Casio Pro Trek PRW-B1000WM-1 Debut: Titanium & Triple Sensor

Casio Pro Trek PRW-B1000WM-1 Debut: Titanium & Triple Sensor
Sumber :
  • Istimewa

Casio Rilis Edifice EFB730D: Chronograph Sporty Rp2 Jutaan
  • Casio Pro Trek PRW-B1000WM-1 resmi meluncur Februari 2026, hasil kolaborasi kedua dengan White Mountaineering.
  • Jam tangan ini menampilkan konstruksi titanium penuh dan bezel baja tahan karat untuk daya tahan ekstrem.
  • Dilengkapi sistem Triple Sensor (kompas, altimeter, barometer) dan didukung teknologi Tough Solar.
  • Model ini diposisikan di segmen premium jam outdoor dengan harga ritel sekitar $900 atau ¥140.800.

Casio Edifice Rayakan 60 Tahun Honda F1 dengan Model RA272

Casio baru saja mengonfirmasi peluncuran kolaborasi keduanya yang sangat dinantikan bersama label mode Jepang, White Mountaineering. Model terbaru ini, yang disebut Casio Pro Trek PRW-B1000WM-1, akan debut pada Februari 2026. Jam tangan ini langsung menempati posisi teratas di jajaran jam tangan outdoor premium Casio. Mengapa model ini begitu spesial? Casio menyematkan konstruksi titanium murni, fitur sensor lingkungan terlengkap, serta daya tahan tangguh. Ini menandai perpaduan sempurna antara teknologi eksplorasi dan estetika mode taktis bagi para penggemar aktivitas luar ruangan.

Konstruksi Premium: Titanium untuk Medan Berat

Casio Rilis Edifice EFB-109D: Jam Analog Slim Bernuansa 70-an

Model Casio Pro Trek PRW-B1000WM-1 dirancang khusus untuk memenuhi standar ketahanan tertinggi. Casio menggunakan konstruksi titanium lengkap. Gelang H-link titanium dilapisi ion hitam (black ion-plated) menawarkan tampilan ramping dan daya tahan terhadap goresan.

Material dan Dimensi

Bezel jam tangan menggunakan baja tahan karat yang kokoh. Casio menciptakan casing berdimensi 50.8 × 45.8 × 14.9 mm. Bagian casing ini memadukan komponen logam dengan resin nabati (bio-based resin) tahan api. Kombinasi ini menjaga bobot total jam tetap ringan, hanya 120 gram.

Detail Desain Eksklusif

Kolaborasi ini terlihat jelas pada elemen desainnya. Permukaan dial matte black dilengkapi indeks putih fosforesen. Jarum detik berwarna merah menambah kontras yang tajam. Pola segitiga khas White Mountaineering dicetak pada dial dan diukir presisi pada bezel. Bagian belakang casing juga menampilkan logo kedua merek.

Kekuatan Sensor dan Daya Tahan Puncak

Casio memastikan bahwa jam tangan premium ini menawarkan performa tak tertandingi di lapangan. Model ini menawarkan ketahanan air 100 meter dan mampu beroperasi pada suhu minimum −10°C. Casio melindungi layar jam tangan dengan kristal safir yang dilengkapi lapisan anti-reflektif.

Teknologi Triple Sensor

Fitur unggulan Casio, Triple Sensor, memberikan data lingkungan yang komprehensif. Sensor ini meliputi:

1. Kompas: Mengukur bantalan kompas di 16 arah, lengkap dengan fungsi memori.

2. Altimeter: Mengukur ketinggian dari −700 hingga 10.000 meter, termasuk grafik tren perubahan ketinggian.

3. Barometer: Memantau tekanan barometrik (260-1.100 hPa) dan memberikan peringatan perubahan tekanan.

4. Termometer: Mampu membaca suhu antara −10°C hingga 60°C.

Daya dan Akurasi Waktu

Casio memanfaatkan pengisian daya Tough Solar untuk jam tangan ini. Teknologi ini menghasilkan masa pakai enam bulan dalam penggunaan normal. Mode hemat daya bahkan mampu memperpanjang durasi hingga 24 bulan. Untuk menjaga akurasi waktu, jam tangan ini mengandalkan kalibrasi radio Multiband 6. Konektivitas Bluetooth juga memastikan ketepatan waktu, mempertahankan akurasi bulanan ±15 detik tanpa sinkronisasi.

Analisis Pasar dan Posisi Casio Pro Trek PRW-B1000WM-1

Model Casio Pro Trek PRW-B1000WM-1 menargetkan segmen niche penggemar outdoor yang mencari material premium dan fungsionalitas ekstrem. Desain taktisnya sangat sesuai dengan filosofi White Mountaineering. Casio menawarkan jam tangan ini dengan harga ritel ¥140.800 di Jepang, yang setara sekitar $900.

Langkah Casio mengemas jam tangan ini menggunakan bahan daur ulang juga menekankan komitmen terhadap keberlanjutan. Harga yang tinggi ini merefleksikan penggunaan titanium penuh dan integrasi teknologi sensor termutakhir. Model kolaborasi ini diprediksi akan menjadi incaran kolektor dan pendaki profesional yang menginginkan perpaduan high-fashion dan kinerja lapangan tanpa kompromi.