Gugatan BYD atas Tarif Impor AS: Gebrakan Hukum Rantai Pasok EV

Gugatan BYD atas Tarif Impor AS: Gebrakan Hukum Rantai Pasok EV
Sumber :
  • Istimewa

BYD Gugat Pemerintah AS: Tantang Tarif Trump & Minta Refund!
  • BYD melayangkan gugatan hukum terhadap kebijakan tarif impor Amerika Serikat pada 26 Januari 2026.
  • Perusahaan menantang penggunaan dasar hukum IEEPA yang dianggap tidak memberikan wewenang tarif eksplisit.
  • Langkah ini berpotensi mengubah peta persaingan dan regulasi rantai pasok kendaraan listrik global.

Kia Carens Resmi Dijual dari Rp319 Juta, Ini Spesifikasi & Fitur Lengkapnya!

Raksasa otomotif China, BYD, resmi melayangkan gugatan BYD atas tarif impor AS ke Pengadilan Perdagangan Internasional. Langkah hukum yang terdaftar dengan nomor perkara 26-00847 ini muncul pada 26 Januari 2026. BYD menargetkan validitas penggunaan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) sebagai landasan pemungutan pajak perbatasan. Empat entitas BYD di Amerika Serikat bertindak sebagai penggugat dalam perkara yang menyeret beberapa lembaga federal tersebut.

Argumen Hukum BYD Terkait Penggunaan IEEPA

Suzuki e-Vitara Resmi Meluncur di IIMS 2026, SUV Listrik Suzuki Tembus 428 Km

Inti dari gugatan BYD atas tarif impor AS ini menyoroti batas wewenang eksekutif dalam kebijakan ekonomi. IEEPA merupakan undang-undang yang memberikan mandat kepada Presiden AS untuk mengatur ekonomi dalam kondisi darurat nasional. Namun, BYD berargumen bahwa aturan tersebut tidak memberikan wewenang eksplisit untuk menetapkan tarif atau pajak perbatasan secara sepihak.

Oleh karena itu, perusahaan meminta pengadilan untuk membatalkan kebijakan tersebut sesegera mungkin. Mereka juga menuntut pengembalian seluruh nilai tarif yang telah terbayar sebelumnya. Tuntutan ini mencakup pembayaran bunga serta biaya hukum yang timbul selama proses persidangan berlangsung.

Potensi Perubahan Preseden Hukum Perdagangan

Jika pengadilan memenangkan argumen BYD, hal ini akan menciptakan pergeseran besar dalam hukum perdagangan internasional. Pemerintah Amerika Serikat mungkin tidak lagi leluasa menggunakan payung IEEPA untuk membatasi perdagangan di masa depan. Situasi ini tentu memaksa eksekutif untuk mencari persetujuan legislatif atau dasar hukum lain yang lebih spesifik.

Kondisi tersebut akan mengubah cara pemerintah dalam merumuskan strategi pembatasan impor. Para pelaku industri kini memantau ketat bagaimana instrumen darurat digunakan untuk mengendalikan pasar domestik.

Implikasi Strategis bagi Industri Kendaraan Listrik Global

Dampak dari gugatan BYD atas tarif impor AS ini diprediksi akan meluas hingga ke sektor hulu. Rantai pasok kendaraan listrik (EV), mulai dari baterai hingga komponen elektronik, sangat bergantung pada kepastian regulasi tarif. Jika pembatasan IEEPA melemah, perusahaan otomotif lain mungkin akan mengikuti jejak litigasi serupa untuk mengamankan posisi pasar mereka.

Halaman Selanjutnya
img_title