10 Desain Smartphone Paling Nyeleneh yang Pernah Bikin Heboh
- lg
Industri smartphone dikenal sebagai salah satu sektor teknologi yang paling cepat berkembang. Namun, di balik dominasi desain ponsel berbentuk kotak dengan layar sentuh penuh seperti sekarang, ada fase menarik ketika para produsen berlomba-lomba menghadirkan desain smartphone nyeleneh. Pada masa itu, eksperimen menjadi kunci, meskipun hasilnya tidak selalu diterima pasar.
Menariknya, beberapa desain justru dikenang bukan karena sukses, melainkan karena terlalu unik dan sulit dipahami. Berikut ini deretan desain smartphone paling aneh, unik, dan tidak biasa yang pernah hadir di industri ponsel global.
Pertama, LG Wing hadir sebagai salah satu eksperimen paling berani. Smartphone ini memiliki layar utama yang bisa diputar hingga 90 derajat dan membentuk huruf T. Secara konsep, LG ingin menawarkan pengalaman multitasking yang berbeda. Namun demikian, dalam penggunaan sehari-hari, banyak pengguna merasa kebingungan memanfaatkan desain tersebut. Selain itu, bobot yang berat dan dukungan aplikasi yang terbatas membuat LG Wing lebih sering dianggap sebagai gimmick daripada solusi.
Selanjutnya, ada YotaPhone yang mengusung konsep layar dua sisi. Bagian depan menggunakan panel AMOLED, sementara bagian belakang dibekali layar E-Ink seperti e-reader. Di satu sisi, desain ini tergolong inovatif karena mampu menghemat baterai saat membaca. Akan tetapi, harga yang tinggi serta minimnya aplikasi yang mendukung layar E-Ink membuat ponsel ini sulit bersaing di pasar.
Berbeda lagi dengan Nokia 7600. Ponsel ini tampil dengan bentuk oval menyerupai daun, jauh dari desain ponsel konvensional. Tombol-tombolnya diletakkan di sisi layar, bukan di bagian bawah. Alhasil, mengetik pesan menjadi aktivitas yang cukup merepotkan. Selain itu, bentuknya yang tidak ergonomis membuat Nokia 7600 lebih cocok sebagai koleksi unik ketimbang perangkat harian.
Kemudian, Samsung Galaxy Round juga sempat mencuri perhatian. Smartphone ini memiliki layar melengkung ke dalam secara horizontal. Sayangnya, kelengkungan tersebut tidak memberikan manfaat signifikan dalam penggunaan. Banyak pengguna menilai desain ini hanya sekadar percobaan visual tanpa fungsi yang benar-benar terasa.
Di sisi lain, Sony Xperia Play mencoba menggabungkan smartphone dan konsol game. Dengan mekanisme geser, perangkat ini berubah menjadi controller ala PSP. Meski terlihat menjanjikan, Xperia Play hadir terlalu dini. Spesifikasi yang standar serta minimnya game eksklusif membuat konsep ponsel gaming ini gagal menarik minat pasar luas.