Dime dari OpenAI: Earbud Pintar Tanpa Layar yang Ingin Gantikan Smartphone?
- openAI
Gadget – Dalam langkah berani yang menandai pergeseran strategis besar, OpenAI bersiap memasuki pasar perangkat keras konsumen dengan peluncuran produk fisik pertamanya: Dime, sebuah earbud berbasis kecerdasan buatan (AI) yang direncanakan rilis pada 2026. Langkah ini mengakhiri spekulasi panjang tentang ambisi hardware OpenAI yang awalnya ingin meluncurkan perangkat mirip ponsel pintar namun akhirnya dialihkan ke solusi yang lebih sederhana, ringkas, dan fokus pada pengalaman audio.
Menurut bocoran dari sumber terpercaya seperti tipster @SmartPikachu dan konfirmasi tidak langsung dari eksekutif OpenAI, Dime dirancang sebagai perangkat “tanpa layar” yang menekankan interaksi suara, ketenangan, dan integrasi mulus dengan asisten AI generatif. Ini bukan sekadar earbud biasa melainkan gerbang pertama OpenAI menuju ekosistem perangkat AI pribadi yang utuh, menggabungkan perangkat lunak canggih dengan desain perangkat keras yang intuitif.
Artikel ini mengupas latar belakang pengembangan Dime, alasan pembatalan rencana ponsel AI, kemitraan strategis dengan mantan desainer Apple, serta implikasi besar bagi masa depan interaksi manusia-AI.
Dari Ambisi Ponsel ke Earbud: Mengapa OpenAI Ubah Arah?
Awalnya, OpenAI mengejar visi ambisius: perangkat genggam berbasis AI dengan komputasi onboard, mirip smartphone namun sepenuhnya dikendalikan oleh model bahasa besar seperti GPT. Namun, rencana tersebut dihentikan karena dua tantangan utama:
- Krisis pasokan chip HBM (High Bandwidth Memory) – komponen kritis untuk AI on-device yang harganya melonjak dan pasokannya terbatas.
- Biaya produksi yang terlalu tinggi – membuat harga jual diperkirakan tidak kompetitif di pasar konsumen.
“Kami menyadari bahwa memulai dengan sesuatu yang kompleks justru bisa menghambat adopsi,” ungkap seorang sumber internal yang enggan disebutkan namanya. - Alih-alih menyerah, OpenAI memilih filosofi “start simple”: bangun fondasi lewat perangkat ringan, murah, dan fungsional kemudian kumpulkan data pengguna nyata untuk iterasi berikutnya.
Dime: Earbud AI yang “Tenang” dan Bebas Gangguan
Sam Altman, CEO OpenAI, sempat menggambarkan perangkat ini sebagai sesuatu yang “lebih damai dan tenang daripada smartphone.” Pernyataan itu memberi petunjuk kuat bahwa Dime:
- Tidak memiliki layar
- Dirancang untuk interaksi suara alami
- Fokus pada privasi dan minimalisme digital
Bayangkan skenario: Anda berjalan di taman, bertanya pada Dime, “Ringkas berita utama hari ini,” atau “Bantu saya merancang email profesional untuk klien.” Dalam hitungan detik, respons muncul tanpa perlu mengeluarkan ponsel, membuka aplikasi, atau terganggu notifikasi.
Dime kemungkinan besar akan terintegrasi dengan GPT versi terbaru, memungkinkan akses real-time ke pengetahuan, terjemahan instan, pencatatan rapat, hingga asistensi kreatif semua melalui suara.
Kolaborasi Rahasia dengan Jony Ive dan Desain yang Revolusioner
Salah satu faktor paling menarik dalam pengembangan Dime adalah akuisisi perusahaan desain io oleh OpenAI yang didirikan oleh Jony Ive, mantan Chief Design Officer Apple yang legendaris. Ive dikenal sebagai arsitek di balik desain ikonik iPhone, MacBook, dan Apple Watch.
Meski OpenAI belum mengonfirmasi keterlibatan langsung Ive dalam Dime, keberadaan io di dalam struktur perusahaan sangat mengindikasikan bahwa desain industrial dan pengalaman pengguna Dime akan menjadi prioritas utama.
Rumor juga menyebut OpenAI sedang berdiskusi dengan Foxconn dan Luxshare dua raksasa manufaktur elektronik global sebagai calon mitra produksi. Ini menunjukkan keseriusan OpenAI dalam memastikan kualitas dan skalabilitas.
Strategi Jangka Panjang: Menguasai Seluruh Pengalaman AI
Langkah ini bukan hanya soal menjual earbud. Ini adalah bagian dari strategi ekosistem terpadu ala OpenAI:
- Perangkat lunak: GPT, API, platform developer
- Perangkat keras: Dime → perangkat lanjutan (kacamata AI, gelang, dll.)
- Data pengguna: Umpan balik real-world untuk melatih model AI yang lebih personal
Dengan mengontrol perangkat keras, OpenAI bisa:
- Memastikan latensi rendah dan privasi data lokal
- Menciptakan pengalaman pengguna yang konsisten
- Mengurangi ketergantungan pada platform pihak ketiga seperti iOS atau Android
Ini mirip dengan strategi Apple tapi dengan AI sebagai inti, bukan sistem operasi.
Tantangan dan Persaingan di Pasar Wearable AI
Meski menjanjikan, OpenAI tidak sendirian. Pasar wearable AI sudah ramai:
- Apple dengan AirPods + Siri (meski terbatas)
- Amazon dengan Alexa-enabled earbuds
- Google yang menguji Project Starline dan Pixel Buds dengan AI
- Rabbit R1 dan Humane AI Pin yang gagal menarik minat massal
Namun, keunggulan OpenAI terletak pada kekuatan model bahasa GPT yang jauh lebih canggih dibanding asisten suara konvensional. Jika Dime bisa menghadirkan interaksi yang benar-benar kontekstual, adaptif, dan berguna, ia berpotensi menjadi game-changer.
Timeline dan Ekspektasi Peluncuran
Saat ini, Dime masih dalam tahap pengembangan aktif. Meski Chris Lehane, Chief Global Affairs Officer OpenAI, telah mengonfirmasi bahwa perusahaan “sedang membangun perangkat keras pertamanya,” tidak ada tanggal rilis resmi.
Namun, berdasarkan laporan industri dan siklus pengembangan perangkat, peluncuran publik diprediksi terjadi pada paruh kedua 2026 mungkin bertepatan dengan peluncuran GPT-6 atau acara khusus OpenAI DevDay.
Harga diperkirakan kompetitif, mungkin di kisaran $199–$299, agar menjangkau audiens luas tanpa mengorbankan margin.
Kesimpulan: Era Baru Interaksi Manusia-AI Dimulai dari Telinga
Dime bukan sekadar earbud. Ia adalah manifestasi filosofis OpenAI tentang masa depan teknologi: tidak lagi mengganggu, tapi membantu; tidak lagi visual, tapi auditori; tidak lagi kompleks, tapi intuitif.
Dengan memilih jalur sederhana terlebih dahulu, OpenAI menunjukkan kedewasaan strategis belajar dari kegagalan perangkat AI portabel sebelumnya yang terlalu ambisius. Jika berhasil, Dime bisa menjadi pintu masuk pertama jutaan orang ke dunia AI pribadi yang benar-benar berguna.
Dan siapa tahu? Mungkin suatu hari nanti, kita tak lagi perlu menatap layar cukup mendengar, berbicara, dan membiarkan AI bekerja untuk kita.
Dime mungkin kecil, tapi ambisinya sangat besar.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |