Waymo Raih Rp268 T! Robotaxi Ekspansi ke Tokyo-London
- Istimewa
- Waymo, unit kendaraan otonom Alphabet, sukses mengantongi pendanaan US$16 miliar (Rp268 triliun), mendongkrak valuasi perusahaan menjadi Rp2.113 triliun.
- Dana segar ini difokuskan untuk mengakselerasi ekspansi internasional, menargetkan peluncuran layanan di London dan Tokyo, serta lebih dari 20 kota tambahan pada 2026.
- Meskipun pertumbuhan operasional mencatat rekor (15 juta perjalanan pada 2025), Waymo menghadapi penyelidikan ketat dari regulator AS, NHTSA, terkait keselamatan armada.
Perusahaan teknologi layanan robotaxi terkemuka di bawah naungan Alphabet, Waymo, sukses mengamankan putaran pendanaan jumbo sebesar US$16 miliar. Suntikan modal masif ini setara Rp268 triliun. Nilai ini mendorong valuasi Waymo menembus angka fantastis Rp2.113 triliun.
Waymo menegaskan bahwa tujuan utama penggalangan dana adalah percepatan skalabilitas dan ekspansi komersial ke pasar global. Induk usaha Waymo, Alphabet, tetap berperan penting. Mereka berpartisipasi dalam putaran ini dan mempertahankan posisi sebagai pemegang saham mayoritas. Investor global kini melihat Waymo sebagai pemimpin pasar yang mentransformasi imajinasi fiksi ilmiah menjadi kenyataan operasional.
Detail Pendanaan Fantastis Waymo
Putaran pendanaan Waymo ini dipimpin oleh tiga raksasa investasi: Dragoneer Investment Group, DST Global, dan Sequoia Capital. Kepercayaan investor mencerminkan keyakinan kuat terhadap potensi komersial jangka panjang teknologi otonom.
Tidak hanya investor utama, putaran ini juga menarik partisipasi besar dari sejumlah institusi keuangan terkemuka. Sebut saja Andreessen Horowitz, Mubadala Capital, Silver Lake, dan Tiger Global turut terlibat. Selain itu, Fidelity Management & Research Company, Temasek, dan T. Rowe Price juga tercatat dalam daftar investor yang mendukung pengembangan robotaxi ini.
Co-founder DST Global, Saurabh Gupta, menyoroti keberhasilan Waymo. Menurutnya, Waymo telah berhasil mengubah konsep pengemudian tanpa pengemudi menjadi realitas nyata.
Ambisi Global: Robotaxi Membidik 20 Kota Baru
Waymo berencana menggunakan dana segar ini untuk memacu pertumbuhan armada. Armada ini telah mengalami akselerasi signifikan dalam satu tahun terakhir.
Fokus utama ekspansi mencakup peluncuran layanan di lebih dari selusin kota baru secara internasional. Mereka menargetkan London dan Tokyo sebagai pasar kunci pada tahun ini.
Manajemen Waymo menyatakan bahwa perusahaan sudah bergerak melampaui fase pembuktian konsep. Mereka kini sedang menskalakan realitas komersial. Waymo optimis meletakkan dasar untuk operasi ride-hailing di lebih dari 20 kota tambahan pada tahun 2026. Ekspansi ini diprediksi meningkatkan produktivitas sekaligus meningkatkan keselamatan jalan global.
Rekor Volume Perjalanan Waymo
Ekspansi agresif Waymo berdampak langsung pada volume layanan. Perusahaan mencatat rata-rata 400.000 perjalanan setiap pekan. Jumlah ini dilayani di enam wilayah metropolitan utama di Amerika Serikat.
Data internal menunjukkan lonjakan tajam. Volume tahunan Waymo meningkat lebih dari tiga kali lipat pada tahun 2025, mencapai 15 juta perjalanan. Secara total, perjalanan seumur hidup yang telah dilayani perusahaan kini melampaui angka 20 juta.
Penguatan Pasar Domestik AS
Di pasar domestik Amerika Serikat, Waymo terus memperkuat posisinya. Mereka menjalin kemitraan strategis dengan Uber di Austin dan Atlanta pada tahun 2025. Perusahaan juga baru saja memulai ekspansi operasional ke Miami. Selain itu, Waymo berhasil mengamankan layanan perjalanan menuju Bandara Internasional San Francisco.
Langkah-langkah ini menunjukkan upaya Waymo untuk mengintegrasikan layanan otonom ke dalam ekosistem transportasi harian masyarakat urban.
Bayang-bayang Pengawasan Regulator Keselamatan
Kendati mencatatkan pertumbuhan pesat, laju ekspansi Waymo tidak berjalan mulus. Perusahaan menghadapi tantangan signifikan berupa pengawasan ketat dari regulator keselamatan transportasi.
Dua badan regulator utama di AS, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) dan National Transportation Safety Board (NTSB), tengah menyelidiki perilaku armada robotaxi Waymo. Fokus penyelidikan adalah operasional di zona sekolah.
Penyelidikan terbaru dibuka NHTSA setelah sebuah unit robotaxi Waymo menabrak seorang anak di dekat sekolah. Insiden tersebut terjadi dengan kecepatan sekitar 9,6 km/jam pekan lalu. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran publik mengenai respons sistem otonom dalam situasi mendesak.
Prospek Waymo di Tengah Kritik Keselamatan
Suntikan dana Rp268 triliun jelas memberikan Waymo modal finansial yang tak terbatas untuk merealisasikan ambisi global. Dukungan investor terkemuka menegaskan status Waymo sebagai pemain dominan dalam teknologi kendaraan otonom.
Namun demikian, Waymo harus menyeimbangkan pertumbuhan komersial dengan tuntutan keselamatan. Kasus penyelidikan oleh NHTSA berpotensi menjadi hambatan regulasi. Waymo perlu membuktikan bahwa percepatan skala operasi tidak mengorbankan keamanan penumpang dan pengguna jalan lainnya. Kemampuan Waymo mengatasi tantangan regulasi ini akan menentukan apakah ekspansi ke London dan Tokyo berjalan sesuai rencana.