Terungkap! 22% Pengguna iPhone Menolak Update iOS 26
- Istimewa
- Sebanyak 22% pengguna iPhone dewasa di Amerika Serikat (AS) memilih menunda atau menolak pembaruan ke iOS 26.
- Kekhawatiran utama penolakan meliputi penurunan drastis masa pakai baterai dan kinerja ponsel yang melambat pasca-instalasi.
- Sebanyak 72% responden memiliki setidaknya satu keberatan signifikan terhadap fitur atau performa iOS 26.
- Alasan penundaan teratas adalah ketidaktahuan pengguna atau asumsi pembaruan akan berjalan otomatis.
Raksasa teknologi Apple terus mendorong adopsi sistem operasi terbaru, namun penolakan signifikan terjadi di kalangan pengguna. Survei terbaru yang dilakukan oleh SellCell menemukan fakta mengejutkan: 22% pengguna iPhone dewasa di Amerika Serikat belum melakukan pembaruan ke iOS 26. Angka ini terbilang tinggi mengingat iOS 26 telah tersedia untuk diunduh sejak September 2025. Penolakan ini menunjukkan bahwa mayoritas pengguna masih memegang teguh kekhawatiran performa yang telah lama menghantui pembaruan Apple.
Mengapa Pengguna iPhone Ragu Menginstal iOS 26?
Survei terhadap 2.000 pengguna iPhone dewasa di AS ini menguak sejumlah alasan di balik penundaan. Pengguna menunda pembaruan karena beberapa alasan yang sangat mendasar. Alasan terbesar adalah ketidaktahuan bahwa pembaruan iOS 26 sudah tersedia. Mereka tidak menyadari adanya update sistem operasi baru.
Diikuti oleh alasan kedua yang juga sering terjadi, yaitu asumsi keliru. Banyak pengguna percaya iPhone akan otomatis menginstal iOS 26 dengan sendirinya. Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa Apple masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam mengedukasi basis penggunanya tentang proses pembaruan manual.
Kekhawatiran Teknis: Momok Baterai dan Kinerja
Kekhawatiran teknis memainkan peran dominan dalam penolakan ini. Data SellCell mencatat, hanya 28% responden yang tidak memiliki keberatan terhadap iOS 26. Artinya, 72% pengguna memiliki setidaknya satu kekhawatiran signifikan.
Masalah utama yang paling ditakuti adalah penurunan drastis masa pakai baterai. Hal ini menjadi alasan penolakan terbesar bagi banyak pengguna. Selain itu, sebagian besar pengguna khawatir bahwa ponsel mereka akan menjadi lebih lambat segera setelah instalasi pembaruan. Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar, mengingat rekam jejak Apple di masa lalu terkait isu throttling dan bug awal sistem operasi.
Penolakan Desain Liquid Glass Baru
Bukan hanya masalah performa internal, tampilan antarmuka baru juga menjadi penghalang. Desain Liquid Glass yang diperkenalkan di iOS 26 tidak diterima baik oleh semua kalangan. Beberapa responden menyatakan secara eksplisit bahwa mereka tidak menyukai tampilan atau tingkat keterbacaan antarmuka yang baru tersebut.
Lebih jauh, sejumlah pengguna menyatakan ketakutan akan irreversibilitas pembaruan. Mereka khawatir bahwa setelah ponsel diperbarui, akan sulit, bahkan tidak mungkin, untuk kembali ke versi iOS sebelumnya jika pembaruan baru ini mengecewakan. Ini adalah faktor penghalang utama bagi pengguna yang memprioritaskan stabilitas.
Strategi Menunggu dan Analisis Risiko Pembaruan
Mayoritas pengguna memang tidak langsung menginstal pembaruan sistem operasi baru. Survei menunjukkan 61% pengguna memilih untuk menunggu beberapa saat. Mereka ingin melihat apakah ada bug besar atau masalah performa yang dilaporkan oleh pengguna awal.
Fenomena "menunggu ulasan" ini menunjukkan skeptisisme tinggi terhadap janji peningkatan kinerja setiap kali Apple merilis versi baru. Meskipun iOS 26 kini memegang peran besar dalam distribusi versi secara keseluruhan, Apple harus segera mengatasi masalah kinerja dan kekhawatiran baterai. Upaya ini sangat krusial untuk meyakinkan sisa 22% pengguna yang menolak upgrade dan memastikan adopsi sistem operasi yang lebih universal.