Tokopedia TikTok Shop Blokir 250.000 Akun, Rilis Fitur Baru

Tokopedia TikTok Shop Blokir 250.000 Akun, Rilis Fitur Baru
Sumber :
  • Istimewa

Motorola Perluas Akses Android 16 Beta ke 4 HP Baru
  • Platform menolak lebih dari 250.000 pengajuan akun penjual yang tidak patuh (periode Januari hingga Juni 2025).
  • Platform meningkatkan peninjauan produk hingga 506,8% dibandingkan periode sebelumnya.
  • Fitur "Kapasitas Penanganan Pesanan" diluncurkan untuk mitigasi risiko keterlambatan pengiriman saat lonjakan trafik Ramadhan.
  • Fitur 'Live Giveaway' resmi dirilis untuk mencegah praktik undian ilegal dan menyalahi regulasi perjudian.

Tecno Spark Go 3: Uji Tuntas HP Entry-Level Paling Stabil

JAKARTA – Tokopedia dan TikTok Shop kembali memperkuat komitmen mereka dalam menjaga ekosistem digital yang aman dan patuh. Platform e-commerce gabungan ini secara aktif melakukan kurasi ketat terhadap produk dan akun penjual yang beroperasi. Langkah ini penting untuk menjamin keamanan Tokopedia TikTok Shop bagi jutaan konsumen di Indonesia.

Stephanie Susilo, Executive Director Tokopedia and TikTok E-commerce Indonesia, memaparkan bukti nyata komitmen tersebut. Perusahaan menemukan ratusan ribu produk dan akun yang tidak sesuai standar yang ditetapkan.

PHK Pinterest: 15% Karyawan Terdampak, Fokus Penuh ke AI

Audit Kepatuhan Skala Besar: 250.000 Akun Ditolak

Platform e-commerce menunjukkan langkah tegas dalam menegakkan kepatuhan. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2025, Tokopedia dan TikTok Shop telah menolak lebih dari 250.000 pengajuan akun penjual. Akun-akun ini gagal memenuhi standar kepatuhan yang dipersyaratkan platform.

Stephanie menambahkan, platform turut mengintensifkan peninjauan produk sebelum tayang. Peningkatan peninjauan ini mencapai rata-rata 506,8% dibandingkan enam bulan sebelumnya. Total, perusahaan telah meninjau belasan juta produk demi menjaga kualitas ekosistem.

Inovasi Jelang Ramadhan: Fitur Baru untuk Mitigasi Risiko

Selain pengetatan kurasi, Tokopedia dan TikTok Shop mendorong kenyamanan bagi mitra penjual melalui serangkaian fitur baru. Fitur-fitur ini bertujuan mendukung kesiapan operasional penjual menjelang momentum Ramadhan 2026.

Inggrit Longdong, Country Head of Governance and Experience, Tokopedia & TikTok Shop, menjelaskan inovasi ini. Salah satu fitur kunci yang mereka luncurkan adalah 'Kapasitas Penanganan Pesanan'.

Fitur Kapasitas Pesanan Cegah Keterlambatan Pengiriman

Fitur 'Kapasitas Penanganan Pesanan' dirancang khusus untuk membantu penjual mengelola lonjakan trafik pesanan. Fitur ini menjawab kekhawatiran utama penjual terkait risiko keterlambatan pengiriman saat permintaan membludak.

Penjual kini dapat menentukan batas maksimal kapasitas pesanan harian melalui Seller Center. Jika batas tersebut tercapai, penjual otomatis menerima perpanjangan batas waktu pengiriman selama satu hari.

Inggrit menjamin mekanisme perpanjangan waktu otomatis ini tidak akan memengaruhi performa atau rating toko. Namun, fitur esensial ini masih tersedia eksklusif bagi penjual dengan status Power Shop dan Mall.

Sistem Insentif Baru untuk Kreator Konten

Platform juga meluncurkan 'Ranking Kinerja Creator' khusus bagi para afiliator. Sistem ini berbeda dari sistem poin pelanggaran tradisional. Ranking Kinerja Creator menggunakan pendekatan insentif positif.

Kreator dengan poin tinggi menikmati akun yang lebih sehat dan visibilitas yang lebih baik. Inggrit menyebut, kreator akan mendapat manfaat lebih jika konten dan pesanan mereka memenuhi syarat dan minim pelanggaran.

Peningkatan Kualitas Ekosistem dan Perlindungan Penjual

Mitigasi risiko regulasi juga menjadi fokus utama menjelang promosi Ramadhan. Tokopedia dan TikTok Shop merilis fitur 'Live Giveaway' untuk mengatasi masalah ini.

Fitur ini berfungsi mencegah praktik undian yang menyerupai mekanisme perjudian atau pemberian hadiah yang dilarang di Indonesia. Kreator wajib menggunakan alat resmi ini saat ingin memberikan hadiah atau Tunjangan Hari Raya (THR) kepada penonton. Kreator bisa mengakses opsi 'Create Live Giveaway' sebelum memulai siaran langsung.

Transparansi Ulasan dan Proses Banding

Tokopedia dan TikTok Shop turut memperbarui proses pengajuan banding (refund and return) agar lebih berimbang. Perusahaan telah memperbaiki persyaratan bukti yang lebih fleksibel. Mereka juga memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi penjual. Hal ini penting untuk menangkal potensi penyalahgunaan fitur pengembalian dana oleh pembeli.

"Kami mendengar masukan penjual terkait kendala refund. Proses banding telah ditingkatkan untuk melindungi penjual, tidak hanya pembeli," tegas Inggrit.

Selain itu, penjual kini dapat memantau tingkat ulasan negatif secara langsung. Inggrit menyarankan penjual untuk memuat informasi perubahan kemasan produk secara jelas di deskripsi. Langkah sederhana ini dapat menghindari ulasan buruk akibat kesalahpahaman konsumen. Komitmen ganda pada kepatuhan e-commerce dan dukungan operasional ini memperkuat posisi platform jelang puncak belanja Ramadhan.