Apple Rombak Total Kamera iPhone Air 2 Pasca Banjir Kritik

Apple Rombak Total Kamera iPhone Air 2 Pasca Banjir Kritik
Sumber :
  • Istimewa

Motorola Signature: Flagship Killer Paling Ganas 2026?
  • Apple merombak desain iPhone Air 2 menyusul kritik pedas terhadap spesifikasi kamera tunggal di generasi pertama.
  • Peningkatan kunci meliputi penambahan kamera Ultra Wide, mengatasi keterbatasan fitur fotografi model sebelumnya.
  • Untuk mempertahankan desain tipis, Apple mengembangkan teknologi Face ID yang jauh lebih ramping, yang berpotensi dipakai di MacBook dan iPhone lipat.

Bocoran Desain Awal Oppo Find X9s Terkuak: Fokus Gila Kamera

Apple segera memperbaiki kekurangan fatal yang mendera generasi pertama iPhone Air. Perusahaan teknologi raksasa tersebut kini berencana merombak total kemampuan fotografi pada model penerus, yakni iPhone Air 2. Keputusan ini muncul setelah model perdana dihujani kritik tajam.

Konsumen menilai harga fantastis (mencapai US$999 atau sekitar Rp17 juta) tidak sebanding dengan spesifikasi minimalis. Salah satu keluhan utama tertuju pada kamera belakangnya yang hanya satu. Minimnya fitur kamera ini dianggap tidak layak bagi ponsel premium.

Honor Magic V6 Siap Debut Maret: Baterai 7000mAh Unggulan

Respon Apple: Penambahan Kamera dan Pengembangan Komponen Tipis

Apple tampaknya sangat menyadari gelombang kritik tersebut. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa perusahaan telah meminta pemasoknya untuk mengerjakan desain ulang. Tujuannya adalah mengembangkan struktur yang tetap mempertahankan bodi sangat tipis, namun mampu menampung komponen esensial tambahan.

Peningkatan terbesar pada iPhone Air 2 adalah kehadiran kamera Ultra Wide. Pada generasi sebelumnya, Apple hanya memasang satu kamera belakang. Keterbatasan ruang akibat desain bodi super tipis menjadi alasan utama dugaan hilangnya fitur tersebut.

Dampak Desain Tipis pada Fungsionalitas

Akibatnya, kemampuan fotografi iPhone Air terasa sangat terbatas. Selain itu, desain bodi ekstrem tipis ini juga berdampak signifikan pada kapasitas baterai yang lebih kecil. Hal ini membuat daya tahan ponsel kurang memuaskan bagi pengguna yang aktif.

Meskipun ponsel ini menawarkan kenyamanan genggam dan tampilan elegan, banyak calon pembeli akhirnya mengurungkan niat. Situasi ini membuat penjualan iPhone Air dan beberapa pesaingnya—seperti Galaxy S25 Edge—gagal mencapai target yang diharapkan.

Inovasi Face ID Super Tipis untuk iPhone Air 2

Untuk mengatasi dilema ruang ini, Apple dikabarkan sedang mengembangkan komponen Face ID yang lebih ramping. Dengan teknologi baru ini, iPhone Air 2 bisa mempertahankan estetika desain tipisnya sekaligus menambah modul kamera baru. Inovasi ini krusial untuk menampung kamera Ultra Wide tanpa mengorbankan keamanan biometrik.

Paket Face ID super tipis tersebut tidak hanya akan digunakan untuk lini iPhone. Ada kemungkinan teknologi ini juga diterapkan pada produk Apple lainnya, termasuk MacBook di masa depan.

Strategi Berbeda untuk iPhone Lipat

Menariknya, iPhone lipat yang saat ini disiapkan Apple kabarnya akan menghilangkan fitur Face ID. Mereka disebut akan kembali mengandalkan Touch ID. Keputusan ini juga diambil karena adanya keterbatasan ruang pada desain bodi yang terlipat.

Jika pengembangan Face ID versi tipis ini berhasil, teknologi tersebut berpeluang besar hadir di generasi iPhone lipat berikutnya. Ini menunjukkan upaya berkelanjutan Apple untuk menyeimbangkan fitur canggih dengan batasan fisik perangkat.

Analisis Prospek Pasar iPhone Air 2 di Masa Depan

Segmen ponsel super tipis sejatinya tetap memiliki pasar tersendiri, meskipun dianggap tidak terlalu berguna oleh sebagian konsumen. Masalahnya, baik Apple maupun Samsung dinilai belum maksimal dalam mengeksekusi model super tipis ini. Khususnya karena mereka belum mengadopsi baterai silikon-karbon yang jauh lebih efisien.

Apabila Apple mampu mempertahankan desain ramping khas iPhone Air 2, sambil menghadirkan kemampuan kamera yang lebih lengkap dan daya tahan baterai yang signifikan, lini produk ini berpotensi menjadi sangat populer. Banyak pihak menilai Apple melihat kesuksesan besar MacBook Air sebagai inspirasi utama dalam membangun kategori produk premium yang sangat tipis namun fungsional.