Dampak Krisis Chip: Raspberry Pi Kerek Harga Kedua Kali
- Istimewa
- Raspberry Pi secara resmi mengumumkan penyesuaian harga kedua kali dalam kurun waktu dua bulan terakhir.
- Pemicu utama adalah lonjakan biaya komponen memori LPDDR4, yang terserap masif oleh pembangunan infrastruktur AI.
- Kenaikan ini berdampak pada model Raspberry Pi 4 dan 5 dengan kapasitas RAM 2GB ke atas.
- Model entry-level 1GB serta produk lama dengan memori LPDDR2 berhasil mempertahankan harga awal.
Perusahaan pengembang komputer papan tunggal, Raspberry Pi, kembali membuat keputusan signifikan. Manajemen mengumumkan kenaikan harga Raspberry Pi untuk sebagian besar jajaran produk mereka. Kebijakan ini menjadi penyesuaian harga kedua yang terjadi hanya dalam dua bulan terakhir. Tekanan biaya komponen memori global menjadi faktor pendorong utama yang memaksa perusahaan mengambil langkah tersebut. Dampak krisis semikonduktor, khususnya pada chip LPDDR4, sangat terasa.
Penyebab Utama Kenaikan Harga Raspberry Pi
CEO Raspberry Pi, Eben Upton, menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini merupakan respons langsung terhadap krisis kekurangan chip memori dan penyimpanan yang terus berlanjut. Biaya produksi komponen LPDDR4, yang menjadi basis kinerja perangkat modern, melonjak tajam.
Upton menegaskan bahwa tingginya permintaan untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) turut menyedot kapasitas produksi pabrik. Persaingan untuk mendapatkan kapasitas produksi atau
fab menyebabkan harga komponen kritis tersebut tidak terkendali. Situasi ini meningkatkan beban biaya operasional Raspberry Pi secara substansial.
Kompetisi Kapasitas Fabrikasi
Kompetisi kapasitas produksi pabrik atau
fab tersedot oleh pembangunan infrastruktur AI secara masif. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Upton dalam keterangan resmi dikutip, Rabu (4/2/2026).
Peningkatan biaya produksi ini mendorong perusahaan untuk merevisi harga jual semua papan Raspberry Pi 4 dan Raspberry Pi 5. Penyesuaian berlaku efektif untuk varian dengan kapasitas RAM 2GB ke atas. Produk turunan seperti Compute Module 4, Compute Module 5, serta perangkat all-in-one Raspberry Pi 500 dan Pi 500+ juga ikut terdampak.
Perincian Harga Baru dan Varian yang Terdampak
Kenaikan harga kali ini menambah beban akumulatif yang sudah diterapkan sebelumnya pada Desember lalu. Secara terperinci, model dengan RAM 2GB kini naik sebesar Rp167.700. Sementara itu, varian 4GB mengalami kenaikan Rp251.550.
Kenaikan signifikan terjadi pada model spesifikasi tinggi. Varian 8GB naik Rp503.100, dan model 16GB mengalami lonjakan terbesar, yakni Rp1.006.200. Akibat penyesuaian beruntun ini, harga jual varian tertinggi Raspberry Pi 5 kapasitas 16GB kini menembus angka Rp3.437.850. Varian 8GB untuk Pi 4 dan Pi 5 diperkirakan menyentuh kisaran Rp2.096.250 hingga Rp2.263.950.
Model Entry-Level Tetap Stabil
Kendati tekanan inflasi komponen memori sangat tinggi, perseroan memastikan tidak semua lini produk terpengaruh. Raspberry Pi 4 dan Raspberry Pi 5 varian entry-level berkapasitas 1GB tetap dipatok stabil. Harga kedua model ini bertahan masing-masing di level Rp586.950 dan Rp754.650.
Selain itu, harga untuk komputer keyboard Raspberry Pi 400 juga tidak berubah, tetap menjadi opsi PC termurah di harga Rp1.006.200. Stabilitas harga ini juga mencakup produk model lama yang menggunakan memori LPDDR2, seperti Raspberry Pi 3 dan Pi Zero. Manajemen menyebutkan bahwa mereka masih memiliki inventaris memori LPDDR2 yang cukup untuk kebutuhan produksi beberapa tahun ke depan.
Analisis Proposisi Nilai dan Proyeksi ke Depan
Kenaikan harga beruntun ini secara fundamental menggeser proposisi nilai Raspberry Pi. Perangkat ini dulunya dikenal sebagai komputer ekonomis yang ideal bagi para penghobi dan edukator. Dengan harga yang semakin tinggi, perangkat ini kini harus bersaing ketat dengan komputer mini berbasis x86 atau bahkan PC bekas di pasar.
Upton memproyeksikan tantangan rantai pasokan dan fluktuasi harga memori akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026. Namun demikian, perusahaan tetap berkomitmen meninjau ulang kebijakan harga jika kondisi pasar membaik. Situasi ini pada akhirnya bersifat sementara. Raspberry Pi berharap dapat membatalkan kenaikan harga ini setelah kondisi pasar semikonduktor mereda.