Perbandingan Exynos 2600 vs Exynos 2700: Spesifikasi, Performa, dan Bocoran Terbaru
- ilustrasi
Sementara itu, Exynos 2700 dirumorkan hadir dengan Xclipse 970 generasi terbaru. Meski detail lengkapnya belum terungkap, peningkatan performa grafis hampir pasti terjadi. Ditambah lagi dengan dukungan memori yang lebih cepat, kemampuan GPU generasi baru ini diperkirakan mampu menangani game berat dan pengolahan grafis dengan lebih stabil.
Berbicara tentang memori dan penyimpanan, Exynos 2600 sudah mendukung LPDDR5X serta UFS 4.1. Kombinasi ini menawarkan kecepatan baca tulis tinggi dan respons aplikasi yang cepat. Namun, Exynos 2700 kabarnya akan naik kelas dengan LPDDR6 dan UFS 5.0. Teknologi tersebut menjanjikan bandwidth lebih besar dan transfer data yang jauh lebih cepat. Dampaknya akan terasa pada proses instalasi game besar, editing video resolusi tinggi, hingga pemrosesan data AI.
Dari sisi benchmark, angka yang beredar juga cukup menarik. Exynos 2600 disebut mencetak skor sekitar 3.400 poin untuk single-core dan 11.500 poin untuk multi-core di Geekbench. Skor tersebut sudah menunjukkan lompatan besar dibanding generasi sebelumnya. Namun, Exynos 2700 dirumorkan mampu meraih sekitar 4.800 poin single-core dan 15.000 poin multi-core. Jika benar, maka selisih performanya cukup jauh.
Meski begitu, penting untuk diingat bahwa data Exynos 2700 masih sebatas bocoran. Artinya, hasil akhir bisa saja berbeda ketika resmi diperkenalkan nanti. Samsung masih memiliki waktu untuk melakukan optimalisasi, baik dari sisi software maupun manajemen suhu.
Secara keseluruhan, perbandingan Exynos 2600 vs Exynos 2700 menunjukkan arah perkembangan yang agresif dari Samsung. Exynos 2600 sudah menjadi fondasi kuat dengan teknologi 2nm, peningkatan AI, serta GPU modern. Namun, Exynos 2700 tampaknya dipersiapkan sebagai generasi yang lebih matang, lebih cepat, dan lebih efisien.
Dengan kata lain, Exynos 2600 adalah langkah besar, tetapi Exynos 2700 berpotensi menjadi lompatan yang lebih tinggi. Meski demikian, semua klaim mengenai Exynos 2700 masih perlu pembuktian resmi. Sampai peluncuran dan pengujian final dilakukan, perbandingan ini tetap berada pada ranah prediksi dan bocoran.
Bagi pengguna yang menantikan smartphone flagship Samsung berikutnya, perkembangan chipset 2nm ini tentu menjadi kabar menarik. Pasalnya, semakin kecil fabrikasi dan semakin baru arsitekturnya, maka semakin besar pula peluang peningkatan performa dan efisiensi daya.