Perbandingan HyperOS vs One UI Samsung: Mana OS Android yang Lebih Nyaman Digunakan?
- ilustrasi
Keunggulan One UI semakin terasa pada sektor kecerdasan buatan. Samsung menyematkan berbagai fitur AI canggih, seperti Circle to Search yang memungkinkan pencarian instan dari layar mana pun. Selain itu, tersedia pula terjemahan panggilan secara real time, fitur AI di galeri untuk mengedit foto dan video, serta ringkasan teks otomatis di berbagai aplikasi. HyperOS memang sudah mulai menghadirkan fitur berbasis AI, namun integrasinya masih terbatas dan belum sekompleks milik Samsung.
Meski begitu, dari segi performa, HyperOS patut diacungi jempol. Berkat desain antarmuka yang ringan, sistem ini terasa responsif dalam penggunaan harian. Navigasi terasa mulus, bahkan pada perangkat kelas menengah. One UI, di sisi lain, lebih menekankan stabilitas. Meski tidak selalu terasa paling cepat, performanya konsisten dan jarang bermasalah, terutama pada ponsel flagship Samsung.
Soal pembaruan software, Samsung dikenal paling agresif. One UI mendapat dukungan update jangka panjang, bahkan hingga tujuh tahun untuk beberapa model terbaru. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang ingin ponselnya tetap relevan dalam waktu lama. Xiaomi sendiri terus memperluas dukungan HyperOS ke berbagai lini perangkat, meski durasi update umumnya masih di bawah Samsung.
Sebagai penutup, perbandingan HyperOS vs One UI Samsung pada akhirnya kembali ke preferensi masing-masing pengguna. HyperOS cocok bagi mereka yang menginginkan antarmuka ringan, bersih, dan terintegrasi dengan ekosistem Xiaomi. Sementara itu, One UI menjadi pilihan ideal bagi pengguna yang membutuhkan fitur lengkap, kecerdasan buatan canggih, serta jaminan update jangka panjang. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing dan sama-sama menawarkan pengalaman Android yang solid di kelasnya.