IDC: Harga Smartphone Melonjak, Pengiriman Anjlok 2026

IDC: Harga Smartphone Melonjak, Pengiriman Anjlok 2026
Sumber :
  • Istimewa

Revolusi Keamanan! Deteksi Penipuan Panggilan Pixel ke Galaxy S26
  • Harga smartphone dipastikan melonjak drastis, khususnya pada perangkat di bawah US$200.
  • Kenaikan harga ini dipicu kelangkaan memori global karena prioritas industri beralih ke AI dan pusat data (hyperscale).
  • IDC memproyeksikan total pengiriman (shipment) smartphone 2026 akan turun, memaksa konsumen memperpanjang siklus penggantian perangkat.

Xiaomi Rilis REDMI Note 15 5G: Harga & Durabilitas Titan

IDC Indonesia mengeluarkan proyeksi yang cukup mengkhawatirkan bagi pasar gawai nasional. Lembaga riset global tersebut memprediksi pengiriman unit smartphone 2026 berpotensi mengalami penurunan signifikan. Penyebab utama penurunan volume pengiriman ini adalah tren kenaikan harga perangkat yang terus terjadi. Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst Devices Research IDC Indonesia, menjelaskan bahwa kelangkaan komponen inti memaksa vendor menaikkan harga jual, terutama pada segmen entry-level. Situasi ini secara langsung memperpanjang siklus penggantian HP oleh konsumen.

Mengapa Harga Smartphone Naik? Analisis Krisis Memori Global

Galaxy Z TriFold Ludes dalam Menit: Strategi Samsung Berhasil

Kenaikan harga yang terjadi saat ini merupakan respons langsung terhadap tekanan rantai pasokan global. Vanessa menegaskan bahwa kelangkaan memori masih menjadi tantangan utama yang belum menunjukkan tanda-tanda normalisasi.

IDC memperkirakan kesenjangan antara permintaan dan pasokan akan semakin parah. Kondisi ini menyebabkan kekurangan pasokan yang akut dan tentu saja, mendorong harga smartphone naik sepanjang paruh pertama tahun 2026.

Prioritas AI Memicu Kelangkaan DDR4

Kelangkaan yang memicu lonjakan biaya ini berakar pada investasi besar-besaran di sektor pusat data. Para pemain utama industri memori saat ini memprioritaskan ekspansi kapasitas dan investasi ke segmen hyperscale dan Kecerdasan Buatan (AI).

Akibatnya, produksi dan pasokan memori kelas bawah seperti DDR4—yang masih banyak dipakai pada smartphone entry-level—terus dikurangi. Vanessa menambahkan, meskipun terjadi transisi ke DDR5, pemasok tetap mengutamakan kebutuhan hyperscale dan AI, bukan perangkat klien biasa.

Strategi Vendor di Tengah Tekanan Margin

Di saat yang sama, permintaan dari sisi klien (seperti PC dan smartphone) dan sektor otomotif, terutama kendaraan listrik (EV), justru meningkat tajam. Peningkatan permintaan ini secara kolektif mendorong total kebutuhan memori dan penyimpanan global.

Perangkat dengan harga jual rendah (di bawah US$200) memiliki margin keuntungan yang sangat sempit. Oleh karena itu, vendor kesulitan menyerap lonjakan biaya produksi tersebut. Vanessa memprediksi kenaikan harga akan terasa paling signifikan pada segmen entry-level ini.

Halaman Selanjutnya
img_title