Mengapa IBM Sovereign Core Penting untuk AI Berdaulat?

Mengapa IBM Sovereign Core Penting untuk AI Berdaulat?
Sumber :
  • Istimewa

Waymo Raih Rp268 T! Robotaxi Ekspansi ke Tokyo-London
  • IBM Sovereign Core adalah perangkat lunak yang menciptakan lingkungan AI-ready berdaulat.
  • Solusi ini menjamin kontrol penuh atas operasional, data sensitif, dan inferensi AI di bawah yurisdiksi lokal.
  • Gartner memproyeksikan 75% perusahaan akan memiliki strategi kedaulatan digital berbasis
  • sovereign cloud pada tahun 2030.

Maingear Retro98: PC Beige 90an Berisi Hardware 2026

Perusahaan teknologi raksasa, International Business Machines Corporation (IBM), secara resmi mengumumkan peluncuran perangkat lunak unggulan mereka, IBM Sovereign Core. Perangkat ini dirancang khusus untuk menciptakan lingkungan AI-ready sovereign environment atau ekosistem AI berdaulat. Melalui inisiatif ini, IBM menargetkan perusahaan swasta, penyedia layanan, hingga instansi pemerintah agar mereka mampu membangun, mengelola, dan menerapkan sistem teknologi informasi (TI) secara mandiri.

Pasar membutuhkan solusi ini secara mendesak. Gartner, perusahaan konsultan terkemuka, memperkirakan bahwa lebih dari 75% korporasi global akan mengadopsi strategi kedaulatan digital melalui pendekatan sovereign cloud menjelang 2030. IBM Sovereign Core hadir sebagai jawaban atas tuntutan kepatuhan dan otonomi operasional yang semakin ketat, khususnya di wilayah ASEAN.

8849 TANK X: Standar Baru Smartphone Proyektor Tangguh 5G

Tantangan Kedaulatan Digital di Tengah Adopsi AI

Organisasi di kawasan ASEAN menghadapi tekanan signifikan. Mereka harus mengakselerasi pengembangan penggunaan kecerdasan buatan (AI) sambil tetap mematuhi regulasi kedaulatan data yang sangat kompleks. Perusahaan membutuhkan kontrol yang jauh lebih besar atas operasional data sensitif dan beban kerja AI mereka. Kondisi ini secara langsung mendorong meningkatnya permintaan pasar terhadap ekosistem AI berdaulat yang aman dan terjamin.

General Manager and Technology Leader IBM ASEAN, Catherine Lian, menjelaskan bahwa kedaulatan bukan hanya tentang tempat data disimpan (data residency). Kedaulatan juga meliputi bagaimana data diakses, dikelola, siapa yang mengoperasikan sistem teknologi, dan di yurisdiksi mana model AI beroperasi.

Definisi Kedaulatan yang Diperluas

Catherine menilai mayoritas organisasi belum memiliki platform terintegrasi untuk migrasi, modernisasi, dan penempatan aplikasi kedaulatan. Ini termasuk aplikasi yang memerlukan integrasi kapabilitas AI. Padahal, platform tersebut harus menyediakan mekanisme pelaporan kepatuhan yang konsisten dan dapat diaudit secara berkelanjutan.

“Melalui IBM Sovereign Core, banyak organisasi dapat meningkatkan inisiatif AI dengan penuh keyakinan,” ujar Catherine. Solusi ini menyeimbangkan keterbukaan dan kelincahan (agility) bersama kepatuhan regulasi serta otonomi operasional yang mendukung kedaulatan. Langkah strategis ini juga memungkinkan ASEAN mempercepat adopsi AI yang tepercaya.

Mekanisme Kerja IBM Sovereign Core: Kontrol Penuh

IBM Sovereign Core dirancang spesifik agar pelanggan mencapai kedaulatan yang terverifikasi serta operasional yang dapat dikendalikan sepenuhnya. Solusi ini membantu organisasi membangun dan mengelola beban kerja cloud-native dan AI di bawah otoritas mandiri mereka.

Desain Sovereign Core secara fundamental berbeda dari pendekatan konvensional. Solusi ini menjadikan kedaulatan sebagai karakteristik inheren pada perangkat lunak, bukan sekadar kontrol tambahan di atas arsitektur yang sudah ada. Fondasi open-source dari Red Hat menjadi dasar utama sistem ini.

Otonomi Operasional dan Kunci Kriptografi

Organisasi mampu mengoperasikan control plane secara mandiri menggunakan solusi ini. Mereka mempertahankan otoritas operasional langsung atas pengoperasian perangkat lunak, konfigurasi sistem, hingga keputusan penerapan. Organisasi tidak membutuhkan perantara dari vendor penyedia di luar yurisdiksi setempat.

Selain itu, identitas dan kunci kriptografi tetap tersimpan dalam batas yurisdiksi yang relevan. Seluruh proses krusial—mulai dari autentikasi, otorisasi, pengelolaan akses, hingga manajemen kunci enkripsi—berada di bawah kendali penuh pelanggan.

Lebih lanjut, Sovereign Core mendukung kepatuhan berkelanjutan. Solusi ini secara konsisten menghasilkan bukti kepatuhan. Data operasional yang komprehensif, telemetri sistem, dan jejak audit dihasilkan, disimpan, serta dikelola di dalam lingkungan berdaulat. Bahkan, kapabilitas identitas yang terotomatisasi termasuk di dalamnya.

Percepatan Adopsi AI Tepercaya di ASEAN

Sovereign Core memastikan inferensi AI dapat dikelola secara lokal. Penerapan model AI, pengoperasian klaster GPU lokal, pelaksanaan inferensi, dan operasional agen AI dilakukan di bawah tata kelola setempat. Kemampuan penelusuran dan pengawasan juga tersedia, tanpa perlu memindahkan data sensitif ke pihak eksternal.

Kemampuan otonomi operasional dan kepatuhan yang diverifikasi ini sangat vital. Catherine Lian menekankan bahwa hal tersebut memungkinkan kawasan ASEAN mempertahankan nilai ekonomi yang lebih besar di dalam wilayahnya. IBM memberikan alat yang dibutuhkan organisasi untuk menavigasi kompleksitas regulasi data dan AI. Dengan IBM Sovereign Core, perusahaan memiliki landasan kuat untuk mengadopsi AI secara tepercaya sambil mengamankan kedaulatan data di masa depan.