fisik atau kartu SIM lokal.

Lebih canggih lagi, satu perangkat bisa menyimpan beberapa profil eSIM sekaligus. Artinya, Anda bisa:

  • Memisahkan nomor kerja dan pribadi
  • Menyiapkan paket data domestik + internasional
  • Berganti-ganti operator tanpa ganti kartu

Ini sangat berguna bagi pekerja remote, digital nomad, atau keluarga yang ingin mengelola beberapa nomor dalam satu perangkat.

2. Tidak Bisa Hilang, Rusak, atau Patah
Kartu SIM fisik rentan terhadap:

  • Terlipat atau patah saat dipindah
  • Terjatuh dan hilang di saku
  • Korsleting akibat kontak logam rusak

Dengan eSIM, semua risiko itu lenyap. Profil operator tersimpan aman di chip internal perangkat, sehingga Anda tak perlu khawatir kehilangan akses jaringan hanya karena kartu SIM rusak.

3. Desain Perangkat Lebih Ringkas & Ramah Lingkungan
Tanpa tray SIM fisik, produsen bisa:

  • Mengurangi ukuran bodi perangkat
  • Menambah kapasitas baterai
  • Meningkatkan ketahanan air dan debu (karena lebih sedikit lubang)

Selain itu, transisi ke eSIM juga mengurangi limbah plastik. Setiap tahun, miliaran kartu SIM fisik diproduksi semuanya terbuat dari PVC yang sulit didaur ulang. Dengan eSIM, jejak karbon dari produksi, distribusi, dan pengemasan kartu SIM bisa dikurangi secara signifikan.

Kekurangan eSIM: Tantangan Nyata yang Sering Diabaikan

1. Proses Pindah Perangkat Lebih Rumit
Jika Anda sering gonta-ganti HP, eSIM bisa jadi sumber frustrasi. Berbeda dengan SIM fisik yang tinggal dicabut dan dipindah, eSIM harus dinonaktifkan di perangkat lama dan diaktifkan ulang di perangkat baru proses yang membutuhkan koneksi internet dan kadang verifikasi manual dari operator.

Parahnya, jika perangkat lama rusak total atau tidak bisa dinyalakan, Anda mungkin kehilangan akses permanen ke nomor eSIM tersebut kecuali operator bersedia memindahkan profil secara manual (yang tidak selalu mudah).

2. Kompatibilitas Perangkat Masih Terbatas
Meski iPhone sejak seri XS dan banyak flagship Android (seperti Galaxy S20 ke atas) sudah mendukung eSIM, masih banyak perangkat yang belum kompatibel, terutama:

  • Smartphone entry-level
  • HP lawas (sebelum 2019)
  • Beberapa merek lokal atau regional

Akibatnya, jika Anda ingin menggunakan eSIM, Anda mungkin terpaksa membeli perangkat mahal padahal belum tentu butuh fitur lainnya.

3. Kurang Ramah untuk Pengguna Awam
Aktivasi eSIM seringkali membingungkan:

  • Harus masuk ke Pengaturan > Jaringan Seluler > Tambah Rencana Seluler
  • Perlu memindai QR code yang kadang tidak terbaca
  • Tidak ada panduan visual yang jelas di layar

Bagi lansia, pelajar, atau pengguna non-teknis, proses ini bisa terasa rumit dan menakutkan. Bandingkan dengan SIM fisik: tinggal pasang, nyalakan, dan langsung jalan.

Masa Depan eSIM: Akankah SIM Fisik Benar-Benar Hilang?

Beberapa produsen, termasuk Apple, telah menghapus slot SIM fisik sepenuhnya di pasar tertentu (misalnya iPhone 14/15 di AS). Ini menandakan bahwa industri perlahan bergerak menuju era pasca-SIM fisik.

Namun, transisi ini tidak akan instan. Di negara berkembang seperti Indonesia, infrastruktur operator, edukasi pengguna, dan ketersediaan perangkat murah masih menjadi penghambat utama.

Yang pasti, eSIM bukan solusi universal tapi pilihan cerdas untuk pengguna yang paham teknologi, sering bepergian, atau ingin mengurangi jejak digital mereka.

Kesimpulan: eSIM Cocok untuk Siapa?

  • Cocok untuk: traveler, pekerja remote, pengguna flagship, dan pecinta teknologi
  • Kurang cocok untuk: pengguna awam, pemilik HP lama, atau yang sering ganti perangkat

Jika Anda termasuk yang nyaman dengan teknologi dan jarang ganti HP, eSIM adalah langkah maju yang sangat layak dicoba. Tapi jika Anda lebih suka kesederhanaan dan fleksibilitas fisik, SIM konvensional masih jauh lebih andal setidaknya untuk saat ini.

Yang jelas, eSIM bukan sekadar tren ia adalah evolusi alami dari konektivitas mobile. Dan cepat atau lambat, kita semua akan beradaptasi dengannya.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget