44 Ribu VW ID.4 Ditarik: Risiko Kebakaran Baterai Mengintai

44 Ribu VW ID.4 Ditarik: Risiko Kebakaran Baterai Mengintai
Sumber :
  • Istimewa

Strategi Polytron G3+: Baterai LFP Jadi Kunci Garansi Seumur Hidup
  • Volkswagen menarik lebih dari 44.000 unit ID.4 di AS karena dua masalah serius terkait sistem baterai.
  • Penyebab utama meliputi cacat elektroda pada modul baterai dan hilangnya perangkat lunak deteksi mandiri.
  • Pemilik ID.4 yang terdampak diminta membatasi pengisian daya 80% dan menghindari pengisian cepat DC sementara perbaikan permanen disiapkan.

Mobil Listrik Murah Makin Ramai, Ini Pilihan Terbaik di Bawah Rp200 Juta Tahun 2026

Volkswagen mengumumkan penarikan besar-besaran (recall) terhadap lebih dari 44.000 unit kendaraan listrik (EV) ID.4 di Amerika Serikat. Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) merilis dua pemberitahuan resmi pada hari Selasa mengenai potensi bahaya kebakaran serius yang berasal dari sistem baterai tegangan tinggi. Masalah ini memicu Recall Volkswagen ID.4 terbesar saat ini, melibatkan model tahun 2023 hingga 2025.

Pabrikan asal Jerman ini bergerak cepat mengatasi dua isu berbeda yang mengancam keselamatan pengemudi. Kedua masalah tersebut berpusat pada modul baterai yang dipasok oleh SK Battery America.

Honor Magic8 Pro Air: Baterai 5.500 mAh, Kalahkan S25 Ultra?

Dua Ancaman Serius pada Sistem Baterai ID.4

Penarikan ini terbagi menjadi dua kelompok berdasarkan akar masalah yang berbeda pada kendaraan ID.4 terbaru. Total unit yang terdampak mencapai 44.551 kendaraan.

Isu Pertama: Cacat Elektroda pada Modul (670 Unit)

Recall Volkswagen ID.4 yang pertama relatif kecil, hanya mencakup 670 unit ID.4 dari model tahun 2023 dan 2024. Menurut laporan Volkswagen kepada NHTSA, kendaraan ini mungkin memiliki cacat manufaktur pada modul sel baterai.

Cacat ini terjadi selama periode produksi tertentu. Elektroda di dalam sel baterai kemungkinan tidak sejajar (misaligned). Ketidaksejajaran ini meningkatkan risiko kebakaran baterai, terutama jika terjadi kondisi tertentu.

Untuk mitigasi awal, Volkswagen telah meminta pemilik yang terdampak untuk mengambil tindakan pencegahan. Pemilik wajib membatasi pengisian daya baterai hingga maksimal 80%. Selain itu, mereka harus menghindari pengisian cepat DC dan parkir kendaraan di luar ruangan setelah proses pengisian. Solusi permanen VW adalah penggantian modul baterai yang berpotensi rusak tanpa biaya.

Isu Kedua: Hilangnya Software Deteksi Mandiri (43.881 Unit)

Penarikan kedua mencakup jumlah yang jauh lebih besar, yakni 43.881 unit ID.4 dari model tahun 2023 hingga 2025. Pada kasus ini, permasalahannya adalah hilangnya perangkat lunak pemantauan baterai.

Kendaraan tersebut ternyata tidak dilengkapi dengan software "deteksi pengosongan daya mandiri" milik Volkswagen. Software ini berfungsi mengidentifikasi perilaku baterai yang tidak biasa.

Menurut laporan recall, dalam situasi yang sangat jarang terjadi, modul baterai tegangan tinggi dapat mengalami thermal runaway. Kondisi ini dapat memicu api pada kendaraan. VW akan melakukan pemeriksaan kesehatan baterai, memasang pembaruan perangkat lunak, dan mengganti modul baterai bila diperlukan.

Analisis Strategis Dampak Recall Volkswagen ID.4

Kedua penarikan ini jelas membebani reputasi VW di pasar EV Amerika Serikat. Lima insiden panas berlebih terkait ID.4 telah dilaporkan antara tahun 2024 hingga 2025 di AS. Investigasi mengaitkan kegagalan ini dengan abnormalitas perangkat keras, termasuk pergeseran elektroda di dalam baterai.

ID.4 merupakan kendaraan listrik terlaris Volkswagen dan menjadi pilar utama dalam strategi elektrifikasi global mereka. Pada tahun 2025, penjualan global ID.4 (termasuk ID.5) mencapai 163.400 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan hampir 27% dari tahun sebelumnya.

Meskipun VW cepat tanggap, Recall Volkswagen ID.4 ini pasti akan menimbulkan keraguan konsumen. Penarikan sebesar ini dapat memperlambat momentum pertumbuhan kendaraan listrik unggulan mereka di tengah persaingan pasar yang ketat. Integritas rantai pasokan dan kualitas modul baterai, yang dipasok oleh SK On (melalui SK Battery America), kini menjadi fokus pengawasan yang mendesak.