Dulu Hanya di Afrika, Kini Gemparkan RI: Siapa Sebenarnya itel?

Dulu Hanya di Afrika, Kini Gemparkan RI: Siapa Sebenarnya itel?
Sumber :
  • iTel

Gadget – Di tengah persaingan ketat industri smartphone global, muncul satu nama yang kerap diabaikan namun tak bisa diremehkan: itel. Merek asal Tiongkok ini mungkin tidak sepopuler Samsung, Xiaomi, atau OPPO, tapi kehadirannya di Indonesia sejak 2020 telah mengguncang segmen entry-level dengan harga super terjangkau, desain menarik, dan strategi pemasaran yang cerdas.

4 Opsi HP Oppo RAM 8GB 2 Jutaan Terbaik Awal 2026

Namun, siapa sebenarnya itel? Apa yang membuatnya berbeda dari merek lain? Dan mengapa harganya bisa sedemikian murah?

Berikut 5 fakta menarik tentang itel yang jarang diketahui publik mulai dari asal-usulnya di Afrika hingga kontroversi penamaan produk dan risiko keamanan chipset-nya.

Harga HP Murah Terancam Naik 15 Persen Akibat Krisis Chip

1. Chipset UNISOC: Murah, Tapi Rawan Keamanan dan Kurang Optimal untuk Gaming

Salah satu ciri khas paling mencolok dari itel adalah penggunaan chipset UNISOC bukan Snapdragon, bukan MediaTek, apalagi Exynos. Contohnya:

Layar 120Hz + Android 15 di Harga Rp1,6 Juta? Ini Dia Tecno Spark Go 3!
  • itel City 100: UNISOC T7250
  • itel S23/S23+: UNISOC T606 dan Tiger T616

UNISOC memang menjadi pilihan ideal bagi produsen HP murah karena biaya produksinya rendah. Namun, ada harga yang harus dibayar.

Menurut laporan The Hacker News, chipset UNISOC memiliki kerentanan keamanan serius. Beberapa versi bahkan ditemukan memiliki backdoor yang bisa dieksploitasi peretas untuk mencuri data pribadi pengguna seperti kontak, pesan, lokasi, hingga akun media sosial.

Selain itu, performa UNISOC untuk gaming dan multitasking masih jauh tertinggal. Clock speed rendah, GPU kurang bertenaga, dan proses fabrikasi yang kuno (sering 12nm atau lebih) membuatnya kurang cocok untuk aplikasi berat.

Meski begitu, UNISOC T8200 dan T8300 mulai menunjukkan peningkatan signifikan tapi belum banyak digunakan di HP itel yang dipasarkan di Indonesia.

2. Nama Produk “Nyontek” Samsung, Huawei, dan OPPO Strategi Pintar atau Menyesatkan?

Perhatikan nama-nama ini:

  • itel S23+, S25, S25 Ultra → mirip Samsung Galaxy S23/S24/S25
  • itel P55 5G, P65 → mirip Huawei P50/P60 series
  • itel A80 → mirip OPPO A series atau Samsung Galaxy A series

Ini bukan kebetulan. itel sengaja menggunakan penamaan yang familiar agar konsumen awam merasa “dekat” dengan merek premium meski harganya hanya sepersepuluh.

Strategi ini efektif di pasar berkembang seperti Indonesia, di mana brand awareness lebih kuat daripada spesifikasi teknis. Banyak pembeli pertama kali melihat “S25 Ultra” dan langsung mengasosiasikannya dengan flagship Samsung padahal harganya hanya Rp2,2 jutaan.

Namun, itel juga punya sisi orisinal. Seri seperti RS (Real Speed) dan City menunjukkan upaya menciptakan identitas sendiri terutama untuk menonjolkan fitur unggulan seperti baterai besar atau layar lebar.

