Search Google Sekarang Baca Pikiran? Intip Fitur Personal Intelligence yang Bikin Heboh
- Museum interaktif ramah anak
- Wisata kuliner ke toko es krim legendaris
3. Belanja Mantel yang Disesuaikan dengan Tujuan Perjalanan
Jika Anda mengetik “mantel untuk trip dingin”, AI Mode akan:
- Mengecek konfirmasi penerbangan di Gmail untuk mengetahui tujuan dan tanggal
- Melihat cuaca di lokasi tujuan
- Mempertimbangkan merek mantel yang pernah Anda beli
Lalu menyarankan: “Mantel tahan angin dari Brand X, cocok untuk suhu -5°C di Oslo, 15–20 Februari”
Ini bukan sekadar pencarian ini asistensi prediktif berbasis AI.
Privasi Tetap Jadi Prioritas: Fitur Opsional dan Bisa Dimatikan
Google menegaskan bahwa Personal Intelligence bersifat opsional. Pengguna harus:
- Mengaktifkan AI Mode secara manual
- Memberikan izin eksplisit untuk mengakses data dari Gmail, Photos, dll.
- Dapat menonaktifkan fitur kapan saja melalui pengaturan akun
Fitur ini tidak tersedia untuk akun Google Workspace (bisnis, pendidikan, atau institusi), melainkan hanya untuk akun pribadi. Ini menunjukkan bahwa Google membatasi penggunaan data sensitif hanya pada konteks konsumen individual.
Selain itu, semua data yang digunakan tidak disimpan secara permanen untuk pelatihan model AI publik, dan Google menjanjikan enkripsi end-to-end untuk aktivitas yang terkait dengan Personal Intelligence.
Ketersediaan: Masih Terbatas di AS, Kapan Hadir di Indonesia?
Saat ini, Personal Intelligence di Google Search tersedia terbatas untuk pengguna Google AI Pro dan AI Ultra di Amerika Serikat. Belum ada pengumuman resmi mengenai ekspansi global, termasuk ke Indonesia.
Namun, mengingat pola peluncuran fitur Google sebelumnya seperti Gemini atau AI Overviews kemungkinan besar fitur ini akan diperluas ke negara-negara utama dalam 3–6 bulan ke depan, tergantung pada regulasi privasi lokal dan kesiapan infrastruktur AI.
Dampak terhadap Masa Depan Pencarian Digital
Peluncuran Personal Intelligence menandai pergeseran paradigma besar dalam dunia pencarian:
- Dari pencarian berbasis kata kunci → ke pencarian berbasis konteks hidup
- Dari hasil umum → ke hasil hiperpersonal
- Dari pengguna yang menjelaskan kebutuhan → ke AI yang memprediksi kebutuhan
Ini bisa menjadi tantangan besar bagi kompetitor seperti Bing, DuckDuckGo, atau bahkan ChatGPT, yang belum memiliki akses ke ekosistem data pribadi seluas Google.