Exynos 2600 Samai Snapdragon 8 Gen 5 di Uji GPU Vulkan
- Istimewa
Proses GAA merupakan terobosan besar. Metode ini membungkus gerbang transistor di keempat sisi saluran menggunakan nanosheets yang ditumpuk secara vertikal. Penggunaan GAA membantu meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi kebocoran daya.
GPU Xclipse 960: Kekuatan Grafis AMD RDNA 4
Di sisi pengolahan grafis, Exynos 2600 mengandalkan GPU Xclipse 960. GPU ini dibangun berdasarkan versi kustom dari arsitektur RDNA 4 milik AMD. Samsung secara spesifik mendesain Xclipse 960 untuk menangani skenario gaming performa tinggi, memanfaatkan keunggulan RDNA 4 dalam efisiensi grafis.
Inovasi Pendinginan Samsung
Samsung juga berupaya keras mengatasi isu panas, yang sering menjadi kelemahan Exynos di masa lalu. Mereka menerapkan teknologi Fan-Out Wafer-Level Packaging (FOWLP) bersama dengan desain Thermal Block (HPB). Dengan menempatkan heatsink tembaga yang bersentuhan langsung dengan die chip, Samsung mengklaim telah berhasil mengurangi resistensi termal sebesar 16 persen. Solusi ini diharapkan mampu menjaga performa tetap stabil meskipun menghadapi beban berkelanjutan (sustained loads).
Implikasi Pasar dan Ujian Dunia Nyata
Meskipun angka benchmark sangat menggembirakan, penting untuk diingat bahwa hasil ini hanya mengukur performa teoretis. Performa dunia nyata, termasuk daya tahan baterai, manajemen termal, dan stabilitas performa jangka panjang pada ponsel Galaxy S26, akan menjadi penentu keberhasilan sesungguhnya.
Namun, hasil pengujian ini mengirimkan sinyal kuat. Skor tinggi pada Vulkan dan OpenCL menunjukkan bahwa Exynos 2600 tidak lagi tertinggal dan siap bersaing ketat di ruang yang telah lama didominasi oleh Qualcomm. Samsung kini memiliki basis fundamental yang solid untuk menawarkan opsi flagship yang benar-benar kompetitif bagi konsumen global. Keunggulan teknis ini memposisikan Exynos 2600 sebagai pemain kunci di industri semikonduktor mobile.