Skandal? Investasi Tesla xAI Rp33 T: Ambisi dan Gugatan Pemegang Saham
- Istimewa
Konflik Tata Kelola: Bayang-Bayang Gugatan Fidusial Elon Musk
Keputusan investasi Tesla xAI ini tidak berjalan mulus. Transaksi senilai Rp33 triliun tersebut menuai sorotan tajam karena dianggap sebagai kesepakatan sirkular yang berpotensi melanggar tata kelola perusahaan.
Pada November tahun lalu, pemegang saham Tesla secara teknis sempat menolak usulan serupa. Penolakan terjadi karena tingginya angka abstain, meskipun jumlah suara setuju sedikit lebih unggul. Kritikus melihat investasi ini sebagai konflik kepentingan yang jelas.
Tuduhan Pengalihan Sumber Daya dan Talenta
Sekelompok pemegang saham telah mengajukan gugatan hukum terhadap Musk pada Juni 2024. Gugatan ini menuduh Musk melanggar kewajiban fidusia sebagai CEO. Para penggugat menuduh Musk mengalihkan talenta, sumber daya, dan peluang pengembangan AI yang seharusnya menjadi milik Tesla, ke entitas xAI.
Dokumentasi hukum mencatat adanya perpindahan sejumlah insinyur AI inti dari Tesla ke xAI. Para penggugat menyoroti Musk mendirikan xAI setelah porsi kepemilikan sahamnya di Tesla menyusut di bawah 20% pasca-akuisisi Twitter. Mereka menilai perpindahan sumber daya ini merugikan kepentingan pemegang saham Tesla.
Analisis Risiko dan Arah Investasi Tesla xAI
Faktanya, kerja sama operasional antara Tesla dan xAI sudah berjalan sebelum investasi dana ini diumumkan. Tesla telah memasok baterai Megapack untuk mendukung pusat data xAI. Sementara itu, xAI telah mengintegrasikan chatbot Grok ke dalam beberapa kendaraan Tesla sebagai bagian dari uji coba awal.
Meskipun fundamental keuangan Tesla mencatat penurunan laba 46% tahun lalu, perusahaan tetap memandang pendanaan ini sebagai keharusan strategis. Di tengah valuasi fantastis xAI pasca-Seri E (sekitar Rp3.864 triliun), investasi Tesla xAI mencerminkan pertaruhan besar perusahaan di masa depan AI. Namun, ambisi integrasi teknologi ini harus berhadapan langsung dengan tantangan hukum dan risiko tata kelola yang membayangi kepemimpinan Elon Musk.