Harga Chip Melonjak 100%! Apple hingga Oppo Terdampak!
- Oppo
Contoh nyata: Oppo Find X9 Pro yang seharusnya menjadi andalan Oppo di awal 2026 dilaporkan mengalami penundaan internal dan evaluasi ulang strategi harga.
Apple dan Flagship Lain Tidak Luput dari Tekanan
Meski Apple memiliki daya tawar tinggi, sumber menyebut bahwa bahkan raksasa Cupertino pun merasakan tekanan. Pemasok memori tidak memberikan diskon volume seperti biasa, memaksa Apple mempertimbangkan:
- Menunda peluncuran fitur baru
- Mengurangi kapasitas RAM standar
- Atau menaikkan harga iPhone 18/19 di luar ekspektasi
Sementara itu, beberapa merek Android telah menghentikan sementara pengembangan flagship 2027. Tim internal kini memandang peluncuran ponsel baru sebagai "liabilitas finansial berisiko tinggi", bukan lagi sebagai investasi strategis.
Skema Penyelamatan: Apa yang Dilakukan Merek?
Untuk bertahan, produsen smartphone mengambil langkah ekstrem:
- Mengkonsolidasi lini produk: menghapus seri mid-range, fokus hanya pada entry-level dan premium
- Menunda peluncuran: memindahkan jadwal rilis ke Q3 atau Q4 2026
- Menaikkan harga: meski berisiko kehilangan konsumen sensitif-harga
- Keluar dari pasar regional: terutama di negara berkembang dengan margin sangat rendah
Beberapa merek bahkan mulai menggunakan RAM LPDDR4X sebagai pengganti LPDDR5 pada flagship langkah mundur teknologi demi efisiensi biaya.
Apa Arti Ini bagi Konsumen?
Bagi pengguna, dampaknya akan terasa dalam beberapa bentuk:
- Smartphone baru lebih mahal
- Pilihan model lebih sedikit, terutama di kelas menengah
- Inovasi melambat: fokus beralih dari fitur ke efisiensi biaya
- Ketersediaan terbatas: stok cepat habis, tidak ada restock besar
Konsumen yang menunggu upgrade mungkin perlu bersabar hingga akhir 2026, ketika pasar diperkirakan mulai stabil atau beralih ke refurbished device sebagai alternatif.
Prediksi 2026: Bukan Tahun Inovasi, Tapi Tahun Kelangsungan Hidup
Jika tren ini berlanjut, 2026 bukan akan diingat sebagai tahun kemajuan teknologi, melainkan sebagai tahun ujian eksistensi. Yang dulunya merupakan persaingan spesifikasi kini berubah menjadi pertarungan bertahan hidup.
Merek-merek kecil atau dengan struktur keuangan lemah berisiko bangkrut atau diakuisisi. Sementara itu, raksasa seperti Apple, Samsung, dan Xiaomi mungkin akan semakin mendominasi, tetapi dengan portofolio produk yang lebih ramping dan harga lebih tinggi.