Harga Rp3 Jutaan, Tapi Pakai Snapdragon 680-Apa Daya Tarik Huawei Nova 14i?
- Huawei
Gadget – Huawei kembali memperluas jangkauan global salah satu perangkat andalannya dengan meluncurkan Huawei Nova 14i di Hong Kong pada 6 Februari 2026. Namun, jangan terkecoh oleh namanya yang terdengar baru karena sejatinya, Nova 14i hanyalah versi rebadged dari Huawei Enjoy 60x atau Nova Y91, yang sudah dikenal sejak 2023.
Meski demikian, Huawei berharap kombinasi baterai raksasa 7.000mAh, layar besar 6,95 inci, dan harga terjangkau (HKD 1.588 atau sekitar Rp3 juta) akan menarik minat konsumen terutama mereka yang mengutamakan daya tahan baterai di atas performa mutakhir.
Namun, ada satu masalah besar: chipset-nya adalah Qualcomm Snapdragon 680, prosesor mid-range yang pertama kali dirilis pada 2019 dan mulai populer di ponsel 4G pada 2021. Artinya, perangkat ini membawa teknologi enam tahun lalu ke pasar 2026 di tengah persaingan ketat dari MediaTek Dimensity dan Snapdragon 4/6 Gen series yang jauh lebih efisien dan cepat.
Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi, kelebihan, kekurangan, serta posisi Nova 14i dalam strategi Huawei saat ini apakah ini langkah cerdas atau sekadar daur ulang tanpa inovasi?
Desain dan Layar: Besar, Cerah, dan Nyaman untuk Multimedia
Huawei Nova 14i hadir dengan dimensi 171,6 × 79,9 × 8,9 mm dan bobot 216 gram cukup berat, tapi wajar mengingat baterainya yang sangat besar. Desainnya mengusung estetika minimalis khas seri Nova, dengan bezel tipis di sisi kiri-kanan dan dagu yang sedikit tebal.
Layarnya menjadi salah satu nilai jual utama:
- 6,95 inci LCD
- Resolusi FHD+ (2376 × 1080)
- Refresh rate 90Hz
- Touch sampling rate 270Hz
- 16,7 juta warna
Layar ini sangat cocok untuk menonton video, membaca, atau scrolling media sosial. Meski bukan panel AMOLED, kualitas warna dan kecerahan LCD-nya cukup baik untuk penggunaan sehari-hari terutama di dalam ruangan.
Performa: Snapdragon 680 Masih Cukup untuk Apa?
Di jantung Nova 14i, tersemat Qualcomm Snapdragon 680 chipset 4G berbasis fabrikasi 6nm yang terdiri dari:
- 4 core Cortex-A73 @ 2,4 GHz
- 4 core Cortex-A53 @ 1,9 GHz
- GPU Adreno 610
Secara teknis, chipset ini masih mampu menjalankan aplikasi dasar seperti WhatsApp, Instagram, YouTube, dan bahkan game ringan seperti Mobile Legends di pengaturan rendah. Namun, untuk multitasking berat, editing foto/video, atau game modern seperti Genshin Impact, performanya akan terasa lambat dan kurang responsif.
Yang lebih mengecewakan: pada 2026, banyak ponsel seharga Rp3 jutaan sudah menggunakan chipset seperti
Dimensity 6080, Snapdragon 4 Gen 2, atau bahkan Snapdragon 7s Gen 2 yang menawarkan performa 2–3 kali lipat lebih cepat dan efisiensi daya jauh lebih baik.
Baterai 7.000mAh: Daya Tahan Ekstrem, Tapi Pengisian Biasa Saja
Jika ada satu alasan kuat untuk mempertimbangkan Nova 14i, itu adalah baterainya yang monumental.
- Kapasitas: 7.000 mAh
- Daya tahan: hingga 26 jam video playback
- Pengisian: 22,5W via USB-C
Dengan baterai sebesar ini, pengguna bisa:
- Menggunakan ponsel selama 2–3 hari dengan pemakaian ringan
- Menonton film nonstop selama lebih dari sehari
- Menggunakannya sebagai power bank darurat untuk perangkat lain
Namun, pengisian 22,5W terasa lambat dibanding kompetitor yang sudah menawarkan 30W–67W di kisaran harga serupa. Mengisi penuh baterai 7.000mAh bisa memakan waktu sekitar 2,5–3 jam.
Kamera: Cukup untuk Dokumentasi, Bukan untuk Kreator
Sistem kamera Nova 14i terbilang minimalis:
- Belakang: 50MP (utama) + 2MP (depth)
- Depan: 8MP
- Rekaman video maksimal: 1080p
Sensor utama 50MP mampu menghasilkan foto yang cukup tajam di siang hari, tetapi kualitasnya menurun drastis di kondisi minim cahaya. Sensor depth 2MP praktis tidak berguna hanya berfungsi untuk efek bokeh digital yang sering terlihat tidak natural.
Kamera depan 8MP juga terbatas, cocok hanya untuk video call atau selfie kasual. Tidak ada fitur AI canggih, night mode premium, atau stabilisasi video fitur yang kini sudah umum bahkan di ponsel entry-level.
Perangkat Lunak: EMUI 14.2 Tanpa Google Services
Nova 14i menjalankan EMUI 14.2 berbasis Android, tetapi tanpa layanan Google (GMS) seperti semua perangkat Huawei pasca-sanksi AS. Pengguna harus mengandalkan:
- AppGallery (toko aplikasi Huawei)
- Petal Search
- Huawei Mobile Services (HMS)
Bagi pengguna yang terbiasa dengan ekosistem Google, ini bisa menjadi hambatan signifikan. Banyak aplikasi populer seperti Gmail, YouTube, atau Google Maps tidak tersedia secara native, meski bisa diinstal via pihak ketiga dengan risiko keamanan dan stabilitas.
Harga dan Ketersediaan: Murah, Tapi Ada yang Lebih Baik
- Harga: HKD 1.588 (~Rp3,1 juta)
- Varian: 8GB RAM + 256GB penyimpanan
- Tersedia: Mulai 6 Februari 2026 di situs resmi Huawei Hong Kong
Di kisaran harga ini, konsumen punya banyak alternatif yang lebih unggul:
- Xiaomi Redmi Note 13 4G (Snapdragon 685, AMOLED, 33W)
- realme Narzo N63 (Dimensity 6100+, 5.000mAh, 45W)
- Samsung Galaxy A05s (Snapdragon 680, tapi dengan dukungan software lebih panjang)
Kesimpulan: Untuk Siapa Nova 14i Sebenarnya?
Huawei Nova 14i bukan ponsel untuk semua orang. Ia cocok bagi:
- Pengguna senior yang butuh baterai tahan lama dan antarmuka sederhana
- Pelajar atau pekerja lapangan yang butuh ponsel tahan lama tanpa sering charge
- Pengguna setia Huawei yang sudah nyaman dengan ekosistem HMS
Namun, bagi pengguna yang menginginkan performa modern, kamera berkualitas, atau akses penuh ke Google, Nova 14i justru terasa seperti langkah mundur terutama di tengah kemajuan pesat industri smartphone 2026.
Dengan Huawei yang baru saja kembali ke puncak pasar smartphone China berkat seri Pura dan Mate 70, peluncuran Nova 14i terasa seperti pengingat bahwa tidak semua strategi perusahaan berjalan searah dengan inovasi. Ini adalah produk nostalgia, bukan masa depan.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |