Instagram Uji Fitur Keluar dari Close Friends Orang Lain-Privasi Makin Terkendali!
Dengan fitur baru ini, pengguna mendapatkan opsi ketiga yang elegan: keluar diam-diam, tanpa drama, tanpa notifikasi ke pemilik akun.
Ini juga sejalan dengan tren industri: pengguna modern menuntut transparansi dan kendali penuh atas data dan konten yang mereka konsumsi.
Perbandingan dengan Snapchat: Instagram Ikuti Jejak Kompetitor
Fitur serupa sebenarnya sudah lama tersedia di Snapchat. Di platform tersebut, pengguna bisa keluar dari Private Story seseorang kapan saja tanpa sepengetahuan pembuatnya. Langkah ini dipuji karena memberikan fleksibilitas privasi tanpa merusak hubungan sosial.
Instagram tampaknya mengadopsi pendekatan yang sama, mengakui bahwa batasan sosial digital harus bisa dikelola oleh kedua belah pihak, bukan hanya oleh yang membagikan.
Namun, Meta juga menyadari potensi dampak sosial negatif. Misalnya:
- Pemilik akun mungkin curiga jika tiba-tiba engagement Close Friends-nya turun
- Beberapa pengguna mungkin merasa “ditolak” meski tidak ada notifikasi resmi
Untuk itu, kemungkinan besar Instagram akan merancang fitur ini dengan sangat hati-hati, termasuk mempertimbangkan apakah akan memberi petunjuk halus kepada pemilik daftar.
Bagian dari Strategi Lebih Besar: Langganan Premium & Kontrol Pengguna
Pengembangan fitur ini tidak berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari transformasi besar-besaran Instagram menuju model layanan berlapis.
Meta saat ini sedang menguji langganan premium yang mencakup Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Menurut bocoran dari Paluzzi, fitur eksklusif dalam paket berbayar Instagram bisa mencakup:
- Membuat daftar audiens tanpa batas
- Melihat akun yang tidak follow back
- Menonton Stories secara anonim
Meski demikian, Meta menegaskan bahwa fitur inti seperti Close Friends tetap gratis. Tujuan langganan adalah memberi kontrol tambahan, bukan memprivatisasi fungsi dasar.
Fitur “keluar dari Close Friends” kemungkinan besar akan tetap gratis untuk semua pengguna, karena bersifat dasar dalam manajemen privasi bukan fitur premium.
Reaksi Publik dan Tantangan Implementasi
Saat kabar ini menyebar, respons publik terbelah:
- Kelompok privasi menyambut positif: “Akhirnya kita punya hak atas apa yang kita lihat!”
- Kreator konten khawatir: “Bagaimana jika audiens Close Friends saya tiba-tiba berkurang tanpa alasan?”
- Psikolog media sosial memperingatkan: “Fitur ini bisa memperkuat budaya ‘ghosting’ digital.”