Komdigi Percepat Internet: Lelang Spektrum Frekuensi 700 MHz Digelar 2026
- Istimewa
Komdigi menetapkan target yang lebih tinggi untuk tahun berikutnya. Untuk 2026, Komdigi menargetkan cakupan jaringan 5G meningkat menjadi 8,5% dari luas permukiman nasional. Mereka meyakini rencana lelang frekuensi, termasuk spektrum frekuensi 700 MHz, akan menjadi pendorong utama pengembangan jaringan generasi kelima tersebut.
Proyeksi Peningkatan Kecepatan dan Jangkauan
Di layanan 4G, cakupan jaringan telah menjangkau 98,95% populasi penduduk pada 2025. Komdigi menargetkan peningkatan cakupan hingga 99,05% pada 2026. Angka ini juga melampaui target RPJMN 2029.
Dari sisi kualitas, rata-rata kecepatan mobile broadband di ibu kota provinsi ditargetkan naik dari 63,51 Mbps pada 2025 menjadi 80 Mbps pada 2026. Sementara itu, layanan fixed broadband juga menunjukkan perkembangan positif. Jangkauan fixed broadband per kecamatan ditargetkan meningkat dari 72,12% (5.253 kecamatan) pada 2025 menjadi sekitar 82% (5.973 kecamatan) pada 2026. Komdigi juga menargetkan kecepatan fixed broadband naik dari 51,84 Mbps menjadi 64 Mbps di tahun 2026, lebih cepat dari target RPJMN 2027.
Analisis Masa Depan Infrastruktur Digital
Penguatan jaringan melalui lelang spektrum frekuensi menjadi inti dari upaya percepatan digitalisasi. Selain mengelola pita frekuensi, Komdigi juga memastikan program prioritas lainnya tetap berjalan. Program Kampung Internet, misalnya, ditargetkan bertambah menjadi 2.194 titik pada 2026.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan konektivitas merata dan berkualitas. Dukungan spektrum baru, khususnya 700 MHz dan 2,6 GHz pada 2026, krusial bagi implementasi jaringan 5G yang masif. Hal ini akan menopang ambisi Indonesia mencapai standar kecepatan internet global. Program internet murah berbasis spektrum 1,4 GHz, yang kini dalam persiapan, juga berkomitmen melayani 10,8 juta rumah tangga hingga 2030.