Apple Batalkan Layanan Kesehatan Berbasis AI, Ini Fokus Barunya

Apple Batalkan Layanan Kesehatan Berbasis AI, Ini Fokus Barunya
Sumber :
  • Istimewa

Keputusan Upgrade: Apakah iPhone 17 Pro Layak Gantikan iPhone 14 Pro?
  • Apple resmi membatalkan Project Mulberry, layanan kesehatan AI berlangganan yang sangat ambisius.
  • Fokus baru perusahaan adalah integrasi fitur kecerdasan buatan (AI) secara bertahap dalam aplikasi Apple Health.
  • Restrukturisasi manajemen divisi layanan dan tantangan regulasi ketat menjadi pemicu utama perubahan strategi ini.
  • Beberapa fitur canggih, seperti analisis cara berjalan dan chatbot kesehatan AI, akan dirilis sebagai pembaruan individual.

Review Lengkap MacBook Pro M5 14 Inci, Cocok untuk Kreator Modern

Apple mengubah arah strategisnya secara mendadak. Rencana besar peluncuran layanan kesehatan berbasis AI yang dijuluki Project Mulberry resmi dibatalkan. Keputusan ini muncul setelah restrukturisasi manajemen internal Apple, memaksa raksasa teknologi tersebut menerapkan pendekatan yang lebih hati-hati. Alih-alih meluncurkan platform tunggal besar, Apple kini memprioritaskan penyempurnaan fitur kecerdasan buatan secara bertahap melalui aplikasi Health yang sudah terintegrasi pada iPhone dan Apple Watch.

Mengapa Project Mulberry Dibatalkan?

RentAHuman.ai: Saat **AI Pekerjakan Manusia** untuk Tugas Nyata

Pembatalan layanan ambisius Project Mulberry menandai perubahan signifikan. Proyek internal ini awalnya dirancang sebagai layanan kesehatan digital berlangganan premium. Targetnya, Project Mulberry akan menyediakan AI-powered virtual health coach canggih. Pelatih virtual ini bertugas memberikan saran personal mengenai gaya hidup, tidur, nutrisi, hingga kebugaran, berdasarkan data Apple Watch dan Health pengguna.

Namun, laporan terbaru mengonfirmasi bahwa manajemen Apple menilai peluncuran besar-besaran seperti ini terlalu berisiko dan kompleks. Apple memutuskan untuk mengubah inisiatif ini menjadi pembaruan fitur secara bertahap.

Pengaruh Perubahan Kepemimpinan Internal

Perubahan strategi tersebut dipicu oleh restrukturisasi besar dalam divisi kesehatan dan AI perusahaan. Eksekutif senior yang selama ini memimpin inisiatif kesehatan memilih pensiun.

Kini, Eddy Cue, Chief of Services Apple, memegang peranan kunci dalam menentukan arah pengembangan ke depan. Cue mendorong pendekatan yang lebih realistis dan kompetitif. Dia menilai pasar saat ini memerlukan fitur AI yang cepat diluncurkan, bukan satu layanan raksasa yang membutuhkan waktu pengembangan sangat panjang.

Strategi Baru Apple: Integrasi Bertahap Fitur Kesehatan AI

Alih-alih meluncurkan Health+ atau layanan besar lain yang sempat dirumorkan, Apple kini fokus pada peningkatan internal. Strategi kesehatan AI Apple berubah total. Mereka akan menghadirkan kemampuan kecerdasan buatan yang awalnya dikembangkan untuk Project Mulberry sebagai pembaruan individual. Semua pembaruan ini akan diintegrasikan langsung ke dalam aplikasi Health yang sudah terpasang di perangkat pengguna.

Pendekatan bertahap ini memberi keuntungan besar bagi Apple. Perusahaan dapat menguji dan menyempurnakan fitur-fitur baru lebih cepat. Hal ini juga memastikan fitur cepat sampai ke tangan pengguna tanpa perlu menunggu peluncuran layanan besar.

Fitur AI yang Akan Datang

Beberapa fitur canggih yang sangat diantisipasi siap dirilis sebagai pembaruan individual di masa mendatang.

Salah satu fitur paling inovatif adalah teknologi analisis cara berjalan seseorang. Fitur ini menggunakan kamera iPhone untuk mengevaluasi pola langkah pengguna secara mendalam. Selain itu, Apple juga berencana meluncurkan chatbot AI kesehatan. Chatbot ini akan memiliki kemampuan canggih untuk menjawab pertanyaan kesehatan pengguna, terintegrasi melalui sistem pencarian karya Apple sendiri.

Menavigasi Tantangan Regulasi Kesehatan Digital

Apple wajib sangat berhati-hati dalam ranah kesehatan digital yang sensitif dan sangat diatur. Layanan kesehatan berbasis AI menghadapi tantangan regulasi ketat, terutama di Amerika Serikat. Perusahaan wajib memastikan akurasi dan keandalan informasi yang diberikan kepada konsumen. Hal ini penting karena saran kesehatan tanpa pengawasan profesional berpotensi menimbulkan masalah hukum.

Pendekatan bertahap ini meminimalkan risiko regulasi. Apple memilih untuk menyederhanakan peluncuran fitur, memperkenalkan kemampuan baru satu per satu. Dengan demikian, Apple dapat bersaing secara efektif dengan platform kesehatan digital dan wearables lain. Pengguna iPhone dan Apple Watch dapat menantikan serangkaian peningkatan kecil yang melibatkan kecerdasan buatan secara bertahap di aplikasi Health serta integrasi Siri yang lebih canggih di masa depan.