Bongkar Kelebihan dan Kekurangan Exynos 2600, Layak Ditunggu?

Exynos 2600
Sumber :
  • samsung

Samsung kembali menunjukkan ambisinya di pasar chipset mobile lewat kehadiran Exynos 2600. Chipset generasi terbaru ini digadang-gadang sebagai lompatan besar dibanding pendahulunya, terutama dari sisi performa, efisiensi daya, hingga kemampuan kecerdasan buatan. Namun demikian, di balik sederet peningkatan tersebut, Exynos 2600 tetap menyimpan sejumlah catatan yang perlu diperhatikan oleh konsumen maupun produsen smartphone.

Snapdragon 8 Elite Gen 5: AnTuTu 4 Juta, Kalahkan Dimensity 9500?

Sejak awal pengembangannya, Exynos 2600 diposisikan sebagai otak utama untuk ponsel flagship Samsung di masa depan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika spesifikasinya dirancang untuk bersaing langsung dengan chipset kelas atas dari kompetitor. Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan Exynos 2600 yang patut diketahui?

Dari sisi performa, Exynos 2600 hadir dengan konfigurasi CPU 10-core yang telah dioptimalkan untuk kebutuhan komputasi modern. Peningkatan ini membuat kinerja CPU diklaim naik hingga sekitar 39 persen dibanding generasi sebelumnya. Dengan lonjakan tersebut, aktivitas berat seperti multitasking, editing video, hingga gaming kompetitif dapat dijalankan dengan lebih responsif. Selain itu, manajemen core yang lebih cerdas juga membantu menjaga keseimbangan antara performa dan efisiensi daya.

Bocoran Harga Galaxy S26: Samsung Naikkan Harga Drastis di Eropa

Selanjutnya, Samsung mengandalkan teknologi fabrikasi 2 nm Gate-All-Around (GAA) pada Exynos 2600. Teknologi ini menjadi salah satu nilai jual utama karena memungkinkan transistor bekerja lebih efisien dan stabil. Dengan proses manufaktur yang semakin kecil dan presisi, konsumsi daya dapat ditekan tanpa mengorbankan performa. Alhasil, pengguna berpotensi merasakan daya tahan baterai yang lebih baik, terutama saat ponsel digunakan untuk aktivitas intensif.

Tak hanya CPU, sektor grafis juga mendapat perhatian besar. Exynos 2600 dibekali GPU Xclipse 960 yang menawarkan peningkatan performa komputasi hingga dua kali lipat. Selain itu, kemampuan ray tracing meningkat sekitar 50 persen, sehingga kualitas visual dalam game menjadi lebih realistis. Dukungan teknologi berbasis AI untuk upscaling dan frame generation turut membuat pengalaman bermain game terasa lebih halus, bahkan pada pengaturan grafis tinggi.

Bocoran Pixel 10a: Tanggal Preorder & 4 Upgrade Krusial

Berbicara soal kecerdasan buatan, Neural Processing Unit atau NPU pada Exynos 2600 mengalami lonjakan performa signifikan, yakni hingga lebih dari 100 persen dibanding generasi sebelumnya. Peningkatan ini memungkinkan pemrosesan AI dilakukan langsung di perangkat. Dampaknya, berbagai fitur pintar seperti pengolahan foto berbasis AI, peningkatan kualitas video, hingga asisten digital dapat berjalan lebih cepat dan efisien tanpa terlalu bergantung pada cloud.

Halaman Selanjutnya
img_title