3. Fokus Eksklusif pada Segmen HP Murah: Harga Mulai di Bawah Rp1 Juta!

itel tidak pernah bermimpi bersaing dengan iPhone atau Galaxy S25. Merek ini secara konsisten bermain di segmen ultra-low-cost:

  • itel P40: dijual di bawah Rp1 juta (sekitar Rp900 ribuan)
  • itel City 100: Rp1,3 jutaan
  • itel P55 5G: salah satu HP 5G termurah di Indonesia, hanya Rp1,3 jutaan
  • itel S25 Ultra: flagship-nya itel, tetap di bawah Rp2,3 juta

Dengan harga tersebut, itel menyasar pelajar, pekerja harian, UMKM, dan keluarga prasejahtera yang butuh smartphone fungsional bukan mewah.

Fitur utama yang ditonjolkan:

  • Baterai besar (5.000–6.000 mAh)
  • Layar luas (6,5 inci+)
  • Dukungan 4G/5G
  • Dual SIM + microSD

Bagi konsumen dengan anggaran terbatas, itel menawarkan nilai terbaik per rupiah meski harus berkompromi pada performa dan kualitas kamera.

4. Baru Masuk Indonesia pada 2020, Tapi Langsung Bikin Gebrakan

Meski sudah eksis sejak 2007 di Afrika, itel baru resmi masuk Indonesia pada 2020. Produk pertamanya:

  • itel Vision1
  • itel Vision1 Plus

Keduanya dibanderol sekitar Rp1 jutaan dan langsung mendapat sambutan hangat dari konsumen yang mencari alternatif murah.

Puncak popularitasnya datang pada 2023, saat itel meluncurkan P40 smartphone dengan harga di bawah Rp1 juta yang menawarkan:

  • Layar 6,6 inci
  • Baterai 6.000 mAh
  • Prosesor cukup cepat untuk medsos dan YouTube
  • Desain modern dengan notch minimalis

Keberhasilan P40 membuka jalan bagi peluncuran deretan model baru: P55, A80, RS4, S23+, hingga S25 Ultra semua dengan strategi harga agresif dan promosi gencar di e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia.

5. Bagian dari Transsion Holdings Raksasa yang Kuasai Pasar Afrika

Banyak yang tidak tahu: itel bukan merek independen. Ia adalah bagian dari Transsion Holdings, perusahaan teknologi asal Shenzhen, Tiongkok, yang juga menaungi dua merek populer lain:

  • TECNO
  • Infinix

Transsion dikenal sebagai “raja ponsel Afrika”. Menurut laporan Equal Ocean dan MoPhoneParts, Transsion menguasai lebih dari 40% pangsa pasar smartphone di Afrika mengalahkan Samsung dan Apple.

Rahasianya? Fokus pada kebutuhan lokal:

  • Kamera yang dioptimalkan untuk kulit gelap
  • Baterai tahan lama (karena listrik tak stabil)
  • Harga sangat terjangkau
  • Fitur dual SIM dan radio FM

Strategi serupa kini diterapkan di Asia Tenggara termasuk Indonesia. itel, Infinix, dan TECNO berbagi platform hardware, sistem operasi (HiOS), dan rantai pasok, sehingga bisa memproduksi HP murah dengan margin tipis namun volume tinggi.

Kesimpulan: itel Bukan Merek Abal-abal, Tapi Punya Strategi Sendiri

itel mungkin tidak akan pernah memenangkan penghargaan “HP terbaik tahun ini”. Tapi ia tidak perlu itu. Merek ini tahu persis siapa target pasarnya: konsumen yang butuh fungsi, bukan gengsi.

Dengan harga terjangkau, fitur dasar yang lengkap, dan strategi pemasaran cerdas, itel berhasil menciptakan niche-nya sendiri di tengah dominasi raksasa teknologi.

Bagi Anda yang mencari HP cadangan, untuk orang tua, atau anak sekolah itel layak dipertimbangkan. Tapi jika Anda butuh performa, keamanan data, atau kamera berkualitas, mungkin lebih baik menabung sedikit lebih lama.

Yang pasti, itel bukan sekadar “HP murah” ia adalah simbol bagaimana teknologi bisa diakses oleh semua kalangan, tanpa harus mahal.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget