Samsung Uji Baterai 20.000 mAh Silicon-Carbon, Siap Salip Xiaomi & Honor?
- Samsung
Dalam pengujian internal, prototipe ini diklaim mampu memberikan:
- Screen-on Time (SOT) hingga 27 jam
- 960 siklus pengisian penuh dalam satu tahun
Angka ini jauh melampaui standar industri, di mana rata-rata smartphone flagship hanya bertahan 8–12 jam SOT.
Tantangan Besar: Pembengkakan Baterai pada Sel Sekunder
Namun, di balik angka-angka spektakuler itu, ada masalah serius yang diungkap dalam laporan pengujian: pembengkakan baterai (swelling).
Setelah serangkaian tes intensif, sel sekunder (8.000 mAh) mengalami ekspansi drastis:
- Ketebalan awal: 4,0 mm
- Ketebalan setelah pengujian: 7,2 mm
Artinya, baterai “hamil” istilah slang untuk kondisi di mana gas terbentuk di dalam sel akibat degradasi kimia. Ini bukan hanya soal estetika; pembengkakan bisa:
- Merusak struktur internal ponsel
- Memicu risiko keamanan (kebocoran elektrolit, bahkan kebakaran)
- Mengurangi umur pakai secara signifikan
Fenomena ini umum terjadi pada baterai berbasis silikon, karena silikon mengembang hingga 300% saat menyerap lithium. Meski teknologi Silicon-Carbon dirancang untuk meminimalkan efek ini, tampaknya Samsung belum menemukan solusi sempurna.
Strategi Samsung: Ambisi Ekstrem untuk Tutup Celah dengan Pesaing
Langkah Samsung ini bisa dibaca sebagai strategi “leapfrog” melompati evolusi bertahap dan langsung menargetkan kapasitas yang jauh melampaui standar pasar.
Jika Honor dan Xiaomi puas dengan baterai 5.000–6.000 mAh di bodi tipis, Samsung ingin menawarkan pengalaman penggunaan multi-hari tanpa charger. Ini sangat menarik bagi:
- Traveler
- Konten kreator lapangan
- Pengguna di daerah dengan akses listrik terbatas
- Gamer mobile hardcore
Namun, pertanyaannya: apakah konsumen benar-benar butuh baterai 20.000 mAh di ponsel? Atau justru akan mengorbankan faktor bentuk, berat, dan keamanan?
Perbandingan dengan Kompetitor: Siapa yang Lebih Cerdas?
| Merek | Teknologi Baterai | Kapasitas Maks | Fokus Utama |
| Honor | Silicon-Carbon | ~6.000 mAh | Keseimbangan tipis & tahan lama |
| Xiaomi | Silicon-Carbon + fast charging | ~5.500 mAh | Pengisian super cepat + daya besar |
| Vivo | Silicon Anode Hybrid | ~5.800 mAh | Performa gaming & multimedia |
| Samsung (prototipe) | Silicon-Carbon Dual-Cell | 20.000 mAh | Daya tahan ekstrem (risiko tinggi) |
Samsung jelas memilih jalur high-risk, high-reward. Jika berhasil, mereka bisa menciptakan kategori baru: smartphone ultra-endurance. Jika gagal, reputasi mereka dalam keandalan baterai bisa tercoreng.
Apa Arti Ini bagi Masa Depan Galaxy Series?
Meski masih dalam tahap pengujian, keberadaan prototipe ini menunjukkan bahwa Samsung serius mengejar inovasi baterai. Kemungkinan besar, teknologi ini tidak akan langsung muncul di Galaxy S26 atau Z Fold 7 tapi bisa debut di: