Mengapa Samsung Galaxy S25+ Tiba-tiba Terbakar?

Mengapa Samsung Galaxy S25+ Tiba-tiba Terbakar?
Sumber :
  • Istimewa

86,9% Pengguna Adopsi Galaxy AI, Samsung: AI Jadi Kebutuhan Pokok
  • Unit Galaxy S25+ yang baru dibeli tiba-tiba meledak dan terbakar saat diisi daya pada November 2025.
  • Investigasi memastikan penyebabnya adalah peristiwa thermal runaway (kegagalan baterai tak terkontrol).
  • Samsung telah mengakui liabilitas, tetapi kompensasi yang ditawarkan menuai kritik keras dari komunitas pengguna.
  • Korban insiden mengalami gejala pernapasan akibat asap toksik dari baterai.

Sertifikasi Rampung, Galaxy Buds 4 Pro Siap Meluncur Global

Insiden mengerikan menimpa pemilik ponsel premium pada akhir tahun 2025. Sebuah unit Samsung Galaxy S25+ Terbakar secara tiba-tiba saat diisi dayanya menggunakan pengisi daya dan kabel resmi. Perangkat andalan yang baru berusia dua bulan ini meledak tanpa peringatan, menyebabkan kerusakan parah pada properti dan menimbulkan masalah kesehatan serius bagi penghuni rumah. Setelah berbulan-bulan melakukan investigasi dan negosiasi intensif, Samsung akhirnya mengakui tanggung jawab penuh atas insiden ledakan baterai ini. Kasus ini kembali menyoroti urgensi keselamatan baterai pada perangkat flagship modern.

Investigasi Mendalam: Apa Pemicu Galaxy S25+ Terbakar?

Desain Samsung Galaxy A57 Terungkap di TENAA, Lebih Tipis dan Kamera Baru

Ponsel premium tersebut mengalami kegagalan fatal saat pengisian daya berlangsung. Laporan lokal mengidentifikasi peristiwa tersebut sebagai thermal runaway. Ini adalah kegagalan baterai litium-ion yang tidak terkontrol, di mana panas di dalam sel baterai meningkat sangat cepat. Peningkatan suhu ekstrem ini memicu api dan menyebabkan kerusakan besar, termasuk menghanguskan karpet di sekitarnya.

Dampak Langsung dan Verifikasi Kebakaran

Keluarga yang tinggal di rumah tersebut dilaporkan menghirup asap tebal yang dihasilkan dari kebakaran. Mereka segera mencari perawatan medis karena mengalami gejala pernapasan. Dokumentasi dari petugas pemadam kebakaran setempat memperkuat kesimpulan thermal runaway tersebut. Mereka memeriksa puing-puing perangkat yang hangus dan memverifikasi sumber api berasal dari handset Galaxy S25+.

Setelah penyelidikan yang memakan waktu sekitar dua bulan, unit Asuransi Kebakaran dan Kelautan Samsung mengumumkan hasil investigasinya. Mereka secara resmi menerima liabilitas atas insiden yang melibatkan unit Samsung Galaxy S25+ Terbakar tersebut.

Kontroversi Kompensasi: Nilai Ganti Rugi Samsung Dikritik

Meskipun mengakui kesalahan, tawaran kompensasi Samsung justru memicu reaksi negatif dari komunitas online. Samsung menawarkan beberapa item ganti rugi spesifik kepada keluarga korban.

Perusahaan tersebut berjanji menanggung biaya penggantian perangkat Galaxy S25+ yang rusak. Selain itu, mereka akan membayar biaya pembersihan dan restorasi rumah. Samsung juga bersedia mengganti semua tagihan medis yang terkait dengan insiden tersebut.

Pembayaran 'Rasa Sakit dan Penderitaan' yang Dinilai Rendah

Selain kerugian fisik, Samsung dilaporkan menawarkan pembayaran sebesar $500 (sekitar Rp 8 juta) per orang sebagai kompensasi atas "rasa sakit dan penderitaan" yang dialami. Namun, banyak pengguna internet dan pengamat teknologi menilai langkah ini tidak memadai.

Kritik muncul mengingat trauma yang dialami keluarga tersebut. Selain itu, mereka juga menghadapi potensi risiko kesehatan jangka panjang akibat paparan asap toksik dari baterai litium-ion. Para kritikus berpendapat nilai kompensasi tersebut gagal mencerminkan keparahan insiden yang terjadi.

Analisis Keselamatan Baterai dan Dampak Reputasi

Insiden ini bukan hanya kasus terisolasi; laporan serupa mengenai seri Galaxy S25 yang mengalami overheating dan risiko kebakaran mulai muncul ke permukaan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran yang lebih luas tentang standar keselamatan baterai, bahkan pada perangkat flagship yang seharusnya memiliki protokol pengujian paling ketat.

Samsung selalu mengklaim menerapkan pengujian baterai yang sangat ketat untuk mencegah risiko kebakaran. Meskipun demikian, perusahaan belum mengeluarkan pernyataan publik yang luas mengenai masalah ini. Mereka hanya berinteraksi langsung dengan pelanggan yang terkena dampak dalam kasus spesifik ini. Saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa masalah ini mencerminkan cacat sistemik yang lebih luas di seluruh lini S25. Namun demikian, insiden Samsung Galaxy S25+ Terbakar ini memaksa publik menuntut transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar dari produsen perangkat premium.