Ledakan Pusat Data AI Ancaman Serius bagi Komitmen Iklim Global
- Istimewa
Martos memperingatkan bahwa kapasitas gas baru ini berpotensi mengunci emisi di masa depan. Lebih lanjut, aset ini dapat menjadi "aset terbengkalai" jika permintaan listrik dari AI tidak pernah terwujud sesuai proyeksi.
Konflik dengan Tujuan Net Zero Emission Global
Peningkatan signifikan penggunaan gas ini jelas bertentangan dengan tujuan iklim global. Negara-negara sepakat lewat Perjanjian Paris untuk menekan pemanasan global. Tujuannya adalah mencapai emisi nol bersih (net zero) sekitar tahun 2050.
Namun, AS terlihat menjauh dari komitmen tersebut. Pemerintahan Trump melemahkan riset iklim dan pengendalian polusi. Mereka justru mempercepat pembangunan infrastruktur bahan bakar fosil. Percepatan ini termasuk proyek yang bertujuan mendukung kebutuhan `Pusat Data AI` melalui Rencana Aksi AI.
Pada tahun 2025, emisi gas rumah kaca AS kembali meningkat. Bersamaan dengan itu, kapasitas pembangkit listrik tenaga gas di negara tersebut hampir dilipatgandakan.
Analisis Kritis Permintaan Energi Masa Depan
Para analis memprediksi tahun 2026 akan menjadi tahun pemecahan rekor bagi industri gas. Jika seluruh proyek gas yang diusulkan berhasil dibangun, kapasitas baru akan melampaui rekor yang tercipta pada tahun 2002. Periode awal 2000-an dikenal sebagai era "revolusi gas serpih" di AS.
Meski demikian, pasar `Pusat Data AI` masih diselimuti ketidakpastian. Ada potensi proyek-proyek pusat data dibatalkan. Hal ini akan terjadi jika adopsi AI tidak menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari seperti yang diimpikan. Kondisi ini menuntut perencanaan energi yang lebih hati-hati dan berkelanjutan dari pemerintah serta perusahaan teknologi besar.